BLITAR KAWENTAR - Berawal dari tiga ekor kambing yang dibeli untuk membantu pengobatan sang ayah pada 2015, usaha peternakan yang dirintis Faidul Mansur di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, kini terus berkembang.
Ratusan ekor kambing perah jenis Saanen terlihat memenuhi kompleks peternakan kambing di Desa Gadungan.
Beberapa orang tampak sibuk mengangkut ember berisi susu perah.
Seorang pria tampak mengawasi dengan konsentrasi setiap proses. Dialah pemilik peternakan, Faidul Mansur.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Pengendara di Blitar Berbondong-bondong Borong Pertalite
Dia menuturkan bahwa awalnya tidak memiliki rencana membangun usaha susu kambing.
Namun setelah melihat kondisi ayahnya membaik usai rutin mengonsumsi susu kambing, dia memutuskan menekuni usaha peternakan secara serius.
Baca Juga: Kabar Gembira, Pemkot Blitar Siap Cairkan Gaji ke-13 di Tanggal Ini
"Ya, awalnya saya melihat manfaat dan khasiat susu kambing Saanen ini yang luar biasa," terang pria 57 tahun ini.
Seiring berjalannya waktu, Mansur beralih dari kambing etawa ke kambing Saanen yang dikenal memiliki produksi susu lebih tinggi.
Saat ini jumlah ternaknya mencapai sekitar 300 ekor.
“Awalnya hanya tiga ekor. Sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 300 ekor kambing Saanen,” ungkapnya.
Mansur mengatakan tidak seluruh kambing diperah dalam waktu bersamaan.
Sebagian ternak disiapkan untuk masa produksi berikutnya sehingga pasokan susu dapat terjaga sepanjang tahun.
Dari ratusan kambing tersebut, peternakannya mampu menghasilkan sekitar 50 liter susu per hari.
Susu hasil perahan kemudian diproses melalui pasteurisasi sebelum dipasarkan.
Tak berhenti di situ, selain mengembangkan peternakan, Mansur juga mulai membangun konsep integrated farming di lahan seluas sekitar 7.200 meter persegi.
Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Menurut dia, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus usaha yang saling mendukung antara peternakan dan pertanian.(*/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda