Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Realiasi Pajak MBLB Kabupaten Blitar Tembus Rp 2,3 Miliar pada Semester Pertama 2026, Pemkab Siap Naikkan Target

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 16 Juni 2026 | 15:09 WIB
POTENSIAL: Lahan tambang pasir yang masih aktif dan menjadi potensi pendapatan asli daerah (PAD) pajak MBLB Kabupaten Blitar.
POTENSIAL: Lahan tambang pasir yang masih aktif dan menjadi potensi pendapatan asli daerah (PAD) pajak MBLB Kabupaten Blitar.

 

BLITAR KAWENTAR – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Blitar dari sektor pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) menunjukkan performa moncer. Bahkan, realisasi penerimaannya melonjak tajam hingga mendekati angka 80 persen pada semester pertama 2026.

Tingginya capaian pajak MBLB tersebut dipengaruhi oleh faktor minimnya kebocoran dan tingginya aktivitas tambang. Berkaca dari capaian positif tersebut, Pemkab Blitar berencana untuk menaikkan target pendapatannya pada perubahan APBD 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (12/6), realisasi penerimaan pajak MBLB Bumi Penataran tercatat sudah menyentuh angka sekitar Rp 2,3 miliar dari target Rp 3 miliar. Angka tersebut setara dengan 79,61 persen.

Baca Juga: Mahasiswa Magang UMM Saksikan MoU Kejari Kabupaten Blitar dan PLN UP3 Kediri, Belajar Langsung Peran Jaksa Pengacara Negara

”Kami berencana mengusulkan kenaikan target penerimaan pajak MBLB dari yang awalnya Rp 3 miliar menjadi sekitar Rp 4,5 miliar pada Perubahan APBD 2026," ujar Kepala Bidang Pendapatan Bapenda Kabupaten Blitar, Winarno, Selasa (16/6/2026).

Dia melanjutkan, moncernya capaian di pertengahan tahun ini menjadi landasan kuat bagi pihak eksekutif untuk mengusulkan kenaikan target belanja operasional pada APBD Perubahan nanti.

Hal itu untuk menggenjot kinerja bapenda dan petugas penarik pajak MBLB agar lebih semangat untuk bekerja.

Baca Juga: Cerita di Balik Suksesnya 'Laki-laki Tak Bercerita', Abon Jhon Terharu Single Barunya Didengar hingga Taiwan dan Malaysia 

Winarno menilai kenaikan target Rp 1,5 miliar tersebut sangat realistis. Mengingat tren pertumbuhan ekonomi dan proyeksi serapan material tambang dinilai masih tinggi, bapenda optimistis potensi penerimaan dari sektor galian C ini masih dapat terus digenjot hingga akhir tahun anggaran.

”Meskipun begitu, kami tidak ingin berbesar hati. Guna meminimalisasi potensi kebocoran pajak di jalur-jalur logistik, pembenahan sistem pengawasan di internal maupun eksternal terus diperketat,” ungkapnya.

Langkah taktis yang disiapkan antara lain mengintensifkan operasi terpadu lintas instansi, mempertebal personel pengawasan di titik-titik rawan lapangan, serta membangun koordinasi intensif bersama asosiasi dan para pengusaha penambang resmi.

Baca Juga: Inilah Deretan HP Samsung Terbaru 2026 yang Paling Worth It Dibeli: Dari Entry Level hingga Flagship S26 Series, Ini Rekomendasi Lengkapnya!

”Pengawasan di lapangan terus kita tingkatkan agar potensi yang ada benar-benar masuk ke kas daerah," pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#galian c #mineral bukan logam dan batuan (MBLB) #pajak mblb #Pemkab Blitar #realisasi