PATROLi: Polisi melakukan pengecekan di salah satu perlintasan KA di Sanankulon yang sudah dilengkapi palang pintu dan rambu.
BLITAR KAWENTAR – Kawasan perlintasan kereta api di Kecamatan Sanankulon masih menjadi titik rawan kecelakaan yang membutuhkan perhatian serius.
Dari enam perlintasan kereta api yang tersebar di wilayah Desa Sanankulon dan Desa Kalipucung, empat di antaranya hingga kini belum dilengkapi petugas penjaga maupun palang pintu.
Kondisi tersebut membuat jajaran Polsek Sanankulon terus meningkatkan patroli sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan potensi kecelakaan di perlintasan kereta api yang setiap hari dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Patroli rutin dilakukan dengan menyisir seluruh titik perlintasan kereta api di wilayah hukum Polsek Sanankulon.
Selain memantau arus lalu lintas, petugas juga memastikan kondisi rambu-rambu keselamatan masih berfungsi dengan baik sehingga dapat memberikan peringatan kepada pengguna jalan sebelum melintasi rel.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan kepolisian, terdapat enam titik perlintasan kereta api di Kecamatan Sanankulon.
Empat di antaranya merupakan perlintasan tanpa penjaga, satu perlintasan telah dilengkapi petugas beserta palang pintu, sedangkan satu titik lainnya berupa jembatan layang dengan ketinggian sekitar 3,7 meter yang berada di Dusun Kalipucung.
Keberadaan perlintasan tanpa penjaga dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan perlintasan yang telah dilengkapi sistem pengamanan. Pengguna jalan dituntut memiliki kewaspadaan ekstra karena tidak ada petugas yang mengatur arus kendaraan saat kereta api melintas.
Dalam patroli tersebut, personel kepolisian juga mengecek kondisi marka jalan, papan peringatan, hingga tanda bahaya di sekitar rel.
Seluruh perangkat keselamatan harus tetap terlihat jelas agar dapat membantu pengendara mengambil keputusan dengan tepat ketika hendak menyeberang.
Kanit Samapta Polsek Sanankulon Aiptu Rudy Sudjarwo mengatakan keselamatan di perlintasan kereta api sangat bergantung pada tingkat kewaspadaan masyarakat, terutama di lokasi yang belum memiliki penjaga maupun palang pintu otomatis.
"Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat pengguna jalan untuk tetap waspada dan berhati-hati ketika hendak menyeberang rel kereta api, tengok kanan dan kiri terlebih dahulu sebelum menyeberang," ujarnya.
Menurut Rudy, kebiasaan sederhana seperti mengurangi kecepatan kendaraan, berhenti sejenak, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas dapat mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru ketika melintasi rel kereta api. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar waktu perjalanan.
Selain melakukan patroli, Polsek Sanankulon juga terus menjalin koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) apabila ditemukan titik yang dinilai memiliki potensi membahayakan pengguna jalan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar setiap permasalahan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti, baik berupa perbaikan rambu, penambahan fasilitas keselamatan, maupun evaluasi terhadap kondisi perlintasan yang dianggap rawan.
"Kami tetap koordinasi dan komunikasi dengan pihak KAI apabila menemukan lokasi yang rawan atau berpotensi terjadi kecelakaan sehingga bisa segera ditindaklanjuti," pungkas Rudy.
Pihak kepolisian berharap sinergi antara aparat, PT KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kawasan perlintasan kereta api.
Dengan meningkatnya kesadaran pengguna jalan, risiko kecelakaan di perlintasan sebidang di Kecamatan Sanankulon diharapkan dapat terus ditekan sehingga perjalanan kereta api maupun aktivitas masyarakat berlangsung aman dan lancar.(kho/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari