BLITAR KAWENTAR – Kebutuhan bus sekolah gratis di Kabupaten Blitar terus meningkat seiring tingginya jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan transportasi tersebut setiap hari.
Bahkan, tingkat keterisian penumpang pada sejumlah koridor telah mencapai hampir 100 persen.
Kondisi itu mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar mengajukan tambahan armada kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Upaya memperoleh bantuan armada terus dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
Dishub Kabupaten Blitar juga telah mengirimkan surat tindak lanjut terkait proposal bantuan bus sekolah yang diajukan sejak akhir 2025 agar dapat masuk dalam alokasi bantuan pemerintah pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, mengatakan kebutuhan bus sekolah di Kabupaten Blitar saat ini tergolong sangat tinggi.
Baca Juga: Benarkah Soekarno Memiliki Kesaktian? Ini Deretan Mitos, Pusaka, dan Fakta Sejarah Sang Proklamator
Tingkat okupansi pada beberapa rute bahkan hampir menyentuh kapasitas maksimal sehingga penambahan armada dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga kualitas pelayanan kepada para pelajar.
"Kebutuhan bus sekolah di Kabupaten Blitar ini sebenarnya luar biasa tinggi, bahkan di beberapa koridor angka operasionalnya sampai mengalami over-penumpang hingga menyentuh 98 persen.
Oleh karena itu, satu bulan yang lalu kami sempat menanyakan kembali perkembangan proposal kami ke pusat," ujarnya.
Menurut Anik, tingginya jumlah penumpang menjadi indikator bahwa layanan bus sekolah gratis sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya siswa yang setiap hari berangkat dan pulang sekolah menggunakan transportasi umum yang disediakan pemerintah daerah.
Dengan okupansi yang mencapai sekitar 98 persen di beberapa koridor, kondisi di dalam bus kerap penuh, terutama pada jam-jam sibuk.
Karena itu, penambahan armada diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pelajar.
Dishub menilai keberadaan bus sekolah tidak hanya membantu meringankan biaya transportasi keluarga, tetapi juga menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar sehingga berkontribusi terhadap keselamatan berlalu lintas.
Anik menjelaskan, proposal permohonan bantuan armada telah diajukan kepada Kementerian Perhubungan sejak akhir 2025.
Proposal tersebut diharapkan dapat masuk dalam program bantuan pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026.
Saat proses pengajuan berlangsung, Kemenhub membuka peluang penyaluran sekitar 200 unit kendaraan bus sekolah secara nasional.
Dari jumlah tersebut, sekitar 100 unit diprioritaskan bagi daerah yang belum memiliki atau masih merintis layanan sekolah rakyat maupun angkutan sekolah terpadu.
Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki peluang memperoleh bantuan tersebut mengingat tingginya kebutuhan layanan transportasi pelajar.
Dalam memperkuat usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar tidak hanya melibatkan Dishub.
Sekretaris Daerah bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga turut hadir saat melakukan pemaparan kebutuhan di hadapan jajaran Kementerian Perhubungan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan tambahan armada bus sekolah yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Meski hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai daerah penerima bantuan, Dishub tetap aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.
Surat tindak lanjut secara berkala juga terus dikirimkan sebagai bentuk komitmen agar usulan Kabupaten Blitar tetap menjadi perhatian Kemenhub.
"Kami terus berupaya menjemput bola karena kebutuhan di lapangan memang sangat tinggi. Harapannya, tambahan armada dapat membantu memperluas layanan dan meningkatkan kenyamanan siswa yang memanfaatkan bus sekolah gratis," katanya.
Baca Juga: Warung Mbok Rip Blitar Jadi Buruan Pecinta Pedas, Sego Kikil Legendaris Sejak 1991 Bikin Ketagihan
Anik menambahkan, upaya memperoleh bantuan dari pemerintah pusat menjadi solusi yang realistis di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Saat ini, APBD Kabupaten Blitar juga harus difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas lain, termasuk sektor kesehatan.
Karena itu, bantuan armada dari pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat layanan transportasi pelajar tanpa memberikan beban tambahan terhadap anggaran daerah.
Apabila usulan tersebut disetujui, tambahan armada bus sekolah akan dimanfaatkan untuk mengurangi kepadatan penumpang pada rute-rute dengan tingkat okupansi tertinggi.
Selain itu, layanan bus sekolah gratis juga berpotensi diperluas sehingga semakin banyak pelajar di Kabupaten Blitar yang memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan tanpa biaya menuju sekolah.(kho/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari