Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Tahapan Pilkades Serentak di Kabupaten Blitar Dimulai Juli, DPMD Minta BPD Segera Bentuk Panitia

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:07 WIB
Tahapan Pilkades Dimulai Juli
Dorong BPD Bentuk Panitia
Pos Anggaran Dibagi dengan OPD Lain
(Gemini AI)
Tahapan Pilkades Dimulai Juli Dorong BPD Bentuk Panitia Pos Anggaran Dibagi dengan OPD Lain (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Genderang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Bumi Penataran bersiap ditabuh.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar memastikan tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut digulirkan mulai Juli mendatang.

Baca Juga: Siap-siap 2.685 NIK Warga Kabupaten Blitar Bakal Dinonaktifkan Akhir Juni Ini Jika Tak Segera Perekaman KTP Elektronik

Tercatat 30 desa di Kabupaten Blitar yang akan menyelenggarakan Pilkades Serentak tahun ini. 

Puluhan desa tersebut merupakan gelombang lembaga kluster kepala desa (kades) yang masa jabatannya habis pada tahun 2026, setelah sebelumnya mendapatkan jatah perpanjangan masa jabatan selama 2 tahun.

Baca Juga: BPK Wilayah XI Jatim Amankan Temuan Sisa Jobong Sumur Kuno Peninggalan Era Kadiri di Candi Penataran Blitar, Begini Kondisinya

”Sesuai regulasinya, enam bulan sebelum berakhirnya masa jabatan kepala desa, BPD harus menyampaikan surat pemberitahuan akhir masa jabatan. Sewaktu surat itu disampaikan, BPD juga sudah harus bergerak membentuk panitia tingkat desa. Itu tandanya tahapan reguler sudah mulai berjalan," ujar Kepala DPMD Kabupaten Blitar, Tantowi, kemarin (16/6).

Dia melanjutkan, jalur tahapan dijalankan mengacu pada regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp120 Jutaan dengan Fitur Hybrid, AC Digital, dan Apple CarPlay, Bikin Mobil LCGC Ketar-Ketir

Salah satu langkah krusial di awal adalah pemberitahuan resmi dari badan permusyawaratan desa (BPD) kepada kepala desa aktif. 

Pemberitahuan itu juga diarahkan pada DPMD yang berwenang dalam mengawasi tahapannya.

Baca Juga: Kisah Geri Salim Mengawali Karier Balap: Dari Suzuki Smash Milik Kakak hingga Jadi Juara Asia, Semua Berawal dari Dukungan Orang Tua

​Jika seluruh tahapan berjalan mulus tanpa kendala, DPMD memproyeksikan pemungutan suara hingga rekapitulasi akan rampung pada akhir tahun. 

Sesuai perkiraan, puncak pilkades sekitar November atau Desember sehingga kades terpilih sudah bisa dilantik pada akhir Desember.

Baca Juga: Kisah Geri Salim: Dari Suzuki Smash, Juara Asia AP250 hingga Nyaris Raih Poin Moto3, Kini Prediksi Marc Marquez Juara MotoGP

”Kami perkirakan November diadakan pemungutan suara langsung yang dilakukan oleh 30 desa tersebut. Lalu akhir tahun bisa dilantik dan tahun baru bisa langsung bekerja," ungkapnya.

​Disinggung mengenai kesiapan anggaran belanja pilkades, Tantowi menegaskan bahwa plot dana yang disiapkan daerah berada dalam posisi aman.

Baca Juga: Galang Hendra Bongkar Biaya Balap di Eropa, Rela Rogoh Tabungan Puluhan Juta Demi Kembali ke World Supersport 300

Dia enggan merinci nominal angka secara spesifik, namun menjamin seluruh kebutuhan operasional logistik tidak akan menemui kendala finansial. 

"Anggarannya cukup. Yang penting kan cukup untuk mendukung semua kegiatan itu dari awal sampai akhir," tegasnya.

Baca Juga: Demi Balap di World Supersport 300, Galang Hendra Rela Rogoh Tabungan Sendiri hingga Rp70 Juta, Ini Kisah di Baliknya

​Kelancaran anggaran ini tidak lepas dari skema pembagian beban kerja (sharing budget) antar-instansi di lingkungan Pemkab Blitar.

DPMD tidak memikul seluruh beban anggaran sendirian, tetapi dibagi secara proporsional ke lintas sektor penunjang agar manajemen operasional menjadi lebih ringan.

Baca Juga: Hasil AP250 ARRC Sepang: Razer Danica Tampil Gemilang, Sejumlah Pebalap Unggulan Tersingkir akibat Insiden Dramatis

Tantowi memaparkan, porsi anggaran di DPMD murni dialokasikan untuk memfasilitasi kebutuhan substansial seperti bimbingan teknis (bimtek) pelantikan, pembentukan desk pilkades kabupaten, serta monitoring.

Sementara pos anggaran operasional lainnya melekat di instansi terkait.

Baca Juga: Hasil AP250 ARRC Sepang: Gary Salim Finis Posisi Kedua, Razer Danica Bersinar di Tengah Hujan Insiden Pebalap Unggulan

”Kebutuhan lainnya sudah melekat di masing-masing kecamatan. Untuk urusan pengamanan, pos anggaran ada di satpol PP, sedangkan untuk sosialisasi kepada masyarakat melekat di instansi kesbangpol. Anggarannya sengaja dibagi-bagi antar-OPD agar tidak terlalu berat di satu dinas," pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Pilkades Serentak Blitar #Tahapan Pemilihan Kades #Anggaran Pilkades #DPMD Kabupaten Blitar #Bumi Penataran