Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Asna Rosida, Sukses Digitalisasi Enting-Enting Geti Karangsari dari Dapur Rumahan hingga Tembus Pasar Nasional

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:51 WIB
Produk enting-enting geti Kridasari hasil produksi UMKM Karangsari, Kota Blitar, kini menembus pasar nasional berkat pemasaran digital dan live streaming.
Produk enting-enting geti Kridasari hasil produksi UMKM Karangsari, Kota Blitar, kini menembus pasar nasional berkat pemasaran digital dan live streaming.

BLITAR KAWENTAR – Kisah sukses UMKM Blitar kembali datang dari sektor kuliner tradisional. Asna Rosida, perempuan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, berhasil mengembangkan usaha enting-enting geti Karangsari dari skala rumahan menjadi produk oleh-oleh yang dikenal hingga berbagai daerah di Indonesia. Berkat pemanfaatan digital marketing dan live streaming, jajanan khas Blitar tersebut kini rutin dikirim ke Jakarta, Batam, Padang, hingga Merauke.


Keberhasilan enting-enting geti Karangsari menembus pasar nasional tidak diraih secara instan. Di balik perkembangan usaha tersebut terdapat proses panjang, inovasi berkelanjutan, serta kemampuan membaca peluang di era digital.


Saat ini, produk yang dipasarkan dengan merek Kridasari tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM Blitar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan industri makanan modern.

Baca Juga: Gerak Cepat Taspen Jelang Pencairan 1 Juli 2026, Begini Fakta Sebenarnya Soal Rapelan Gaji Pensiunan yang Ramai Dibicarakan


Berawal dari Rasa Penasaran terhadap Sebuah Resep
Perjalanan usaha Asna Rosida dimulai pada tahun 2012. Kala itu, dirinya tidak memiliki rencana besar untuk menjadi pengusaha makanan. Semuanya berawal dari rasa penasaran terhadap sebuah resep yang ditemukan dalam buku panduan panci serbaguna.


Resep tersebut kemudian dicoba dan dimodifikasi sesuai seleranya. Hasilnya ternyata mendapat respons positif dari teman maupun keluarga yang mencicipinya.


“Waktu itu hanya coba-coba. Saya melihat resepnya, lalu saya modifikasi sendiri. Setelah dicicipi teman dan saudara, mereka bilang rasanya enak dan berbeda dari enting-enting yang sudah ada,” kenangnya.


Dari situlah lahir produk enting-enting geti dengan merek Kridasari. Nama tersebut memiliki makna khusus. Kata Krida berarti terus berkarya, sedangkan Sari diambil dari nama kampung halamannya, Karangsari.
Berbekal kemasan sederhana berupa toples kecil, Asna mulai menawarkan produknya ke sejumlah toko oleh-oleh di Kota Blitar. Tak disangka, satu kardus produk yang dititipkannya habis terjual hanya dalam waktu satu minggu.

Baca Juga: Dirut Taspen Bongkar Data Terbaru di DPR: Kelola Dana Rp400 Triliun, Layani 7,8 Juta Peserta dan 3,1 Juta Pensiunan


Dirintis Sambil Bekerja Sebagai Karyawan Swasta
Keberhasilan awal tersebut menjadi suntikan semangat bagi Asna untuk terus mengembangkan usahanya. Namun saat itu dirinya masih bekerja sebagai karyawan swasta sehingga produksi dilakukan setelah pulang kerja.


Setiap malam selepas Magrib, Asna mengerjakan seluruh proses produksi seorang diri. Mulai dari menyiapkan bahan, memasak, hingga mengemas produk untuk memenuhi pesanan pelanggan.


“Tentu belum punya karyawan. Jadi semua dikerjakan sendiri. Kadang sampai pagi karena pesanan terus bertambah,” ujarnya.


Seiring meningkatnya permintaan pasar, jaringan pemasaran juga semakin luas. Produk Kridasari mulai masuk ke berbagai pusat oleh-oleh di Kota Blitar dan sekitarnya.
Pertumbuhan usaha yang terus meningkat akhirnya mendorong Asna mendirikan PT Krida Jaya Semesta pada tahun 2023 sebagai payung usaha yang menaungi berbagai varian produk enting-enting geti.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026 Resmi Terbit? Taspen Buka Fakta Sebenarnya, Ini Nominal Pensiun yang Cair 1 Juli


Inovasi dan Adaptasi Menjadi Kunci Bertahan
Menurut Asna, salah satu kunci utama mempertahankan usaha selama lebih dari satu dekade adalah keberanian untuk terus berinovasi.


Dia tidak ragu melakukan perubahan kemasan maupun menciptakan varian baru berdasarkan masukan dari konsumen. Baginya, kebutuhan pasar harus dijadikan peluang untuk menciptakan produk yang lebih diminati.


“Kalau pasar meminta sesuatu, kita harus mencari solusi. Jangan menolak pasar. Justru dari permintaan konsumen itu sering lahir produk baru yang akhirnya diminati banyak orang,” tuturnya.


Saat ini, usaha yang dirintisnya telah mempekerjakan 13 tenaga kerja. Proses produksi yang sebelumnya dilakukan secara manual juga mulai menggunakan berbagai mesin modern untuk meningkatkan kapasitas produksi.


Meski demikian, kualitas bahan baku tetap menjadi prioritas. Kacang tanah, wijen, gula jawa, dan gula pasir masih menjadi komponen utama yang dipertahankan untuk menjaga cita rasa khas enting-enting geti Karangsari.

Baca Juga: Indomobil eMotor Quty Pro Tampil Mencuri Perhatian, Motor Listrik Rp15 Jutaan Ini Cocok untuk Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga


Live Streaming Dongkrak Penjualan hingga Jutaan Rupiah
Transformasi terbesar dalam perjalanan usaha Kridasari terjadi ketika Asna mulai serius memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Bekal ilmu digital marketing yang dipelajarinya selama kuliah membuat dirinya berani tampil sebagai kreator konten sekaligus host live streaming untuk mempromosikan produk secara langsung.


Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan penjualan. Menjelang Lebaran tahun ini, omzet penjualan melalui live streaming melonjak signifikan.
Dalam satu sesi siaran langsung yang berlangsung kurang dari dua jam, penjualan bahkan mampu mencapai Rp 3,5 juta.


Tak hanya meningkatkan omzet, pemasaran digital juga membuka akses pasar yang jauh lebih luas. Produk Kridasari kini rutin dikirim ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh pemasaran konvensional.
Asna mengaku terharu melihat banyak perantau asal Blitar maupun Jawa yang menemukan kembali cita rasa masa kecil mereka melalui produk yang dipasarkan secara digital.


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tidak kalah bersaing dengan produk modern. Dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital, enting-enting geti Karangsari berhasil menjelma menjadi salah satu produk unggulan UMKM Blitar yang dikenal masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

Editor : Regina Gavin Agata
#asna rosida #oleh oleh khas blitar #digital marketing #enting enting #umkm blitar