BLITAR KAWENTAR - Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Blitar mengirimkan 10 atlet terbaiknya untuk tampil pada Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya 2026. Ajang yang berlangsung di di Surabaya pada 13–14 Juni tersebut menjadi momentum bagi para atlet untuk menambah jam terbang kompetisi.
Ketua FOBI Kota Blitar Daniel mengatakan, keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan atlet dan upaya meningkatkan prestasi cabang olahraga barongsai di Kota Blitar.
Tidak hanya itu, hal itu juga menambah pengalaman bertanding di level yang lebih kompetitif.
Baca Juga: Hibah Jatah Ormas Mulai Dicairkan Pemkab Blitar, Ini Sejumlah Data Penerimanya
”Kami akan turun di sejumlah nomor pertandingan, mulai dari barongsai tradisional, ketangkasan Shang Tui, halang rintang, hingga nomor kecepatan,” ujarnya.
Dia melanjutkan, seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan secara rutin di markas FOBI Kota Blitar yang berada di kawasan Klenteng Poo An Kiong. Menurutnya, persiapan atlet telah dilakukan secara intensif agar mampu tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik.
Dalam ajang ini, FOBI Kota Blitar menurunkan atlet-atlet terbaik yang sudah menjalani latihan secara rutin. Harapannya mereka bisa memberikan penampilan maksimal dan mengharumkan Bumi Bung Karno.
”Semakin sering atlet mengikuti kejuaraan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas teknik maupun mental bertanding. Karena itu, keberadaan kompetisi yang rutin menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet,” ungkapnya.
Menurut Daniel, kejuaraan yang rutin digelar bisa menjadi motivasi bagi atlet untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Tak hanya mengejar medali, FOBI Kota Blitar juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana memperkenalkan olahraga barongsai kepada generasi muda.
Daniel berharap semakin banyak anak muda yang tertarik untuk bergabung sehingga regenerasi atlet dapat berjalan dengan baik.
Dia ingin memunculkan bibit-bibit atlet baru yang nantinya dapat melanjutkan prestasi barongsai Kota Blitar. Regenerasi menjadi kunci agar olahraga ini terus berkembang,” tandasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah