BLITAR KAWENTAR – Candi Penataran menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling populer di Kabupaten Blitar. Berlokasi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, kompleks candi ini berada di lereng barat Gunung Kelud pada ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Selain menjadi peninggalan bersejarah, Candi Penataran juga dikenal sebagai kompleks candi terluas di Jawa Timur dengan luas mencapai sekitar 12.946 meter persegi.
Kompleks candi ini terdiri atas tiga halaman utama, yaitu halaman depan, tengah, dan belakang yang masing-masing memiliki bangunan dengan fungsi berbeda. Saat memasuki kawasan, pengunjung akan menjumpai pelataran luas yang dihiasi umpak batu, relief, serta tangga dengan ornamen kepala naga. Suasana yang teduh dan taman yang tertata rapi membuat kawasan ini nyaman untuk dijelajahi sambil menikmati keindahan arsitektur kuno.
Sebagian besar bangunan Candi Penataran menggunakan batu andesit sebagai bahan utama. Material tersebut diperkirakan berasal dari kawasan sekitar Gunung Kelud yang kaya akan batuan vulkanik. Namun, di beberapa bagian bangunan juga ditemukan penggunaan bata merah yang menunjukkan perpaduan teknik konstruksi pada masa pembangunannya.
Pembangunan Candi Penataran dimulai pada masa Kerajaan Kediri sekitar tahun 1197 Masehi, kemudian dilanjutkan pada era Singasari hingga mencapai bentuk yang lebih sempurna pada masa Kerajaan Majapahit. Nama candi ini juga tercatat dalam Kitab Negarakertagama yang disusun pada 1365 Masehi. Bahkan, Raja Hayam Wuruk disebut pernah berkunjung ke tempat ini untuk menjalankan ritual kenegaraan.
Pada masa lampau, Candi Penataran bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Hindu. Kompleks ini juga dipercaya menjadi pusat spiritual kerajaan untuk memohon keselamatan dan menangkal ancaman letusan Gunung Kelud. Karena fungsi tersebut, Candi Penataran memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat penting bagi kerajaan-kerajaan di Jawa Timur.
Keindahan relief menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini. Ukiran pada dinding candi masih tampak jelas dan menggambarkan berbagai kisah, mulai dari cerita keagamaan hingga tokoh-tokoh mitologi. Pengunjung juga dapat melihat arca, bangunan candi induk, serta berbagai struktur kuno yang masih terjaga dengan baik.
Di bagian belakang kompleks terdapat petirtaan atau kolam suci yang dahulu digunakan sebagai tempat penyucian diri sebelum memasuki area utama candi. Air kolam terlihat jernih dan dihuni ikan-ikan berukuran besar. Hingga kini masih ada pengunjung yang melempar koin ke kolam sebagai bagian dari tradisi yang telah berkembang di masyarakat.
Dengan perpaduan nilai sejarah, arsitektur kuno, serta suasana alam yang sejuk di lereng Gunung Kelud, Candi Penataran menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Blitar. Tempat ini tidak hanya menarik bagi pencinta sejarah, tetapi juga cocok dikunjungi bersama keluarga maupun pelajar yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya Nusantara.
Editor : Azahra Meilisani Salma