Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Blitar Tersisa 77 Hektare, Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?

M. Subchan Abdullah • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:31 WIB
Perbaikan Drainase
Kualitas Permukiman
Perbaikan Drainase Kualitas Permukiman (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR - Luas kawasan permukiman kumuh di Kota Blitar masih berkisar di angka 77,41 hektare.

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) terus berupaya mengurangi luasan tersebut secara bertahap melalui berbagai program penataan lingkungan.

Baca Juga: ⁠Distribusi MBG Dihentikan Sementara, Dispendik Kota Blitar: Tak Ganggu Proses Belajar Mengajar Anak

Plt Kepala Disperkim Kota Blitar, Kusno mengatakan, berdasarkan data tahun 2024, kawasan kumuh di Kota Blitar tercatat seluas 140,57 hektare yang tersebar di 21 titik. 

Hingga akhir 2025, sebanyak 63,16 hektare telah berhasil ditangani.

Baca Juga: ⁠Cerita Mantan Pekerja Migran asal Blitar usai Pulang Merantau Kembangkan Bisnis Interior Premium, Seperti Apa Perjuangannya?

“Pada tahun 2024, kawasan kumuh tercatat seluas 140,57 hektare yang tersebar di 21 titik. Sampai dengan tahun 2025 sudah tertangani 63,16 hektare sehingga saat ini tersisa 77,41 hektare,” ujarnya.

Menurut Kusno, kawasan kumuh di Kota Blitar tidak terkonsentrasi pada satu lokasi tertentu.

Baca Juga: Infinix GT50 Pro Dibekali Trigger Button Fisik dan Layar 144Hz, Jadi HP Gaming Mid Range yang Sulit Dilawan ?

Sebaliknya, penyebarannya berada di sejumlah titik dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Dia menjelaskan, kawasan kumuh yang dimaksud mayoritas masuk kategori ringan hingga sedang.

Baca Juga: Infinix GT 50 Pro Diuji Seminggu Penuh, Cooling Canggih Jadi Sorotan karena Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi

Indikatornya antara lain kondisi jalan lingkungan, drainase, maupun genangan air yang memengaruhi kualitas permukiman.

“Kalau kawasan kumuh di Kota Blitar itu relatif ringan sampai sedang. Tidak seperti gambaran kawasan kumuh yang sering muncul di televisi atau media. Biasanya terkait jalan lingkungan, drainase, atau genangan yang perlu ditangani,” jelasnya.

Baca Juga: Review Infinix GT 50 Pro: Main Mobile Legends 144 FPS Sejam Penuh Tanpa Drop, Benarkah Jadi Raja HP Gaming ?

Untuk tahun ini, disperkim menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 5 hektare. 

Sejumlah pekerjaan yang disiapkan meliputi perbaikan jalan lingkungan, pavingisasi, pemeliharaan drainase, hingga pembangunan sarana resapan air di beberapa titik.

Baca Juga: Kasus Korupsi BPR Kota Blitar Segera Disidangkan, Kejaksaan Kebut Pemberkasan Penyidikan

“Tahun ini rencananya ditangani sekitar 5 hektare. Penanganannya berupa peningkatan kualitas lingkungan, seperti paving, drainase, maupun resapan untuk mengurangi genangan,” katanya.

Kusno berharap penanganan yang dilakukan secara bertahap dapat terus menekan luas kawasan kumuh di Kota Blitar sehingga kualitas lingkungan permukiman masyarakat semakin meningkat.

Baca Juga: Infinix GT 50 Pro Bikin Geger Gamer, Hydroflow Liquid Cooling Diklaim Mampu Jaga FPS 144 Tetap Stabil Berjam-jam

“Targetnya tentu seluruh kawasan yang masih masuk kategori kumuh bisa tertangani secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” pungkasnya. (bud/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Kawasan Permukiman Kumuh Blitar #Penataan Lingkungan #Perbaikan Drainase #Kualitas Permukiman #Disperkim Kota Blitar