Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Keahlian Awak Perahu Tambangan di Sungai Brantas Bakal Ditingkatkan, Dishub Blitar Siapkan Pelatihan Keselamatan Pelayaran Gratis

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 29 Juni 2026 | 10:51 WIB
JADI JUJUKAN: Seorang awak perahu tambangan di Blitar menarik tali penambat untuk menyeberangkan pengendara di Sungai Brantas.
JADI JUJUKAN: Seorang awak perahu tambangan di Blitar menarik tali penambat untuk menyeberangkan pengendara di Sungai Brantas.

BLITAR KAWENTAR – Keahlian awak perahu tambangan yang melayani penyeberangan di Sungai Brantas menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar. Meski para operator perahu telah berpengalaman bertahun-tahun, pemerintah daerah menilai peningkatan kompetensi melalui pelatihan keselamatan pelayaran tetap diperlukan demi menjamin keamanan masyarakat pengguna jasa.

Program tersebut disiapkan sebagai langkah meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat aspek legalitas awak perahu tambangan. Dengan adanya pelatihan, para operator diharapkan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memiliki pengetahuan dan sertifikasi yang sesuai dengan standar keselamatan transportasi air.

Dishub Kabupaten Blitar menilai peningkatan keahlian awak perahu tambangan menjadi investasi penting bagi keselamatan penumpang. Sebab, transportasi penyeberangan tradisional di sejumlah titik Sungai Brantas masih menjadi pilihan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Timnas Voli Indonesia Vs Korea Selatan di Final AVC Men's Volleyball Cup 2026, Misi Balas Dendam Sekaligus Rebut Gelar Pertama

Dishub Gandeng Poltekpel Surabaya

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana kerja sama dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya. Kerja sama tersebut bertujuan menghadirkan Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) bagi para pengusaha maupun awak perahu tambangan.

Menurut Anik, para awak perahu selama ini tidak diragukan kemampuannya dalam mengoperasikan perahu karena telah menjalani profesi tersebut selama bertahun-tahun. Namun, sebagian besar belum memiliki lisensi maupun pelatihan resmi terkait keselamatan pelayaran.

"Kami tidak meragukan kemampuan mereka dalam mengoperasikan perahu karena sudah bertahun-tahun bekerja. Tetapi dari sisi kompetensi formal, mereka memang belum memiliki lisensi atau pelatihan keselamatan pelayaran," ujarnya.

Melalui program tersebut, Dishub berharap para awak perahu memperoleh bekal pengetahuan yang lebih lengkap mengenai prosedur keselamatan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik.

Baca Juga: Lionel Messi Dicadangkan, Bursa Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Memanas ! Dembélé Mengancam, Spanyol Ukir Rekor Dunia

Pelatihan Diharapkan Gratis

Dishub berencana segera mengirimkan surat kepada Poltekpel Surabaya agar Kabupaten Blitar dapat menjadi lokasi pelaksanaan Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat. Harapannya, para peserta dapat mengikuti pelatihan tanpa harus mengeluarkan biaya.

Anik menjelaskan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan Poltekpel Surabaya di sejumlah wilayah pesisir, termasuk bagi nelayan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Keberhasilan program tersebut menjadi salah satu alasan Dishub ingin menghadirkannya di Kabupaten Blitar.

Jika terealisasi, para awak perahu tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga memiliki peluang mendapatkan pengakuan kompetensi yang lebih baik dalam menjalankan profesinya.

Materi Keselamatan Jadi Prioritas

Pelatihan nantinya akan mencakup berbagai materi penting, mulai dari keselamatan pelayaran, penggunaan alat pelindung diri (APD), penanganan kondisi darurat, hingga prosedur evakuasi penumpang.

Materi tersebut dinilai sangat penting mengingat transportasi sungai memiliki risiko yang harus diantisipasi dengan baik. Dengan pemahaman yang lebih memadai, awak perahu diharapkan mampu mengambil keputusan cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.

Baca Juga: Klasemen Piala Dunia 2026 Terbaru, Brasil dan Prancis Sempurna, Lionel Messi Masih Raja Top Skor

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diyakini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan tradisional di Sungai Brantas.

Dishub menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama. Karena itu, peningkatan kompetensi awak perahu menjadi salah satu langkah strategis untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ke depan, pemerintah berharap seluruh awak perahu tambangan dapat mengikuti pelatihan tersebut sehingga standar keselamatan penyeberangan di Sungai Brantas semakin meningkat. Dengan dukungan pelatihan, pengalaman panjang yang telah dimiliki para operator akan semakin lengkap karena dibarengi kemampuan teknis sesuai standar keselamatan pelayaran.

Melalui upaya tersebut, masyarakat diharapkan merasa lebih aman dan nyaman saat memanfaatkan jasa penyeberangan tradisional yang hingga kini masih menjadi bagian penting dari mobilitas warga di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar.

Editor : Regina Gavin Agata
#keahlian awak perahu tambangan #keselamatan pelayaran #sungai brantas #Poltekpel Surabaya #dishub kabupaten blitar