Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Damkar Kabupaten Blitar Ungkap Wilayah Kanigoro Paling Banyak Laporan Kasus Evakuasi Ular, Ini Penyebabnya

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 17 Juni 2026 | 12:30 WIB
Kanigoro Dominasi Laporan Evakuasi Ular
Triwulan Pertama Tercatat Puluhan Kasus
Kanigoro Dominasi Laporan Evakuasi Ular Triwulan Pertama Tercatat Puluhan Kasus

BLITAR KAWENTAR – Kasus evakuasi ular di Kabupaten Blitar menunjukkan tren peningkatan sepanjang triwulan pertama 2026.

Data dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, jumlah laporan warga terkait kemunculan ular terus bertambah dari bulan ke bulan sehingga petugas harus meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons aduan masyarakat.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp120 Jutaan dengan Fitur Hybrid, AC Digital, dan Apple CarPlay, Bikin Mobil LCGC Ketar-Ketir

Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengungkapkan bahwa selama Januari hingga Maret 2026, petugas telah menangani puluhan laporan evakuasi ular yang masuk dari berbagai kecamatan. Pada Januari 2026 tercatat 7 kasus evakuasi ular. 

Jumlah tersebut kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 15 kasus pada Februari. 

Baca Juga: Kisah Geri Salim Mengawali Karier Balap: Dari Suzuki Smash Milik Kakak hingga Jadi Juara Asia, Semua Berawal dari Dukungan Orang Tua

Tren kenaikan kembali terjadi pada Maret dengan total 21 kasus evakuasi. 

“Peningkatan laporan ini menunjukkan masyarakat semakin aktif melaporkan keberadaan ular kepada petugas sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan aman,” ujarnya. 

Baca Juga: Kisah Geri Salim: Dari Suzuki Smash, Juara Asia AP250 hingga Nyaris Raih Poin Moto3, Kini Prediksi Marc Marquez Juara MotoGP

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Kanigoro menjadi daerah dengan jumlah evakuasi ular terbanyak selama periode tersebut. 

Tercatat ada sembilan kasus yang ditangani petugas di wilayah tersebut. 

Baca Juga: Kisah Geri Salim: Juara Asia Pertama AP250, Nyaris Raih Poin Moto3 hingga Bangkit Usai Kecelakaan Mengerikan di Jepang

”Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Garum dengan 6 kasus, disusul Kecamatan Wlingi sebanyak 5 kasus. Sementara Kecamatan Sanankulon, Srengat, dan Talun masing-masing mencatat 4 kasus evakuasi," paparnya.

Di Kecamatan Nglegok terdapat 3 kasus, sedangkan Kecamatan Sutojayan dan Kademangan masing-masing 2 kasus.

Baca Juga: Hasil AP250 ARRC Sepang: Gary Salim Finis Posisi Kedua, Razer Danica Bersinar di Tengah Hujan Insiden Pebalap Unggulan

Adapun Kecamatan Selopuro, Udanawu, Kesamben, dan Gandusari masing-masing tercatat 1 kasus evakuasi ular. 

"Kemunculan ular di lingkungan permukiman umumnya dipicu oleh perubahan kondisi lingkungan, keberadaan sumber makanan seperti tikus, serta cuaca yang mendorong satwa tersebut keluar dari habitatnya," jelasnya.

Baca Juga: Hasil AP250 ARRC Sepang: Razer Danica Tampil Gemilang, Sejumlah Pebalap Unggulan Tersingkir akibat Insiden Dramatis

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan ular, terutama jenis yang tidak dikenali.

Warga disarankan segera melapor kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan meminimalkan risiko gigitan maupun kecelakaan lainnya.

Baca Juga: Demi Balap di World Supersport 300, Galang Hendra Rela Rogoh Tabungan Sendiri hingga Rp70 Juta, Ini Kisah di Baliknya

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, memangkas semak-semak, serta mengurangi potensi sarang tikus yang dapat menarik keberadaan ular ke area permukiman.

Dengan langkah tersebut, risiko kemunculan ular di sekitar rumah diharapkan dapat ditekan.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Damkar Blitar #Kabupaten Blitar #Kecamatan Kanigoro #evakuasi ular #keamanan warga