BLITAR KAWENTAR – Program bus sekolah gratis yang melayani rute Kecamatan Kesamben menuju Kecamatan Doko semakin diminati masyarakat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar mencatat jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan tersebut terus mengalami peningkatan sejak pertama kali dioperasikan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, mengatakan tingkat keterisian penumpang pada trayek tersebut menunjukkan tren positif. Jika pada awal peluncuran jumlah pengguna masih relatif sedikit, kini hampir setiap perjalanan bus terisi penuh oleh para pelajar yang berangkat maupun pulang sekolah.
Menurut Anik, kondisi tersebut tidak lepas dari semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi sekolah yang disediakan pemerintah daerah. Selain memberikan rasa aman bagi pelajar, keberadaan bus sekolah juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
”Awal-awal kemarin itu memang belum seberapa, bahkan sempat hanya diisi dua sampai lima anak karena bertepatan dengan masa libur setelah ujian. Namun saat ini, tingkat okupansi penumpang melonjak tajam berkisar antara 13 hingga 15 anak per trip, dan bus selalu terisi penuh,” ujarnya.
Dia menjelaskan, meningkatnya jumlah pengguna juga dipengaruhi oleh tingginya biaya transportasi pribadi, terutama setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan.
Banyak orang tua yang kini memilih memanfaatkan fasilitas bus sekolah gratis dibanding harus mengantar dan menjemput anak menggunakan kendaraan pribadi setiap hari.
Baca Juga: Hibah dari Pemkot Blitar Urung Cair, Cabor Berupaya Keras Andalkan dari Sponsor
Selain lebih hemat, layanan tersebut dinilai mampu memberikan kepastian transportasi bagi pelajar yang tinggal cukup jauh dari sekolah. Keberadaan bus sekolah juga membantu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur.
Anik menambahkan, dishub akan terus melakukan evaluasi terhadap operasional bus sekolah untuk memastikan layanan berjalan optimal dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat.
”Respons masyarakat luar biasa besar. Kami melihat para orang tua sekarang berpikir dua kali kalau harus mengantar jemput sendiri, mengingat pengeluaran untuk bensin tidak sedikit. Melalui kehadiran bus sekolah di trayek Kesamben-Doko ini, Pemkab Blitar murni memberikan pelayanan publik yang aman tanpa memikirkan untung-rugi, agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan meringankan beban finansial masyarakat,” katanya.
Dengan meningkatnya jumlah penumpang tersebut, dishub berharap keberadaan bus sekolah gratis dapat terus menjadi solusi transportasi.
”Kami upayakan transportasi yang aman, nyaman, sekaligus mendukung akses pendidikan bagi pelajar di Kabupaten Blitar," tutupnya.(kho/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah