BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengingatkan para pembudi daya ikan air tawar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim bediding yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Suhu udara yang dingin pada malam hingga pagi hari berpotensi memengaruhi kondisi perairan kolam dan berdampak pada kesehatan ikan budi daya.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara mengatakan, perubahan suhu yang terjadi selama musim bediding dapat menyebabkan suhu air kolam turun secara signifikan.
Kondisi tersebut berisiko mengganggu metabolisme ikan dan memicu penurunan daya tahan tubuh.
”Kondisi dingin ekstrem pada musim bediding ini berisiko menurunkan imunitas tubuh ikan secara drastis. Ketika benteng pertahanan tubuh ikan melemah, mereka menjadi sangat rentan dan mudah ambruk,” ujarnya.
Menurutnya, suhu air yang terlalu dingin tidak hanya memengaruhi sistem kekebalan tubuh ikan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan.
Nafsu makan ikan cenderung menurun ketika suhu perairan berada di bawah kondisi ideal sehingga proses pertumbuhan menjadi lebih lambat.
”Selain itu, kondisi tubuh ikan yang melemah juga dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Serangan jamur maupun bakteri menjadi salah satu ancaman yang sering muncul ketika kualitas lingkungan kolam menurun akibat perubahan cuaca yang ekstrem," ungkapnya.
Deki menjelaskan, jika perbedaan suhu antara siang dan malam berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan yang tepat, tingkat stres pada ikan dapat meningkat.
Dalam kondisi tertentu, hal tersebut bahkan berpotensi menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pembudi daya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, disnakkan mengimbau para peternak agar melakukan pemantauan kondisi kolam secara rutin selama musim bediding.
"Pembudi daya juga disarankan menjaga kedalaman air kolam agar perubahan suhu tidak terjadi secara drastis," katanya.
Selain itu, pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada saat suhu mulai menghangat, seperti menjelang siang atau sore hari.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu ikan mengonsumsi pakan secara optimal.
Disnakkan juga meminta para pembudi daya segera berkoordinasi dengan petugas lapangan apabila menemukan perubahan perilaku ikan atau gejala penyakit.
Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga produktivitas budi daya tetap stabil selama musim bediding berlangsung.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda