Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Akmal Budianto mengatakan, hingga saat ini pernyataan Samanhudi masih sebatas pernyataan pribadi. Pengunduran diri baru dapat diproses setelah disampaikan secara administratif dan dipelajari oleh KONI Jawa Timur.
”Statement Pak Samanhudi itu masih statement pribadi. Nanti harus diikuti proses administrasi dan akan dipelajari oleh KONI provinsi, termasuk alasan pengunduran dirinya,” ujarnya.
Baca Juga: Hibah dari Pemkot Blitar Urung Cair, Cabor Berupaya Keras Andalkan dari Sponsor
Menurut dia, apabila pengunduran diri dilakukan sebelum masa jabatan mencapai separo periode atau kurang dari dua tahun, maka KONI Kota Blitar wajib menggelar Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Muskotlub) untuk memilih ketua baru.
“Kalau mengundurkan diri sebelum melampaui separo masa bakti, harus digelar Muskotlub. Itu sudah diatur dalam mekanisme organisasi,” tegasnya.
Akmal juga menanggapi wacana penunjukan Wakil Ketua I KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, untuk menjalankan roda organisasi. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan melalui keputusan rapat pleno internal. Namun hanya sebatas penunjukan ketua harian, bukan pengganti definitif ketua KONI.
”Kalau pleno menunjuk salah satu wakil ketua menjadi ketua harian, itu bisa. Tetapi itu keputusan internal dan bukan berarti menggantikan posisi ketua secara definitif,” jelasnya.
Dia menegaskan, KONI Jawa Timur tidak akan mencampuri urusan personal maupun figur yang memimpin KONI di daerah. Dia hanya memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan organisasi.
”KONI Jawa Timur tidak punya kepentingan soal orangnya siapa. Yang menjadi perhatian kami adalah mekanisme dan aturan mainnya harus sesuai AD/ART,” katanya.
Akmal menambahkan, selama hasil musyawarah dan keputusan organisasi dijalankan sesuai prosedur, KONI Jawa Timur akan menghormati dan menetapkannya.
Baca Juga: Daftar 13 Klub Sepak Bola Luar Negeri Milik Orang Indonesia, Ada Oxford United hingga Inter MilanBaca Juga: Daftar 13 Klub Sepak Bola Luar Negeri Milik Orang Indonesia, Ada Oxford United hingga Inter Milan
”Kalau tidak ada pelanggaran aturan, ya kami hormati. Siapa pun yang dipilih melalui mekanisme yang benar akan kami tetapkan,” pungkasnya.(bud/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah