BLITAR KAWENTAR - Polres Blitar Kota menyiapkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan rangkaian kegiatan malam Satu Suro yang bertepatan dengan agenda pengesahan warga baru sejumlah perguruan pencak silat.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kerap muncul akibat mobilisasi massa penggembira.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan, sebanyak 578 personel gabungan akan diterjunkan dalam pengamanan tahun ini. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, dinas perhubungan (dishub), satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
“Polres Blitar Kota sudah mempersiapkan kekuatan pengamanan bersama TNI, dishub, satpol PP, dan unsur terkait lainnya. Secara keseluruhan ada 578 personel gabungan yang kami siapkan,” ujarnya, Senin (15/6).
Selain melibatkan personel internal, Polres Blitar Kota juga meminta dukungan dari polres penyangga untuk melaksanakan kegiatan cipta kondisi maupun pengamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Menurut Kalfaris, potensi kerawanan bukan berasal dari prosesi pengesahan itu sendiri, melainkan dari keberadaan penggembira yang biasanya datang secara berkelompok dan bergerak secara mobile.
“Yang menjadi perhatian kami sebenarnya adalah para penggembira. Karena sifatnya mobile, maka seluruh wilayah kami antisipasi, baik Kota Blitar, Kabupaten Blitar, maupun daerah penyangga,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, pekan lalu Polres Blitar Kota telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh perguruan yang akan melaksanakan pengesahan.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perguruan menandatangani komitmen untuk menjaga kondusivitas serta mengimbau para pendukung agar tidak datang ke lokasi kegiatan.
“Kami berharap perayaan Satu Suro cukup dilaksanakan di rumah masing-masing. Ini adalah momentum introspeksi diri dan berdoa agar ke depan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tegas dia, menunjukkan mobilisasi massa penggembira sering menimbulkan kemacetan, gangguan pengguna jalan, hingga potensi gesekan antarkelompok.
Karena itu, pengamanan tahun ini dilakukan secara berlapis dengan pola stasioner dan patroli mobile.
“Mudah-mudahan komitmen yang sudah disepakati bersama bukan hanya di atas kertas, tetapi benar-benar dilaksanakan sehingga kegiatan berjalan aman dan kondusif,” pungkasnya.(bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah