Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Makam Aryo Blitar, Sosok yang Diyakini Cikal Bakal Berdirinya Kota Blitar Penuh Misteri

Regina Gavin Agata • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:39 WIB
SITUS BERSEJARAH: Kompleks Makam Aryo Blitar di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, dipercaya sebagai tempat peristirahatan tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kota Blitar dan hingga kini menjadi tujuan ziarah serta wisata sejarah.
SITUS BERSEJARAH: Kompleks Makam Aryo Blitar di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, dipercaya sebagai tempat peristirahatan tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kota Blitar dan hingga kini menjadi tujuan ziarah serta wisata sejarah.

BLITAR KAWENTAR – Makam Aryo Blitar menjadi salah satu situs sejarah yang hingga kini masih menyimpan berbagai misteri. Berlokasi di Jalan Pamungkur Nomor 24, Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, kompleks makam ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan tokoh yang dianggap sebagai cikal bakal berdirinya Kota Blitar.

Meski telah dikenal masyarakat sejak lama, identitas Aryo Blitar masih menjadi perdebatan para pemerhati sejarah. Berbagai sumber menyebutkan tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut memiliki latar belakang berbeda, mulai dari putra Raja Kartasura hingga sosok dalam legenda yang berkaitan dengan Kerajaan Majapahit.

Hingga kini, Makam Aryo Blitar tidak hanya menjadi tujuan ziarah, tetapi juga menjadi lokasi studi sejarah dan budaya yang banyak dikunjungi masyarakat.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Juara Moto3 Junior Estoril, Manuver Nekat di Lap Terakhir Bikin Rival Tak Berkutik

Sosok Pendiri Blitar Masih Menjadi Misteri

Kompleks Makam Aryo Blitar telah dikenal sejak sekitar tahun 1930. Di dalamnya terdapat dua makam utama yang dipercaya sebagai makam Aryo Blitar dan istrinya, Dewi Rayungwulan.

Salah satu versi sejarah yang tertulis dalam prasasti di lokasi menyebut Aryo Blitar merupakan putra Pakubuwono I dari Kerajaan Kartasura yang memiliki nama asli Raden Soetomo.

Tokoh tersebut diyakini memiliki jasa besar dalam membuka kawasan permukiman yang kemudian berkembang menjadi wilayah Blitar.

Namun hingga kini, para peneliti belum memperoleh kesimpulan pasti mengenai identitas sebenarnya dari Aryo Blitar karena masih terdapat sejumlah versi sejarah yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Viral di Belanda Jelang Moto3 Assen 2026, Fans Eropa Mulai Sebut Pembalap Indonesia Ini Calon Bintang Baru

Legenda Pengusir Bangsa Tartar

Selain berdasarkan prasasti, masyarakat juga mengenal kisah Aryo Blitar melalui legenda turun-temurun.

Diceritakan, pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang kini menjadi Blitar pernah dikuasai bangsa Tartar dari Asia Timur.

Majapahit kemudian mengutus seorang tokoh bernama Nila Suwarna untuk mengusir pasukan tersebut.

Setelah berhasil memenangkan pertempuran, Nila Suwarna memperoleh gelar Adipati Aryo Blitar I dan dipercaya memimpin wilayah yang telah dibebaskan.

Konon, daerah itu kemudian diberi nama Balitar atau Blitar yang diartikan sebagai "kembalinya" atau "pulangnya" bangsa Tartar dari wilayah tersebut.

Meski belum dapat dibuktikan secara ilmiah, legenda ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai asal-usul nama Blitar.

Baca Juga: Skandal Brian Uriarte vs Veda Ega Pratama Memanas, Dugaan Aksi Tidak Sportif di Moto3 Bikin Publik Desak Investigasi dan Sanksi Tegas

Kompleks Makam Sarat Nilai Budaya

Kompleks Makam Aryo Blitar berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi.

Selain bangunan cungkup yang menaungi dua makam utama, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Di antaranya terdapat gazebo yang menyimpan seperangkat gamelan Jawa yang kerap dimainkan masyarakat untuk melestarikan seni dan budaya tradisional.

Tak jauh dari area makam juga tersedia ruang baca atau perpustakaan mini yang berisi berbagai buku sejarah sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung.

Suasana kawasan semakin asri karena ditumbuhi berbagai jenis pohon dan tanaman hias yang membuat lingkungan makam terasa teduh.

Baca Juga: Bikin Iri! 10 Pasangan Atlet Voli Indonesia yang Cinlok di Proliga, Ada yang Jadi MVP hingga Berakhir di Pelaminan

Menjadi Tujuan Ziarah dan Wisata Sejarah

Hingga kini, Makam Aryo Blitar masih menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Blitar.

Banyak masyarakat datang untuk berziarah sekaligus mempelajari sejarah perkembangan Kota Blitar.

Sebagian pengunjung juga meyakini kawasan tersebut memiliki nilai spiritual sehingga datang dengan tujuan ngalap berkah.

Terlepas dari berbagai kepercayaan yang berkembang, Makam Aryo Blitar tetap menjadi salah satu situs budaya yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Blitar.

Keberadaannya menjadi pengingat perjalanan panjang terbentuknya Kota Blitar sekaligus warisan budaya yang terus dijaga agar dapat dikenal oleh generasi mendatang.

Editor : Regina Gavin Agata
#makam aryo blitar #sejarah blitar #Aryo Blitar #wisata sejarah blitar #Kota Blitar