Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

BPK Wilayah XI Jatim Amankan Temuan Sisa Jobong Sumur Kuno Peninggalan Era Kadiri di Candi Penataran Blitar, Begini Kondisinya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Amankan Sisa Jobong Kuno di Museum Penataran
Hasil Temuan di Desa Modangan, Berangka 1033 Saka
Amankan Sisa Jobong Kuno di Museum Penataran Hasil Temuan di Desa Modangan, Berangka 1033 Saka

BLITAR KAWENTAR -  Teka-teki temuan benda purbakala di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, tepatnya di bawah septik tank rumah warga pada awal Juni lalu, akhirnya terpecahkan.

Benda kuno tersebut dipastikan merupakan sebuah jobong atau bagian atas pengaman sumur kuno yang berbahan batu andesit yang diperkirakan berasal dari era Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp120 Jutaan dengan Fitur Hybrid, AC Digital, dan Apple CarPlay, Bikin Mobil LCGC Ketar-Ketir

Artefak berangka tahun 1033 Saka ini sempat terpendam di bawah fondasi dapur warga sebelum akhirnya dievakuasi secara bertahap.

Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim, Nugroho Harjo Lukito, meluruskan bahwa artefak tersebut sebenarnya bukan temuan yang benar-benar baru.

Baca Juga: Kisah Geri Salim Mengawali Karier Balap: Dari Suzuki Smash Milik Kakak hingga Jadi Juara Asia, Semua Berawal dari Dukungan Orang Tua

Bagian separo dari jobong batu ini sudah lebih dulu ditemukan warga pada tahun 2017 silam saat menggali saluran septic tank di luar fondasi rumah.

”Saat itu, bagian separonya langsung kami amankan ke Museum Penataran. Namun, separo sisanya terpaksa ditinggal di lokasi karena posisinya terjepit di bawah fondasi dapur rumah warga yang masih berdiri," katanya, kemarin (16/6).

Baca Juga: Kisah Geri Salim: Dari Suzuki Smash, Juara Asia AP250 hingga Nyaris Raih Poin Moto3, Kini Prediksi Marc Marquez Juara MotoGP

Usai lama terpendam, lanjut dia, kelanjutan evakuasi pecahan batu kuno ini mencuat kembali setelah adanya kunjungan kerja dari jajaran kementerian. 

Mantan menteri bersama Direktur Warisan Budaya, Agus Udarmanto, saat meninjau Museum Penataran, mempertanyakan keberadaan sisa pecahan jobong tersebut yang tampak terpotong.

Baca Juga: Hasil AP250 ARRC Sepang: Gary Salim Finis Posisi Kedua, Razer Danica Bersinar di Tengah Hujan Insiden Pebalap Unggulan

Atas instruksi pusat untuk menyelamatkan aset sejarah secara utuh, BPK Wilayah XI Jatim langsung bergerak melakukan penggalian susulan.

Bersyukur, saat tim kembali ke Desa Modangan, rumah warga yang sempat menghalangi ekskavasi sudah dibongkar total oleh pemiliknya pada 4 Juni lalu.

Baca Juga: Hasil AP250 ARRC Sepang: Razer Danica Tampil Gemilang, Sejumlah Pebalap Unggulan Tersingkir akibat Insiden Dramatis

Petugas pun tidak perlu merusak struktur bangunan dan hanya perlu membongkar lapisan plesteran lantai tanah berdasarkan petunjuk pemilik rumah.

Sayangnya, ekspektasi petugas untuk menyatukan jobong menjadi utuh harus terganjal realitas di lapangan.

Baca Juga: Demi Balap di World Supersport 300, Galang Hendra Rela Rogoh Tabungan Sendiri hingga Rp70 Juta, Ini Kisah di Baliknya

Batu andesit pengaman sumur itu rupanya telah pecah menjadi tiga bagian.

”Kami gali kembali, tapi yang ditemukan bukan separo utuh, melainkan hanya seperempat bagian saja karena batunya sudah pecah tiga. Saat ini pecahan kedua sudah kami bawa ke museum dan disatukan, jadi posisinya sekarang kurang seperempat bagian lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Pecah! Aldi Mahendra Rebut Puncak Klasemen Dunia, Galang Hendra Akhiri Kutukan 6 Tahun Tanpa Podium di WorldSSP300 Magny-Cours

Dia mengaku kesulitan melacak sisa pecahan terakhir karena nihilnya informasi sekecil apa pun di sekitar lokasi, meski radius pencarian sempat diperluas.

Nugroho memaparkan, keberadaan jobong batu era Kediri ini terbilang sangat istimewa dan langka.

Baca Juga: Aldi Mahendra Kuasai Puncak Klasemen WorldSSP300, Galang Hendra Pecah Puasa Podium 6 Tahun di Magny-Cours

Pada umumnya, sumur pemukiman kuno masyarakat biasa di zaman dulu hanya menggunakan pengaman berbahan tanah liat atau susunan bata, bahkan dibiarkan rata dengan permukaan tanah. 

Penggunaan batu andesit ukir berangka tahun menunjukkan bahwa sumur ini milik tokoh penting atau kaum bangsawan pada masanya.

Baca Juga: Hasil WorldSSP300 Magny-Cours: Aldi Mahendra Pimpin Klasemen, Galang Hendra Akhiri Penantian 6 Tahun dengan Podium Emosional

Letak temuan yang berada di sebelah timur Situs Bale Kambang dan Situs Arca Wara ini memperkuat dugaan adanya kompleks pemukiman elite lintas zaman. 

Meski Situs Bale Kambang diidentifikasi berasal dari era Majapahit dengan karakteristik 36 umpak batu segi delapan berukuran besar mirip Paseban Agung, temuan jobong ini membuktikan bahwa wilayah Modangan sudah menjadi kawasan penting sejak masa Kediri.

Baca Juga: Terungkap Penyebab Andy Farid Terjatuh di Tikungan Pertama, Tayangan Ulang Sorot Ban Depan Honda yang Mendadak Kehilangan Traksi

"Artefak peninggalan era Kediri di kawasan ini rata-rata memang ditemukan dalam kondisi terpendam lebih dalam di bawah lapisan tanah, mendahului struktur pemukiman era Majapahit yang berada di atasnya. Kini seluruh pecahan yang berhasil diselamatkan sudah tersimpan aman di museum," pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Penemuan Artefak #Situs Modangan #Benda Purbakala #museum penataran #kerajaan kediri