BLITAR KAWENTAR - Bisnis ikan koi Blitar terus menunjukkan geliat positif. Salah satu pelaku usaha yang mampu bertahan di tengah berbagai tantangan adalah Kharis, peternak koi asal Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Berbekal ketekunan dan semangat pantang menyerah, ia berhasil membangun Raja Berantas Koi Farm yang kini melayani pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.
Usaha ikan koi Blitar yang dirintis sejak 2008 itu tak lahir dengan mudah. Haris mengaku pernah mengalami masa sulit hingga kehabisan modal. Bahkan, ia sempat berniat menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Namun, niat tersebut akhirnya diurungkan setelah mendapat bantuan dari seorang teman. Dukungan itulah yang membuatnya kembali bangkit dan melanjutkan usaha budidaya koi hingga berkembang seperti sekarang.
Berawal dari Hobi Sang Kakak
Haris bercerita, awal mula mengenal ikan koi berawal dari hobinya mengikuti sang kakak yang lebih dulu memelihara ikan hias tersebut. Dari sekadar mencoba-coba, ternyata hasil yang diperoleh cukup menjanjikan.
Sebelum fokus menjadi peternak koi, Haris mengaku bekerja serabutan. Ia pernah menjadi buruh bangunan hingga bekerja di sawah demi memenuhi kebutuhan hidup.
Meski perjalanan usahanya penuh suka dan duka, Haris memilih menikmati setiap proses. Menurutnya, tantangan dalam berwirausaha harus dijalani dengan rasa syukur dan tidak mudah mengeluh.
"Saya pernah hampir menyerah karena kehabisan modal. Tapi akhirnya dibantu teman dan bisa bangkit lagi," ujarnya.
Baca Juga: Kisah Eksportir Koi asal Blitar Berhasil Jualan Ikan Hias Unggul hingga Eropa
Budidaya Koi Mengandalkan Kolam Lumpur
Dalam proses pembesaran ikan, Haris lebih memilih menggunakan kolam tanah atau kolam lumpur dibanding kolam beton. Menurutnya, pertumbuhan koi di kolam lumpur jauh lebih cepat dan menghasilkan kualitas ikan yang lebih baik.
Sementara proses seleksi dan sortir ikan juga dilakukan di kolam sawah. Setelah itu, ikan yang akan dipasarkan dibawa pulang untuk menjalani proses perawatan akhir atau "salon" sebelum dijual kepada konsumen.
Ia menjelaskan, satu siklus budidaya koi membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan.
Selama masa tersebut dilakukan tiga kali proses sortir. Sortir pertama dilakukan saat ikan berumur satu bulan dengan ukuran sekitar lima sentimeter. Sortir kedua ketika usia empat bulan dengan panjang 15 hingga 20 sentimeter. Sedangkan sortir ketiga dilakukan saat umur tujuh bulan hingga ukuran mencapai 30 sampai 35 sentimeter sebelum akhirnya dipanen pada ukuran 40 sampai 50 sentimeter.
Fokus Mengembangkan Varietas Go Sanke
Saat ini Haris lebih banyak membudidayakan varietas Go Sanke yang terdiri atas Kohaku, Showa dan Sanke. Menurutnya, tiga jenis tersebut masih menjadi favorit para pecinta koi di Indonesia.
Baca Juga: Sensasi Berwisata Kuliner Ikan Segar di Pantai Tambakrejo Blitar
Selain Go Sanke, ia juga membudidayakan beberapa jenis koi polos yang tetap memiliki peminat tersendiri.
Seluruh ikan yang dipasarkan merupakan hasil pembenihan sendiri. Mulai dari indukan, pemijahan, pembesaran hingga pemasaran dilakukan secara mandiri.
"Kalau usaha sekarang harus menguasai semuanya, mulai dari produksi sampai menjual sendiri," katanya.
Pemasaran Online Hingga Luar Negeri
Selain melayani pembeli yang datang langsung ke lokasi, Haris juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan TikTok dengan nama akun Haris Koi.
Strategi pemasaran digital tersebut membuat konsumennya berasal dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan, hampir setiap hari ia mengirim ikan koi ke luar daerah, terutama ke Jakarta.
Sesekali, ikan hasil budidayanya juga dikirim ke luar negeri. Namun pengiriman internasional belum dilakukan secara rutin karena keterbatasan stok yang sesuai permintaan pasar.
Menurut Haris, kualitas air menjadi faktor paling penting dalam budidaya koi. Ia selalu menjaga sirkulasi air tetap bersih agar pertumbuhan ikan berjalan maksimal. Selain itu, penggunaan pakan khusus juga disesuaikan dengan kebutuhan, mulai untuk mempertajam warna merah, hitam, putih hingga mempercepat pertumbuhan tubuh ikan.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan