BLITAR KAWENTAR – Sebanyak delapan sekolah sepak bola (SSB) se-Kota Blitar ambil bagian dalam babak penyisihan turnamen Piala Presiden kelompok usia (KU) 10 dan 12 tahun yang digelar di Stadion Soepriyadi, Rabu (24/6). Kompetisi yang diselenggarakan PSSI Asosiasi Kota Blitar menjadi wadah pembinaan.
Panitia pelaksana turnamen, Susilo mengatakan, ajang ini diikuti masing-masing delapan tim pada kategori usia 10 tahun dan 12 tahun. Nantinya, tim yang berhasil menjadi juara akan mewakili Kota Blitar pada kompetisi tingkat provinsi. Ajang ini sekaligus pencarian bibit pesepak bola potensial sejak usia dini.
”Turnamen ini diperuntukkan bagi kelompok usia 10 dan 12 tahun tingkat Kota Blitar. Masing-masing kategori diikuti delapan tim, di mana juara dari setiap kelompok nantinya akan mewakili daerah ini ke tingkat provinsi," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Paling Bandel 2026, Spare Part Melimpah dan Biaya Perawatan Murah
Dia melanjutkan, regulasi pertandingan disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Untuk kategori usia 10 tahun, pertandingan menggunakan format lima lawan lima dengan durasi dua babak masing-masing 10 menit. Sedangkan kategori usia 12 tahun menggunakan format tujuh lawan tujuh dengan durasi dua kali 15 menit.
Lebih lanjut, Susilo menegaskan bahwa turnamen ini bukan semata-mata mengejar prestasi jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola muda. ”Seluruh rangkaian pertandingan direncanakan selesai dalam dua hari. Rabu untuk babak penyisihan, sedangkan Kamis dilanjutkan semifinal dan final," ungkapnya.
Dia menerangkan, babak penyisihan menggunakan sistem setengah kompetisi. Juara grup serta dua runner-up terbaik berhak melaju ke babak delapan besar sebelum dilanjutkan dengan sistem gugur hingga partai final.
"Ini bagian dari pembinaan berkelanjutan. Kami ingin menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat juang yang menjadi modal penting karier mereka ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Pelatih SSB Bima Putera Kota Blitar, Bayu Prisma Maranata, mengungkapkan bahwa telah melakukan persiapan intensif menghadapi turnamen tersebut. Anak asuhnya menjalani latihan rutin sebanyak empat kali dalam sepekan dengan peningkatan intensitas menjelang kompetisi.
"Persiapannya, kita latihan banyak. Setiap seminggu empat kali, tapi kita tambah lagi intensitasnya. Karena Piala Presiden ini persaingannya cukup ketat," ujarnya.
Meski demikian, Bayu menegaskan bahwa target utama bukan sekadar meraih gelar juara. Menurutnya, perkembangan kemampuan teknik dan mental pemain jauh lebih penting dalam proses pembinaan usia dini.
"Targetnya memang ingin tampil maksimal, tetapi kami tidak menuntut anak-anak harus juara atau harus menang. Yang paling penting ada progres setelah latihan dan terlihat perkembangan saat pertandingan," katanya.
Bayu menambahkan, SSB Bima Putera menurunkan masing-masing satu tim pada kategori usia 10 dan 12 tahun. Dia berharap melalui kompetisi ini para pemain muda dapat memperoleh pengalaman bertanding yang berharga sekaligus meningkatkan kemampuan individu maupun kolektif.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Paling Bandel 2026, Spare Part Melimpah dan Biaya Perawatan Murah
"Diharapkan dari kompetisi ini akan lahir talenta-talenta muda yang kelak mampu mengharumkan nama Blitar dan Indonesia di dunia sepak bola," pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah