Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tahun Baru 1 Muharram, MUI Kabupaten Blitar ajak Umat Muhasabah dan Berhijrah

Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan • Rabu, 17 Juni 2026 | 12:04 WIB
DOK PRIBADI

KH Harun Syafi
DOK PRIBADI KH Harun Syafi'i Ketua MUI Kabupaten Blitar Pengasuh PP Sirojuth Tholibin Sutojayan

 

BLITAR KAWENTAR - Dalam Islam,  pergantian Tahun Baru Hijriah bukan sekadar perayaan pergantian waktu, akan tetapi lebih pada momentum pengingat bahwa usia kita semakin bertambah, habis, dan semakin dekat dengan ajal, yang manjadi akhir dari hidup, dimana kita tidak bisa lagi bisa beramal soleh.

Ada beberapa hal yang Islam pesankan kepada pemelukya dalam menyikapi pergantian tahun; Pertama, melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Sehingga, pergantian tahun ini harus diperbanyak untuk mengevaluasi amal perbuatan selama setahun terakhir.

 Sebanyak apakah kebaikan yang sudah kita kerjakan, dan sebanyak apakah keburukan yang sudah kita kerjakan, untuk kemuadian segera bartaubat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT, dan menggantinya dengan amal kebaikan.

Baca Juga: Kisah Geri Salim: Dari Suzuki Smash, Juara Asia AP250 hingga Nyaris Raih Poin Moto3, Kini Prediksi Marc Marquez Juara MotoGP

Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan pentingnya menyadari dan mengakui kesalahan dan segera melakukan perbaikan atau bertaubat. Perilaku tersebut akan menghapus dosa, mendatangkan ampunan, dan memberi ketenangan spiritual.

Allah SWT bahkan sangat-sangat mencintai para hambanya yang tulus dan Ikhlas dalam bertaubat, dari pada orang yang merasa dirinya selalu benar, dan tidak pernah berbuat salah.

Selanjutnya, apa yang harus kita kerjakan dalam momen tahun baru? Adalah menebarkan kebaikan dan kasih sayang. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan salat-lah di malam hari ketika manusia yang lain tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat".

Baca Juga: Kursi Dua Direktur BUMD di Kota Blitar Kosong, Pemkot Gelar Seleksi Terbuka

Pesan kemanusiaan ini relevan untuk memulai lembaran baru (tahun baru, Red) dalam hubungan habluminallah (hubungan dengan Allah SWT) dan habluminannas (hubungan dengan sesame manusia).

 Merayakan tahun baru tidak harus dengan karnaval, tidak harus dengan pesta dan berhura-hura, tapi dengan hadir dan memberikan kebahagiaan pada saudara kita yang membutuhkan uluran tangan dan pertolongan, menyambung silaturrahmi, mengunjungi yang sakit, dan menyantuni yang miskin dan kekurangan.

Kemudian, pesan khusus dari pergantian tahun adalah Keberanian dan semangat untuk berhijrah,  hijrah bukan hanya berpindah dari tempat yang sat uke tempat yang lain, tetapi juga mengajarkan pesan luhur tentang keberanian untuk berubah, meninggalkan kebiasaan dan perbuatan buruk, serta tetap optimistis menyongsong masa depan.

Sebagaimana sebuah hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Al Hakim, bahwa Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin termasuk orang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin termasuk orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin maka dia termasuk orang yang celaka.

Hijrah juga merupakan sebuah simbol untuk terus-menerus memperbarui niat, agar senantiasa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, dan kemudian mendapatkan berkah dan magfiroh dari Allah SWT.

Yang terakhir adalah bermunajat, memanjatkan doa kehadhirat sang Robbil Izzati pada Akhir dan awal tahun Hijriah. Sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk membaca doa akhir tahun, dan memohon ampunan atas segala khilaf dan kesalahan diri di tahun yang lalu, serta memanjatkan doa awal tahun memohon senantiasa diberikan hidayah, perlindungan dan keberkahan hidup dari Allah SWT. (*/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#soleh #Kabupaten Blitar #mui #hijriah #tahun baru islam