BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan musim bediding.
Fenomena cuaca yang ditandai dengan suhu udara dingin pada malam hingga pagi hari tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada kelompok masyarakat yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi.
Baca Juga: Koperasi Terancam Bangkrut, Dinkop Kabupaten Blitar Pilih Disehatkan Ketimbang Dibubarkan
"Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, khususnya pada kelompok usia tertentu dan penderita penyakit kronis," katanya.
Menurut dr Christine, balita menjadi kelompok pertama yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama musim bediding. Anak-anak usia di bawah 5 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna serta saluran pernapasan yang masih relatif sempit.
"Kondisi udara yang dingin dan cenderung kering dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, maupun gangguan kesehatan lainnya pada kelompok usia tersebut," paparnya.
Kelompok kedua yang juga dinilai rentan adalah lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu lingkungan mengalami penurunan sehingga lebih mudah terdampak oleh cuaca dingin.
”Udara dingin yang menusuk pada musim bediding ini dapat dengan sangat mudah memicu komplikasi pada lansia, mulai dari gangguan fungsi pernapasan, radang dan nyeri sendi yang hebat, hingga masalah pada sistem sirkulasi darah,” ujarnya.
Selain balita dan lansia, dinkes juga menyoroti kelompok penderita penyakit kronis atau komorbiditas seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.
Pada kelompok ini, paparan udara dingin dapat memicu kekambuhan penyakit yang sudah diderita sebelumnya.
Menurut dr Christine, suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang membuat kerja organ tubuh menjadi lebih berat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk serangan asma yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat diminta memberikan perlindungan ekstra kepada anggota keluarga yang masuk dalam kelompok rentan.
Dinkes menganjurkan penggunaan pakaian hangat, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh, konsumsi makanan bergizi, serta membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari ketika suhu udara berada pada titik terendah.(kho/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah