Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Perjuangan Warga Desa Gadungan Gandusari Blitar Berternak Kambing hingga Ekspor Susu, Begini Kisahnya

M. Subchan Abdullah • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30 WIB
Perjuangan Faidul Mansur, Kembangkan Ternak Kambing hingga Ekspor Susu
Produksi 50 Liter Per Hari, Kotoran Diolah jadi Pupuk Organik
Perjuangan Faidul Mansur, Kembangkan Ternak Kambing hingga Ekspor Susu Produksi 50 Liter Per Hari, Kotoran Diolah jadi Pupuk Organik

BLITAR KAWENTAR - Berawal dari tiga ekor kambing yang dibeli untuk membantu pengobatan sang ayah pada 2015, usaha peternakan yang dirintis Faidul Mansur di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, kini terus berkembang.

Ratusan ekor kambing perah jenis Saanen terlihat memenuhi kompleks peternakan kambing di Desa Gadungan.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16. 250 per Liter, Pengemudi Ojol di Blitar Khawatir Terjadi Kelangkaan Pertalite

Beberapa orang tampak sibuk mengangkut ember berisi susu perah.

Seorang pria tampak mengawasi dengan konsentrasi setiap proses. Dialah pemilik peternakan, Faidul Mansur.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Pengendara di Blitar Berbondong-bondong Borong Pertalite

Dia menuturkan bahwa awalnya tidak memiliki rencana membangun usaha susu kambing. 

Namun setelah melihat kondisi ayahnya membaik usai rutin mengonsumsi susu kambing, dia memutuskan menekuni usaha peternakan secara serius.

Baca Juga: Kabar Gembira, Pemkot Blitar Siap Cairkan Gaji ke-13 di Tanggal Ini

"Ya, awalnya saya melihat manfaat dan khasiat susu kambing Saanen ini yang luar biasa," terang pria 57 tahun ini.

Seiring berjalannya waktu, Mansur beralih dari kambing etawa ke kambing Saanen yang dikenal memiliki produksi susu lebih tinggi.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Manual Cuma Rp110 Juta, Warna Merah Cetar dan Kondisi Mulus Bikin Pemburu Mobil Bekas Kepincut

Saat ini jumlah ternaknya mencapai sekitar 300 ekor.

“Awalnya hanya tiga ekor. Sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 300 ekor kambing Saanen,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Bekas Masih Diburu, Unit KM 80 Ribu Dijual Rp120 Juta, Hasil Inspeksi Bikin Calon Pembeli Tergoda

Mansur mengatakan tidak seluruh kambing diperah dalam waktu bersamaan. 

Sebagian ternak disiapkan untuk masa produksi berikutnya sehingga pasokan susu dapat terjaga sepanjang tahun.

Baca Juga: Harga Honda Jazz Bekas 2026 Masih Stabil, Unit RS CVT 2017 Kilometer 50 Ribu Dibanderol Rp215 Jutaan, Kondisinya Bikin Tergoda

Dari ratusan kambing tersebut, peternakannya mampu menghasilkan sekitar 50 liter susu per hari. 

Susu hasil perahan kemudian diproses melalui pasteurisasi sebelum dipasarkan.

Baca Juga: Honda Jazz RS Bekas 2026 Masih Jadi Buruan, Unit Matic 2013 Kilometer 108 Ribu Dijual Rp140 Juta, Kondisinya Bikin Penasaran

Tak berhenti di situ, selain mengembangkan peternakan, Mansur juga mulai membangun konsep integrated farming di lahan seluas sekitar 7.200 meter persegi.

Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga Bekas 2026 Mulai Rp98 Juta hingga Rp218 Juta, Cek Daftar Lengkap Ertiga GX, GL, dan SS Tahun 2013-2023

Menurut dia, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus usaha yang saling mendukung antara peternakan dan pertanian.(*/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Susu Kambing Saanen #Peternakan Gandusari Blitar #Faidul Mansur #Integrated Farming Blitar #Pupuk Organik Kambing