BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kembali berburu dukungan anggaran pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Dinas PUPR mengusulkan perbaikan jalan hingga pembangunan jembatan dengan total nilai mencapai ratusan miliar rupiah ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Agus Zaenal mengatakan telah mengajukan usulan perbaikan jalan senilai sekitar Rp 94 miliar melalui aplikasi Sitia milik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU. Usulan tersebut mencakup penanganan ruas jalan sepanjang kurang lebih 19 kilometer di wilayah selatan dan timur Kabupaten Blitar yang selama ini menjadi jalur pendukung sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.
”Saat ini yang kami usulkan sekitar Rp 94 miliar untuk penanganan ruas jalan kurang lebih 19 kilometer. Fokusnya berada di wilayah timur yang menghubungkan Binangun, Wates, hingga perbatasan Malang,” ujar Agus.
Selain itu, usulan juga mencakup ruas Wates–pantai selatan atau jalur lintas selatan (JLS) melalui Ringinrejo dan Tulungrejo, serta jalur Besole–JLS yang melintasi wilayah Wonotirto.
Baca Juga: Anggaran Minim karena Efisiensi, Tak Ada Tambahan Buku Baru di Perpusda Kota Blitar
Menurut Agus, kedua koridor tersebut menjadi prioritas karena memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas hasil pertanian dan akses kawasan selatan.
Tidak hanya jalan, Pemkab Blitar juga mengajukan pembangunan dua jembatan strategis kepada Kementerian Infrastruktur sebagai tindak lanjut aspirasi petani tebu yang sebelumnya disampaikan dalam forum deklarasi petani.
Dua jembatan yang diusulkan yakni Jembatan Ngembul di Kecamatan Binangun dan Jembatan Kaulon yang menghubungkan wilayah Binangun dan Sutojayan.
“Dua jembatan itu menjadi prioritas. Khusus Jembatan Ngembul, kebutuhan pembangunan cukup besar karena bentangnya sekitar 70 meter sehingga kebutuhan anggarannya hampir Rp 80 miliar,” ungkapnya.
Apabila usulan tersebut disetujui, pelaksanaan pembangunan sepenuhnya akan ditangani pemerintah pusat. Pemkab Blitar hanya bertindak sebagai penerima manfaat dari program tersebut.
Baca Juga: Pemkot Blitar Alokasikan Anggaran Rp 900 juta Lebih untuk Honor Pendamping Program Karya Mas
Bahkan, pemkab saat ini kami juga berupaya mencari dukungan dari Komisi V DPR RI agar usulan ini mendapat perhatian. Upaya ini dilakukan untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang ada di Bumi Penataran.
”Sekarang tematiknya ketahanan pangan. Wilayah selatan Kabupaten Blitar merupakan sentra hortikultura, cabai, hingga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Selain itu juga mendukung swasembada gula sehingga infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi menjadi sangat penting,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma