JAS MERAH: Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, di hadapan jemaah pengajian akbar Haul Bung Karno, mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan terus menghargai jasa para pahlawan.
BERSALAWAT: Gus Son memimpin salawatan di peringatan Haul Ke-56 Bung Karno, Sabtu (20/6) malam.
BLITAR KAWENTAR – Rangkaian peringatan Bulan Bung Karno tahun ini berlangsung meriah dan sukses digelar.
Berbagai agenda yang telah berlangsung sepanjang Juni itu ditutup dengan Selamatan dan Pengajian Akbar Peringatan Haul Ke-56 Bung Karno serta Ziarah Nasional di kawasan Makam Bung Karno.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Baca Juga: “Drama” KONI Kota Blitar Masih Berlanjut, Kunci Kantor KONI Masih Ditahan Pemkot dengan Alasan Ini
Puncak kegiatan haul dipusatkan di sepanjang Jalan Ir Soekarno hingga kawasan Makam Bung Karno dengan melibatkan ribuan warga.
”Alhamdulillah seluruh rangkaian Bulan Bung Karno berjalan lancar. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap Bung Karno sekaligus bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan bangsa,” ujarnya, kemarin.
Peringatan haul diawali dengan semaan Alquran yang diikuti sekitar 2.000 jemaah.
Baca Juga: Vaksin PMK Tambahan di Drop Agustus, Disnakkan Kabupaten Blitar: Kami Masih ada Stok 44 Ribu Dosis
Pada malam harinya, masyarakat mengikuti kenduri tumpeng atau ambengan yang jumlahnya mencapai lebih dari 600 ambengan dari masing-masing RT di Kota Blitar.
Tradisi tersebut telah menjadi agenda rutin setiap peringatan Haul Bung Karno sebelum dilanjutkan dengan pengajian akbar.
Pengajian akbar dihadiri jajaran forkopimda, tokoh nasional, ulama, budayawan, seniman, hingga masyarakat umum yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan itu, wali kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.
Menurutnya, peringatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk mengingat perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan.
Terutama bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah bangsa.
Sebelumnya, Bulan Bung Karno diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila dan Grebeg Pancasila, dilanjutkan Brokohan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni.
Kemudian, pada 14-15 Juni digelar peresmian patung baru Bung Karno di Istana Gebang yang diresmikan langsung presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, usai renovasi kawasan tersebut.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, Bulan Bung Karno selalu menjadi momentum yang dinantikan masyarakat.
Baca Juga: Akun Instagram Pemkab Blitar Diretas, Warga Kena Tipu Giveaway Iphone hingga Belasan Juta
Selain menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya, agenda tersebut juga berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
”Bulan Bung Karno bukan sekadar rangkaian event, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian Bulan Bung Karno akhirnya ditutup dengan Ziarah Nasional di Makam Bung Karno yang dihadiri tokoh penting nasional.
Baca Juga: Pantai Selatan dan Nyi Roro Kidul, Mengapa Legenda Sang Ratu Laut Masih Dipercaya hingga Sekarang?
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemkot Blitar berharap semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah perjuangan bangsa terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda yang diharapkan mampu meneladani nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Bung Karno.(sub/c1)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari