BLITAR KAWENTAR – Upaya pencarian korban kecelakaan laut di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, akhirnya membuahkan hasil. Setelah enam hari pencarian, tim SAR gabungan menemukan Mariam, 9, santriwati asal Kabupaten Kediri dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (18/6/2026)
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 14.51 WIB di kawasan tebing Umbul Waru yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, tubuh korban berada di atas batu karang di area pesisir selatan Kabupaten Blitar.
”Korban atas nama Mariam yang sebelumnya masih dalam pencarian telah ditemukan oleh tim SAR gabungan di sekitar tebing Umbul Waru dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, operasi pencarian hari keenam diawali dengan apel dan pembagian tugas kepada seluruh unsur SAR gabungan pada pukul 07.00 WIB. Selanjutnya tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran melalui jalur laut maupun darat.
Tim SRU Air melakukan pencarian di perairan sekitar lokasi kejadian. Sedangkan SRU Darat menyisir sepanjang garis pantai dan area tebing yang sulit dijangkau. Pencarian dilakukan sejak pagi sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
Hingga siang hari, jasad santriwati tersebut berhasil ditemukan sekitar pukul 14.51 WIB. Dengan telah ditemukannya, operasi SAR gabungan secara resmi dinyatakan selesai. ”Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah langsung dibawa ke RS Mardi Waluyo Kota Blitar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.
Sebelumnya, peristiwa laka laut tersebut terjadi pada Kamis (11/6) sekitar pukul 11.15 WIB saat rombongan santri dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan outing class di Pantai Pangi.
Saat berada di tepi pantai, tiga santri dilaporkan terseret ombak besar. Dua korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis, sementara Mariam dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan selama enam hari terakhir.
Selama proses pencarian, unsur yang terlibat terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan kebencanaan, nelayan setempat, serta berbagai elemen masyarakat. Cuaca cerah selama operasi hari terakhir turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. ”Operasi SAR gabungan dihentikan setelah korban ditemukan. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian,” pungkasnya.(jar/sub)
Editor : Regina Gavin Agata