BLITAR KAWENTAR – Monumen PETA Blitar menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan kisah penting perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Jepang. Berdiri megah di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa pemberontakan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang meletus pada 14 Februari 1945, sebuah perlawanan yang menjadi tonggak semangat perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa bersejarah tersebut dipimpin oleh Sudanco Supriyadi, sosok yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Bersama para prajurit PETA, ia memimpin perlawanan terhadap pasukan Jepang sebagai bentuk penolakan terhadap penindasan yang dialami rakyat Indonesia pada masa pendudukan.
Hingga kini, Monumen PETA Blitar tidak hanya menjadi simbol perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi yang banyak dikunjungi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan dari berbagai daerah. Keberadaan monumen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan dan keberanian para pejuang bangsa.
Dibangun untuk Mengabadikan Perjuangan Pahlawan
Monumen PETA dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang gugur dalam perlawanan melawan Jepang. Selain mengenang jasa para pahlawan, keberadaan monumen ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme serta menginspirasi generasi muda agar terus melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan prestasi.
Lokasinya berada tepat di depan bekas Markas PETA di Jalan Sudanco Supriyadi, sehingga memiliki nilai historis yang sangat kuat. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Blitar.
Memiliki Taman yang Asri
Selain sarat nilai sejarah, kawasan Monumen PETA juga menawarkan suasana yang nyaman bagi pengunjung. Area monumen dikelilingi empat taman kecil yang berada di sisi depan timur, depan barat, belakang timur, dan belakang barat.
Pepohonan yang rindang serta taman yang tertata rapi menjadikan kawasan ini tidak hanya cocok sebagai tempat belajar sejarah, tetapi juga menjadi ruang terbuka yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai maupun mengabadikan momen melalui fotografi. Tak heran jika Monumen PETA menjadi salah satu ikon Kota Blitar yang selalu menarik perhatian wisatawan.
Tujuh Patung Pahlawan Menjadi Daya Tarik
Daya tarik utama Monumen PETA adalah keberadaan tujuh patung pahlawan yang berdiri tegak mengenakan seragam tentara Jepang lengkap dengan topinya. Ketujuh patung tersebut menggambarkan para tokoh yang terlibat dalam perlawanan PETA pada tahun 1945.
Tokoh pertama adalah Sudanco Supriyadi sebagai pemimpin pemberontakan. Selain itu terdapat Sudanco dr. Suryo Ismail, Sudanco Suparjono, Sudanco Sudarmo, Sudanco Muradi, Budanco Halir Mangkudijaya, serta Budanco Sunarto.
Patung-patung tersebut menjadi simbol keberanian para pejuang yang rela mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Keberadaannya juga memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai sosok-sosok penting di balik salah satu peristiwa heroik dalam sejarah bangsa.
Monumen PETA Blitar kini menjadi destinasi wisata sejarah yang tidak hanya menyuguhkan keindahan arsitektur, tetapi juga menghadirkan pelajaran berharga mengenai nilai patriotisme, pengorbanan, dan cinta tanah air. Berkunjung ke tempat ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah bangsa Indonesia.
Bagi wisatawan yang datang ke Kota Blitar, Monumen PETA layak masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi. Selain mudah dijangkau karena berada di pusat kota, lokasi ini juga menjadi saksi bisu perjuangan para pejuang yang mengorbankan jiwa dan raga demi lahirnya Indonesia yang merdeka.
Editor : Regina Gavin Agata