BLITAR KAWENTAR – Warung Makan Makti Blitar menjadi salah satu destinasi kuliner yang tengah ramai diperbincangkan para pecinta makanan tradisional. Berlokasi di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, warung ini menawarkan konsep all you can eat dengan harga hanya Rp15 ribu per orang.
Keunikan tersebut membuat Warung Makan Makti Blitar kerap menjadi tujuan wisata kuliner, baik masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Dengan harga yang sangat terjangkau, pengunjung bebas menikmati aneka sayur khas pedesaan dan beragam olahan ikan sungai yang menjadi menu andalan.
Lokasi warung yang berada di kawasan pedesaan juga menghadirkan suasana asri dan sejuk. Area parkir yang luas membuat tempat ini cocok dijadikan lokasi makan bersama keluarga, rombongan kantor, maupun komunitas.
Andalkan Iwak Kali dan Masakan Rumahan
Warung Makan Makti dikenal dengan sajian iwak kali atau ikan air tawar yang diolah menjadi berbagai menu lezat. Pilihan ikannya pun cukup beragam, mulai dari mujair, wader, bader, nila hingga aneka ikan sungai lainnya.
Baca Juga: Kafe Sehat ala Honocoroko di Blitar: Sajikan Kuliner Organik dari Kebun Sendiri
Selain menyediakan nasi putih, pengunjung juga bisa memilih nasi jagung sebagai pelengkap hidangan. Seluruh lauk dan sayur disajikan dengan sistem prasmanan sehingga pengunjung dapat mengambil makanan sesuai selera.
Tak hanya ikan goreng, tersedia pula olahan iwak kali berkuah santan yang menjadi favorit pelanggan. Aroma rempah khas masakan rumahan semakin menambah selera makan.
Puluhan Menu Sayur Khas Desa
Salah satu daya tarik utama Warung Makan Makti adalah pilihan sayurnya yang sangat beragam. Pengunjung dapat menikmati aneka masakan tradisional khas desa yang kini mulai jarang ditemui.
Beberapa menu yang tersedia di antaranya sambal tomat, sambal terasi, tahu tempe bacem, sayur lompong atau talas, tumis terong, oseng daun pepaya, tumis kangkung, urap-urap, sayur bobor, daun ketela, sayur tewel atau nangka muda, tumis pepaya muda hingga tahu tempe kuah santan.
Baca Juga: Menyantap Kuliner Rumahan Khas Kafe Blok M di Kota Blitar, Disini Tempatnya
Seluruh menu dapat dinikmati sepuasnya hanya dengan membayar Rp15 ribu untuk makan di tempat.
Pengunjung bahkan disarankan datang dalam kondisi lapar agar bisa mencicipi seluruh pilihan menu yang tersedia.
Pelayanan Ramah Jadi Nilai Tambah
Selain terkenal murah, pelayanan di Warung Makan Makti juga mendapat banyak apresiasi dari pelanggan.
Dalam ulasan yang diunggah di YouTube, pemilik maupun pelayan warung disebut sangat ramah kepada setiap pengunjung. Mereka bahkan mempersilakan pelanggan mengambil ikan dalam jumlah banyak selama dihabiskan di tempat.
Sikap ramah tersebut membuat banyak pelanggan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung.
Tak heran jika warung yang telah beroperasi selama puluhan tahun itu selalu dipenuhi pembeli, terutama saat jam makan siang.
Bisa Bungkus dengan Harga Tetap Murah
Bagi pengunjung yang ingin menikmati menu di rumah, Warung Makan Makti juga melayani pembelian untuk dibawa pulang.
Harga paket bungkus tetap terjangkau, yakni Rp10 ribu untuk aneka ikan goreng dan Rp5 ribu untuk sayuran.
Dengan harga tersebut, pelanggan sudah mendapatkan porsi yang cukup melimpah. Dalam satu bungkus ikan goreng, jumlahnya bahkan bisa mencapai belasan ekor, sedangkan sayur dibungkus dengan porsi besar.
Disarankan Datang Lebih Awal
Ramainya pengunjung membuat beberapa menu favorit cepat habis, terutama menjelang siang.
Karena itu, pengunjung disarankan datang lebih pagi agar pilihan lauk dan sayur masih lengkap. Selain itu, suasana warung juga belum terlalu padat sehingga lebih nyaman saat memilih menu prasmanan.
Perpaduan harga yang ramah di kantong, pilihan menu tradisional yang lengkap, serta suasana pedesaan yang sejuk menjadikan Warung Makan Makti sebagai salah satu rekomendasi wisata kuliner di Kabupaten Blitar.
Bagi pecinta masakan rumahan dan olahan ikan sungai, tempat makan ini layak masuk daftar destinasi saat berkunjung ke Blitar. Dengan hanya Rp15 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati pengalaman makan sepuasnya lengkap dengan aneka iwak kali dan sayur khas desa yang menggugah selera.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan