Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Blitar Booming Kasus Penyakit Menular! Dinkes Gercep Edukasi Pangan Aman di Kepanjenkidul Guna Putus Rantai Diare dan Tifus Melalui STBM Pilar 3

M. Subchan Abdullah • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:18 WIB
CEGAH PENYAKIT MENULAR: Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, saat memberikan edukasi pengelolaan pangan aman (STBM Pilar 3) di Kepanjenkidul guna menekan kasus diare dan tifus.
CEGAH PENYAKIT MENULAR: Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, saat memberikan edukasi pengelolaan pangan aman (STBM Pilar 3) di Kepanjenkidul guna menekan kasus diare dan tifus.

BLITAR KAWENTAR- Ancaman penyakit menular seperti diare dan tifus kini sedang menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Blitar. Merespons lonjakan kasus yang mengkhawatirkan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar tidak tinggal diam dan segera melakukan langkah cepat dengan menggelar aksi edukasi masif mengenai pentingnya pengelolaan makanan dan minuman rumah tangga yang aman bagi masyarakat.

Kegiatan krusial ini dipusatkan di Kecamatan Kepanjenkidul dan menyasar perwakilan dari setiap rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), serta tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil guna mempercepat penyebaran informasi dan kesadaran di tingkat paling dasar, yaitu keluarga, sebagai benteng utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit menular yang kerap terjadi akibat kontaminasi pangan.

Dalam keterangannya, Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, menegaskan bahwa keamanan pangan di lingkungan rumah tangga memegang peranan yang sangat fundamental dan tidak boleh diabaikan dalam mencegah penularan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui makanan. Diare, tifus, kolera, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya dapat ditekankan secara signifikan dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dari dapur rumah.

Baca Juga: Lagi, 3 Napi Tersangka Jaringan Pengedar Pil Koplo dari Balik Lapas Blitar, Polisi Buru Bandar Utama yang Kabur

"Pengelolaan makanan dan minuman rumah tangga yang baik dan aman adalah salah satu pilar utama untuk melindungi keluarga kita tercinta dari ancaman penyakit yang berbahaya. Melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM, khususnya Pilar 3 yang fokus pada pengelolaan pangan aman, kami ingin memberikan edukasi yang jelas dan praktis kepada masyarakat tentang bagaimana caranya memastikan setiap suapan makanan dan setiap tegukan minuman yang dikonsumsi adalah sehat dan higienis," ujar dr. Christine.

Dalam sesi edukasi STBM yang diselenggarakan dengan penuh interaksi, dr. Christine Indrawati menyampaikan lima langkah praktis dan mudah diingat bagi masyarakat untuk memastikan keamanan pangan di dapur rumah mereka masing-masing. Langkah-langkah tersebut mencakup:

Pertama, jadikan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebagai kebiasaan wajib sebelum menyentuh, mengolah, dan menyajikan makanan. Kebiasaan sederhana ini adalah pertahanan pertama yang paling efektif dalam membasmi kuman, bakteri, dan virus yang menempel di tangan.

Baca Juga: Rastrada Kota Blitar Ditarget Cair Bulan Ini, Wali Kota Mas Ibin Pastikan Penyaluran Beras Tepat Sasaran dan Berkualitas

Langkah kedua, berikan perhatian penuh pada pemilihan bahan makanan. Pastikan untuk selalu memilih bahan-bahan segar, bersih, dan berkualitas baik, serta hindari bahan makanan yang sudah kedaluwarsa atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Ketiga, pastikan proses memasak dilakukan dengan benar dan tuntas. Makanan, terutama daging, ayam, telur, dan hidangan berbahan dasar hewan, harus dimasak hingga benar-benar matang sempurna guna mematikan bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.

Langkah keempat, perhatikan penyajian makanan yang aman. Sajikan hidangan di wadah yang bersih, kering, dan selalu gunakan peralatan makan yang telah dicuci bersih dengan sabun. Gunakan penutup makanan yang rapat untuk melindunginya dari hinggapan lalat, serangga, debu, dan kontaminan lain yang dapat merusak kualitas makanan.

Baca Juga: Pemkab Blitar Kejar Izin Kelola 600 Hektare Pesisir Selatan, PAD Pariwisata Terancam Terus Menurun

Terakhir, terapkan penyimpanan makanan yang benar dan higienis. Simpan makanan sisa yang masih layak konsumsi di dalam wadah tertutup yang rapat dan diletakkan di tempat penyimpanan yang sejuk atau kulkas. Jangan lupa untuk selalu memanaskan kembali makanan sisa tersebut hingga mendidih atau panas sempurna sebelum disajikan dan dikonsumsi.

Dengan penuh semangat, dr. Christine Indrawati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Blitar untuk tidak menunda-nunda dan segera mulai menerapkan lima langkah pengelolaan pangan aman ini dari dapur rumah masing-masing. Langkah-langkah ini bukan hanya investasi untuk kesehatan keluarga saat ini, tetapi juga fondasi yang kuat untuk menciptakan masa depan keluarga yang lebih sehat, aktif, produktif, dan bebas dari penyakit menular.

Editor : Azahra Meilisani Salma
#tifus #Cegah #diare #penyakit menular #dinkes kabupaten blitar