BLITAR KAWENTAR – Ratusan relawan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Blitar Raya bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi damai di Kota Blitar, Kamis (18/6). Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi damai ini dilakukan karena belakangan MBG menjadi sorotan akibat munculnya usulan penghentian program tersebut dari sejumlah pihak.
Dalam aksi yang berlangsung tertib itu, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi dukungan terhadap program unggulan pemerintah tersebut. Mereka menegaskan bahwa MBG harus tetap berjalan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Koordinator aksi yang juga perwakilan Sobat MBG Blitar Raya, Jaka Prasetya, mengatakan para relawan sengaja turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait pentingnya keberlanjutan program pemenuhan gizi bagi anak-anak. Para relawan memiliki pengalaman langsung di lapangan karena setiap hari terlibat dalam proses penyediaan hingga pendistribusian makanan bergizi kepada penerima manfaat.
”Kami turun ke jalan untuk menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus tetap dilanjutkan. Selama ini kami melihat sendiri dampak positifnya bagi masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan gizi anak-anak dan mengurangi risiko stunting,” ujarnya.
Dia melanjutkan, berbagai kritik yang muncul terhadap pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar dalam sebuah program berskala nasional. Namun, persoalan teknis yang muncul seharusnya dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
Dia menilai keberadaan program tersebut sangat membantu masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi yang memadai.
Manfaat program, lanjut dia, mungkin tidak terlalu terasa di kawasan perkotaan yang memiliki banyak pilihan akses pangan. Namun berbeda dengan kondisi di sejumlah wilayah pelosok yang masih membutuhkan dukungan program pemerintah untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.
”Di desa-desa dan wilayah pesisir, program ini menjadi harapan banyak keluarga. Karena itu kami berharap pemerintah tetap melanjutkan program ini sembari melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang ada,” jelasnya.
Selain menyampaikan aspirasi, para peserta aksi juga membagikan selebaran edukatif kepada pengguna jalan mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi bagi anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.
Aksi damai berlangsung tanpa gangguan dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Para relawan berharap dukungan yang mereka sampaikan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis ke depan. ”Saat ini yang kami perjuangkan bukan sekadar program, tetapi masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu kami berharap MBG tetap berjalan dan terus diperbaiki agar manfaatnya semakin besar,” pungkasnya.(jar/sub)
Editor : Regina Gavin Agata