Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Mbah Mail, Sesepuh Budidaya Ikan Koi Blitar yang Merintis Sejak 1986 hingga Jadi Rujukan Peternak

Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:57 WIB
mbah mangil
mbah mangil

BLITAR KAWENTAR - Nama Ismail atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Mail sudah tidak asing di kalangan pecinta ikan koi. Pria asal Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini menjadi salah satu sesepuh budidaya ikan koi yang telah menekuni usaha tersebut sejak 1986.

Puluhan tahun berkecimpung di dunia koi membuat Mbah Mail dikenal luas sebagai pembudidaya yang konsisten menjaga kualitas ikan sekaligus berbagi ilmu kepada generasi penerus. Berbekal pengalaman panjang, ia berhasil membuktikan bahwa ketekunan mampu mengubah kehidupan, dari keluarga sederhana hingga menjadi peternak koi yang disegani.

Mengenal Ikan Koi Sejak Masih Remaja

Mbah Mail bercerita awalnya ia tidak langsung membudidayakan ikan koi. Saat masih remaja, ia lebih dulu memelihara berbagai jenis ikan hias seperti komet dan ikan hias lainnya.

Baca Juga: ⁠Waspada Musim Bediding Bisa Picu Jamuran pada Ikan, Disnakkan Blitar Minta Peternak Jaga Kebersihan Air Kolam

Perjalanannya berubah ketika seorang pengusaha membawa ikan koi dari Jakarta ke Blitar. Karena kolam milik pengusaha tersebut mengalami kekurangan air saat musim kemarau, ikan-ikan itu kemudian dititipkan di kolam milik keluarganya.

Dari situlah rasa penasaran muncul. Ia mulai mempelajari karakter ikan koi secara otodidak, bahkan belajar mengenali jenis-jenis koi hanya melalui buku. Saat itu masyarakat masih mengenal koi sebagai "tombro Jepang".

Pada 1986, Mbah Mail mulai mencoba membudidayakan koi sendiri. Jenis pertama yang dikembangkan adalah Sanke, kemudian berlanjut ke Showa, Shiro Utsuri, hingga berbagai varietas lain yang kini menjadi andalannya.

Berawal dari Keluarga Sederhana

Kesuksesan yang diraih saat ini bukan didapat dengan mudah. Mbah Mail mengaku berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Bahkan semasa sekolah, ia pernah merasa minder karena tidak memiliki perlengkapan sekolah yang layak.

Namun keterbatasan itu justru dijadikan motivasi untuk terus bekerja keras.

Baca Juga: Ancaman Fenomena El Nino, Disnakkan Minta Pembubidaya Ikan Waspada Risiko Kematian Meningkat

Baginya, memelihara koi bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan sebuah cita-cita yang terus dikejar. Ia selalu membayangkan suatu hari hasil budidayanya mampu mengubah taraf hidup keluarga.

Harapan tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Dari usaha koi, Mbah Mail mampu membeli sawah, membangun rumah, hingga memenuhi kebutuhan keluarganya.

Punya Teknik Breeding Sendiri

Selama puluhan tahun membudidayakan koi, Mbah Mail mengembangkan berbagai teknik pemijahan berdasarkan pengalaman lapangan.

Ia menjelaskan, indukan betina yang baik justru memiliki warna merah agak oranye dengan kulit yang tipis atau lembut. Menurutnya, karakter tersebut mampu menghasilkan keturunan dengan kualitas warna yang lebih baik apabila dipadukan dengan pejantan yang tepat.

Untuk jenis Showa, ia mengaku lebih sering menggunakan persilangan sesama Showa. Dari kombinasi tersebut dapat muncul anakan berupa Showa, Shiro Utsuri maupun Utsuri.

Dalam satu kali pemijahan, indukan berukuran sekitar 60 sentimeter mampu menghasilkan ratusan ribu telur. Setelah melalui proses seleksi selama sekitar delapan bulan, biasanya tersisa sekitar 800 ekor ikan berkualitas yang siap dipasarkan.

Pembeli Datang dari Berbagai Daerah

Meski jarang mempromosikan produknya melalui media sosial, pembeli tetap berdatangan langsung ke rumahnya.

Baca Juga: Menjelajahi Situs Rambut Monte Blitar: Hidden Gem Penuh Misteri dengan Kolam Ikan Dewa dan Candi Kuno di Tengah Hutan

Menurut Mbah Mail, konsumennya berasal dari berbagai kota seperti Sukabumi, Wonosobo, Jambi, Riau hingga Samarinda. Bahkan beberapa pembeli datang untuk memborong ratusan ekor ikan sekaligus.

Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat maupun jasa transportasi darat sesuai kebutuhan pelanggan.

Ia mengaku juga pernah mendapat tawaran ekspor, meski hingga kini belum terealisasi karena masih terkendala proses administrasi dan perizinan.

Kejujuran Jadi Modal Utama

Di usia yang sudah lebih dari lima dekade, Mbah Mail tetap aktif membudidayakan ikan koi bersama istri, anak, dan anggota keluarga lainnya. Baginya, kesuksesan usaha tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga kejujuran dalam menjalankan bisnis.

Ia berpesan agar para peternak maupun pedagang selalu menjaga kepercayaan pelanggan dan sesama pelaku usaha. Menurutnya, usaha akan bertahan lama apabila dijalankan dengan jujur, tekun, dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, Mbah Mail juga mengingatkan para penghobi pemula agar lebih teliti saat memilih ikan koi. Sebab kualitas koi dapat berubah seiring pertumbuhan apabila dirawat dengan baik.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#peternak koi #Budidaya Koi #koi #koi blitar #ikan koi blitar