Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Waspada Musim Bediding Bisa Picu Jamuran pada Ikan, Disnakkan Blitar Minta Peternak Jaga Kebersihan Air Kolam

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:00 WIB
Bediding Picu Jamur-Bakteri pada Ikan (Gemini AI)
Bediding Picu Jamur-Bakteri pada Ikan (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengingatkan para pembudi daya ikan air tawar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim bediding yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

Suhu udara yang dingin pada malam hingga pagi hari berpotensi memengaruhi kondisi perairan kolam dan berdampak pada kesehatan ikan budi daya.

Baca Juga: Aldi Mahendra Kuasai Puncak Klasemen WorldSSP300, Galang Hendra Pecah Puasa Podium 6 Tahun di Magny-Cours

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara mengatakan, perubahan suhu yang terjadi selama musim bediding dapat menyebabkan suhu air kolam turun secara signifikan.

Kondisi tersebut berisiko mengganggu metabolisme ikan dan memicu penurunan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Pecah! Aldi Mahendra Rebut Puncak Klasemen Dunia, Galang Hendra Akhiri Kutukan 6 Tahun Tanpa Podium di WorldSSP300 Magny-Cours

”Kondisi dingin ekstrem pada musim bediding ini berisiko menurunkan imunitas tubuh ikan secara drastis. Ketika benteng pertahanan tubuh ikan melemah, mereka menjadi sangat rentan dan mudah ambruk,” ujarnya.

Menurutnya, suhu air yang terlalu dingin tidak hanya memengaruhi sistem kekebalan tubuh ikan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan.

Baca Juga: Galang Hendra Bongkar Biaya Balap di Eropa, Rela Rogoh Tabungan Puluhan Juta Demi Kembali ke World Supersport 300

Nafsu makan ikan cenderung menurun ketika suhu perairan berada di bawah kondisi ideal sehingga proses pertumbuhan menjadi lebih lambat.

”Selain itu, kondisi tubuh ikan yang melemah juga dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Serangan jamur maupun bakteri menjadi salah satu ancaman yang sering muncul ketika kualitas lingkungan kolam menurun akibat perubahan cuaca yang ekstrem," ungkapnya.

Baca Juga: Demi Balap di World Supersport 300, Galang Hendra Rela Rogoh Tabungan Sendiri hingga Rp70 Juta, Ini Kisah di Baliknya

Deki menjelaskan, jika perbedaan suhu antara siang dan malam berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan yang tepat, tingkat stres pada ikan dapat meningkat.

Dalam kondisi tertentu, hal tersebut bahkan berpotensi menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pembudi daya.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp120 Jutaan dengan Fitur Hybrid, AC Digital, dan Apple CarPlay, Bikin Mobil LCGC Ketar-Ketir

Untuk mengurangi risiko tersebut, disnakkan mengimbau para peternak agar melakukan pemantauan kondisi kolam secara rutin selama musim bediding.

"Pembudi daya juga disarankan menjaga kedalaman air kolam agar perubahan suhu tidak terjadi secara drastis," katanya.

Baca Juga: Kisah Geri Salim Mengawali Karier Balap: Dari Suzuki Smash Milik Kakak hingga Jadi Juara Asia, Semua Berawal dari Dukungan Orang Tua

Selain itu, pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada saat suhu mulai menghangat, seperti menjelang siang atau sore hari. 

Langkah tersebut dinilai dapat membantu ikan mengonsumsi pakan secara optimal.

Baca Juga: Kisah Geri Salim: Dari Suzuki Smash, Juara Asia AP250 hingga Nyaris Raih Poin Moto3, Kini Prediksi Marc Marquez Juara MotoGP

Disnakkan juga meminta para pembudi daya segera berkoordinasi dengan petugas lapangan apabila menemukan perubahan perilaku ikan atau gejala penyakit. 

Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga produktivitas budi daya tetap stabil selama musim bediding berlangsung.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Budidaya Ikan Blitar #Musim Bediding #Kesehatan Ikan Air Tawar #Antisipasi Penyakit Ikan #disnakkan kabupaten blitar