BLITAR KAWENTAR – Pie Nanas Blitar kini menjadi salah satu buah tangan khas yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Kota Patria. Di balik kesuksesan produk tersebut, tersimpan kisah perjuangan pasangan suami istri Khubil Maal dan Fitri Maulana yang berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Pandemi yang melumpuhkan sektor pariwisata pada 2020 menjadi titik balik perjalanan usaha mereka. Bisnis toko oleh-oleh yang sebelumnya bergantung pada kunjungan wisatawan terpaksa berhenti beroperasi karena hampir tidak ada lagi pelancong yang datang ke Blitar.
Namun, kondisi sulit itu justru melahirkan ide bisnis baru yang kini berkembang menjadi salah satu produk kuliner khas daerah. Pie Nanas Blitar lahir dari kreativitas dan keberanian pasangan tersebut memanfaatkan peluang di tengah situasi yang serba terbatas.
Berawal dari Toko Oleh-Oleh yang Terpaksa Tutup
Sebelum pandemi, Khubil Maal bekerja sebagai tenaga pemasaran di salah satu destinasi wisata terbesar di Kota Batu, Jawa Timur. Pengalaman selama enam tahun membangun jaringan dengan biro perjalanan, pemandu wisata, hingga rombongan tur menjadi bekal saat memutuskan membuka toko oleh-oleh di Blitar bersama sang istri.
Usaha tersebut sempat berkembang dengan baik. Wisatawan dari berbagai daerah menjadi pelanggan utama mereka. Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sektor wisata menjadi salah satu yang paling terdampak.
Pembatasan aktivitas masyarakat membuat kunjungan wisatawan berhenti total. Akibatnya, toko oleh-oleh yang mengandalkan pasar wisatawan kehilangan pelanggan dan akhirnya harus ditutup.
Menurut Fitri Maulana, kondisi saat itu menjadi masa tersulit dalam perjalanan hidup mereka. Bahkan, mereka merasa berada di titik yang bukan hanya nol, tetapi sudah berada di bawahnya.
Hobi Membuat Kue Menjadi Jalan Keluar
Saat usaha berhenti, Fitri memilih mengisi waktu dengan menekuni hobinya membuat kue. Berbekal teflon sederhana, ia mencoba membuat pie susu untuk dinikmati bersama keluarga.
Tak disangka, ketika hasil buatannya diunggah ke media sosial, banyak teman dan kerabat yang tertarik untuk membeli. Pesanan mulai berdatangan meski masih dalam jumlah kecil.
Melihat peluang tersebut, pasangan ini mulai serius menjalankan usaha rumahan. Sang suami yang memiliki pengalaman di bidang pemasaran membantu mengenalkan produk melalui berbagai platform media sosial.
Seiring meningkatnya permintaan, muncul ide untuk menghadirkan produk yang benar-benar mencerminkan identitas Blitar.
Mengangkat Nanas sebagai Ikon Kuliner Blitar
Blitar dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nanas di Jawa Timur. Berangkat dari potensi tersebut, pasangan Khubil dan Fitri mulai bereksperimen menggabungkan pie dengan isian nanas.
Berbagai percobaan dilakukan hingga akhirnya menemukan resep yang sesuai. Produk baru itu kemudian diperkenalkan kepada pelanggan dan mendapat respons positif.
Sejak saat itu, Pie Nanas Blitar menjadi produk utama yang terus dikembangkan. Harapannya, pie nanas dapat menjadi oleh-oleh khas sebagaimana bakpia identik dengan Yogyakarta atau pie susu yang melekat dengan Bali.
Selain mempertahankan cita rasa, mereka juga terus memperbaiki kualitas produk agar mampu bersaing di pasar oleh-oleh.
Viral di TikTok, Pesanan Datang dari Berbagai Daerah
Perjalanan usaha semakin berkembang berkat pemasaran digital. Mereka aktif memanfaatkan Facebook, Instagram, dan TikTok sebagai media promosi.
Hasilnya mulai terlihat pada 2024 ketika salah satu video promosi Pie Nanas Blitar viral di TikTok. Sejak saat itu, pesanan meningkat tajam dan datang dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sumatera.
Saat ini, produksi dilakukan setiap hari dengan kebutuhan nanas mencapai sekitar 30 hingga 50 kilogram yang dipasok langsung dari petani lokal. Dalam sehari, mereka mampu menghasilkan sekitar 700 hingga 1.000 pie dengan berbagai varian rasa, seperti nanas, durian, susu, hingga brownies.
Meski terus berkembang, tantangan tetap ada. Kenaikan harga bahan kemasan dan kebutuhan regenerasi tenaga kerja menjadi persoalan yang harus dihadapi agar usaha tetap berkelanjutan.
Bagi Fitri Maulana, semua tantangan tersebut masih terasa lebih ringan dibanding masa-masa ketika pandemi memaksa usaha mereka berhenti total. Ia meyakini setiap kesulitan selalu menyimpan peluang bagi mereka yang mau terus berusaha.
Pandemi yang sempat menghentikan bisnis toko oleh-oleh justru menjadi awal lahirnya Pie Nanas Blitar yang kini dikenal sebagai salah satu buah tangan khas Kota Blitar. Kisah pasangan Khubil Maal dan Fitri Maulana pun menjadi bukti bahwa inovasi dan ketekunan mampu mengubah masa sulit menjadi peluang usaha yang menjanjikan.