BLITAR KAWENTAR - Persiapan pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030 menghadapi kendala. Hingga menjelang pelantikan, pengurus baru belum menerima kunci kantor.
Sejumlah kebutuhan administrasi dan koordinasi terpaksa dikerjakan di luar.
Sekretaris KONI Kota Blitar periode 2026-2030, Defiz Santra mengatakan, kondisi tersebut membuat panitia harus mencari alternatif tempat untuk menyelesaikan berbagai keperluan menjelang pelantikan.
Salah satunya pembuatan undangan yang harus dicetak di jasa percetakan lain karena sekretariat belum bisa digunakan.
“Untuk membuat undangan pelantikan, kami terpaksa nge-print di tempat lain karena sampai sekarang kunci sekretariat belum diberikan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Defiz, pengurus baru telah berupaya menanyakan persoalan tersebut kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar. Namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait penyerahan akses sekretariat.
“Kami belum mendapat kabar, apakah setelah pelantikan nanti kuncinya akan diberikan atau tidak. Waktu kami tanyakan ke dispora, informasinya masih menunggu Pak Wali,” katanya.
Akibat belum bisa menggunakan kantor KONI, rapat-rapat persiapan pelantikan sementara dilakukan di tempat yang disediakan Ketua KONI Kota Blitar terpilih, Samanhudi Anwar.
“Saat ini rapat pengurus masih dilaksanakan di tempat yang disediakan Pak Ketua,” ungkapnya.
Meski demikian, Defiz memastikan persiapan pelantikan tetap berjalan sesuai jadwal. Pengurus KONI Jawa Timur dijadwalkan hadir untuk melantik kepengurusan baru periode 2026-2030.
Di sisi lain, Defiz mengungkapkan bahwa Samanhudi Anwar sempat menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar.
Namun, keinginan tersebut tidak mendapat dukungan dari jajaran pengurus.
“Pak Samanhudi sempat menyampaikan ingin mengundurkan diri. Tetapi, kami berat hati dan berharap beliau tetap memimpin KONI kota,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari