BLITAR KAWENTAR - Kondisi fisik jemaah haji asal Kota Blitar yang tergabung dalam Kloter SUB 106 mulai diuji oleh faktor cuaca. Menjelang jadwal kepulangan ke tanah air, diperkirakan lebih dari 25 persen jemaah mulai mengeluhkan gejala batuk dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Fenomena ini dipicu oleh paparan suhu ekstrem selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Keluhan kesehatan ini terjadi secara bergantian dan tidak hanya dirasakan oleh para jemaah, tetapi juga menular ke tim pendamping. Petugas kloter hingga tim medis dilaporkan ikut bertumbangan akibat radang tenggorokan.
"Kami tidak punya data yang pasti karena setiap hari yang terkena itu seperti bergantian begitu. Tapi perkiraan lebih dari 25 persen jemaah yang mengalaminya," ujar Pembimbing Ibadah Kloter 106, Habib Mustofa, kepada Koran ini.
Baca Juga: Demi Mulusnya Proyek KDMP di Lingkungan Sekolah, Pemkab Blitar Hapus Aset SDN Tlogo 02
Habib menambahkan, kondisi tersebut bahkan juga menimpa para petugas lapangan yang mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Suhu yang fluktuatif dan kelelahan fisik menjadi faktor utama.
"Saya pun juga agak batuk, termasuk tim medis juga. Bahkan, banyak tim medis di kloter-kloter lain yang terkena batuk, radang tenggorokan, sampai suaranya nyaris hilang," imbuhnya.
Meski mayoritas jemaah mulai mengalami batuk-batuk jelang kepulangan, Habib memastikan kondisi umum 161 jemaah asal Kota Blitar tersebut dalam kategori aman dan sehat. Aktivitas ibadah pun tetap berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Baca Juga: Cara Memecah Sertifikat Tanah di BPN, Simak Syarat, Biaya, dan Tahapan Pengurusannya
Sejak Jumat (19/6) lalu, jemaah kloter 106 telah resmi didorong dari Makkah menuju Madinah Al-Munawwarah. Sebelum bertolak, jemaah menyempatkan diri melaksanakan Tawaf Wada’ sebagai momen perpisahan yang mengharukan dengan Masjidil Haram dan Kota Makkah. Perjalanan darat antarkota sejauh kurang lebih 435 kilometer tersebut berhasil ditempuh dengan aman.
"Ya betul, ini perjalanan Makkah-Madinah sejauh sekitar 435 kilometer. Di Madinah, agendanya untuk ziarah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dan beribadah sholat fardu 5 waktu, istilah terdahulu salat Arba'in di Masjid Nabawi atau makmum kepada Imam Masjid Nabawi," jelas Habib, merinci agenda jemaah.
Selain beriktikaf di Masjid Nabawi, jemaah juga mendirikan salat sunah serta berziarah ke berbagai tempat bersejarah dalam perkembangan perjuangan Rasulullah dalam mensyiarkan agama Islam.
Sembari menuntaskan sisa agenda ibadah dan ziarah di Madinah, saat ini jemaah juga sudah mulai sibuk melakukan packing baju, menata koper, serta mengemas oleh-oleh. “Jika sesuai jadwal, seluruh jemaah kloter 106 yang berjumlah 161 orang ini akan tiba kembali di Indonesia pada hari Minggu, 28 Juni mendatang,” tandasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma