Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peternak Ikan Koi Blitar Ungkap Perjalanan Bisnis dari Nol, Kini Omzet Ratusan Juta dan Layani Pengiriman ke Seluruh Indonesia

Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:43 WIB
KAISAR KOI BLITAR
KAISAR KOI BLITAR

BLITAR KAWENTAR - Peternak ikan koi Blitar terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu penggerak industri ikan hias nasional. Salah satu sosok yang berhasil membangun bisnis dari nol adalah Samsul, owner Kaisar Koi Blitar. Berawal dari petani biasa hingga kini memiliki pelanggan dari seluruh Indonesia, perjalanan usahanya menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM.

Dalam wawancara di kanal YouTube VoIP Indonesia, peternak ikan koi Blitar yang akrab disapa Om Samsul itu menceritakan perjalanan panjangnya menekuni budidaya dan perdagangan koi sejak 2008. Berkat kerja keras dan keberanian mengambil peluang, usahanya berkembang hingga memiliki jaringan pemasaran online serta layanan pengiriman ikan sendiri.

Selain dikenal sebagai pemilik Kaisar Koi Blitar, Samsul juga aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial dan kanal YouTube miliknya. Kehadirannya di dunia digital sekaligus menjadi jawaban atas maraknya kasus penipuan jual beli ikan koi secara online.

Baca Juga: Wisata Dunia Pelangi Hadirkan Kolam Renang hingga Area Outbound

Berawal dari Rasa Penasaran terhadap Ikan Koi

Samsul mengaku mulai mengenal ikan koi pada 2008 saat masih bekerja sebagai petani. Ketertarikannya muncul setelah melihat ikan berwarna-warni milik seorang teman.

Saat itu ia bahkan belum mengetahui bahwa ikan koi merupakan ikan hias bernilai ekonomi tinggi. Ia sempat mengira ikan tersebut dijual layaknya ikan konsumsi.

Rasa penasaran membuatnya mulai belajar memelihara koi dari burayak. Ia membangun dua kolam lumpur sederhana sebagai tempat pembesaran ikan.

Untuk menopang modal usaha, Samsul tetap menjalankan bisnis ayam petelur. Hasil panen ayam digunakan untuk menutup kebutuhan operasional budidaya koi yang saat itu belum memberikan keuntungan besar.

Baca Juga: Pencari Ikan di Sungai Brantas yang Menantang Maut saat Flushing Bendungan Wlingi Raya Blitar

Belajar Jualan Online hingga Merantau ke Jakarta

Perjalanan bisnisnya berubah ketika mulai mengenal pemasaran online. Saat itu media sosial belum berkembang seperti sekarang sehingga ia memanfaatkan warnet untuk membuat email dan mengikuti lelang ikan koi secara daring.

Tak butuh waktu lama, ia mulai memberanikan diri menjual ikan ke luar daerah. Bahkan hanya sekitar setahun setelah mengenal dunia koi, Samsul nekat membuka usaha di Jakarta, tepatnya kawasan Pancoran.

Selama kurang lebih dua tahun ia merintis bisnis di ibu kota. Namun karena ingin lebih dekat dengan keluarga, ia akhirnya memutuskan kembali ke Blitar dan membangun usaha dari kampung halamannya.

Setelah sempat vakum, seorang sahabat kembali memotivasinya agar fokus mengembangkan lahan dan kolam yang sudah dimiliki. Keputusan itu menjadi titik balik berkembangnya Kaisar Koi Blitar hingga sekarang.

Pernah Rugi Puluhan Juta karena Listrik Padam

Kesuksesan yang diraih tidak lepas dari berbagai cobaan. Samsul mengaku pernah mengalami kerugian besar ketika listrik padam dan suplai oksigen ke kolam penampungan berhenti.

Akibatnya, ratusan ikan koi mati dalam waktu singkat. Kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah dan sempat membuatnya terpuruk.

Meski demikian, ia memilih bangkit perlahan. Prinsip yang selalu dipegang adalah tetap semangat dan menjalani usaha sedikit demi sedikit tanpa menyerah.

Menurutnya, setiap kegagalan pasti memiliki hikmah selama pelaku usaha mau terus belajar.

Baca Juga: Blitar Bisa Kalahkan Jepang di Dunia Koi, Ini Rahasianya!

Pemasaran Online hingga Ekspor

Kini Kaisar Koi Blitar melayani pembeli dari hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan pelanggan datang dari Merauke hingga Papua.

Tak hanya pasar domestik, permintaan dari luar negeri seperti Malaysia dan Jerman juga mulai berdatangan. Namun pengiriman internasional masih terkendala regulasi impor yang harus dipenuhi oleh pembeli di negara tujuan.

Untuk mendukung distribusi, Samsul juga membangun layanan logistik khusus bernama Kaisar Max Express.

Ekspedisi tersebut melayani pengiriman ikan koi di wilayah Jawa Timur hingga sebagian Jawa Tengah. Setiap armada telah dilengkapi tabung oksigen, plastik cadangan, serta perlengkapan penggantian kemasan apabila terjadi kendala selama perjalanan.

Menurutnya, keberadaan jasa ekspedisi khusus ikan akan membantu para pedagang koi mengurangi risiko kematian ikan saat proses pengiriman.

Optimistis Industri Koi Terus Berkembang

Samsul menilai semakin banyaknya pedagang ikan koi justru memberikan dampak positif bagi perkembangan industri koi Indonesia.

Ia berharap kehadiran pelaku usaha baru mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membeli ikan koi secara online dari penjual yang benar-benar memiliki farm dan usaha nyata.

Bagi Samsul, keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi, keberanian mencoba hal baru, serta kemauan belajar agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan usaha.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#peternak ikan koi blitar #bisnis koi #Budidaya Koi #koi