Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Mitos Menikah Beda Sisi Sungai Brantas, Benarkah Pasangan Bisa Tertimpa Musibah? Begini Penjelasannya

Ratna Anggi Puspita Sari • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:57 WIB
Foto: Ilustrasi by gemini AI
Foto: Ilustrasi by gemini AI

 

BLITAR KAWENTAR – Mitos menikah beda sisi Sungai Brantas masih dipercaya sebagian masyarakat di beberapa daerah di Jawa Timur.

 Kepercayaan tersebut menyebutkan bahwa seseorang yang tinggal di sebelah timur Sungai Brantas tidak dianjurkan menikah dengan pasangan yang berasal dari sisi barat sungai, begitu pula sebaliknya.

Masyarakat yang masih memegang kepercayaan itu meyakini pernikahan lintas sisi Sungai Brantas dapat mendatangkan musibah, mulai dari rumah tangga yang tidak harmonis hingga kematian salah satu anggota keluarga.

Baca Juga: Cara Daftar PPG Calon Guru 2026 Lengkap, Mulai Buat Akun SIM PKB hingga Kirim Berkas Seleksi Administrasi

Meski demikian, kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan yang berkembang di masyarakat dan tidak memiliki dasar dalam ajaran agama maupun bukti ilmiah.

Cerita mengenai mitos menikah beda sisi Sungai Brantas kembali menjadi perhatian setelah dibahas dalam sebuah tayangan yang mengulas berbagai mitos pernikahan yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Dalam cerita yang berkembang, pasangan yang berasal dari dua sisi Sungai Brantas diyakini berisiko mengalami berbagai kesialan apabila tetap melangsungkan pernikahan.

Baca Juga: Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Berikut Cara Buat Akun SIM PKB dan Tahapan Daftarnya

Kepercayaan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun sehingga masih diyakini oleh sebagian kalangan, terutama masyarakat yang memegang teguh tradisi leluhur.

Akibatnya, tidak sedikit pasangan yang mengurungkan niat menikah karena mendapat penolakan dari keluarga yang masih mempercayai mitos tersebut.

Padahal, tidak sedikit pula masyarakat yang mulai mempertanyakan kebenaran cerita tersebut karena tidak pernah terbukti secara pasti.

Dalam penjelasan yang disampaikan pada tayangan tersebut ditegaskan bahwa tidak ada larangan dalam ajaran agama mengenai pernikahan antara dua orang yang tinggal di sisi berbeda Sungai Brantas.

Apabila seseorang mengalami musibah setelah menikah, hal tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan lokasi tempat tinggal pasangan.

Sebaliknya, setiap peristiwa dalam kehidupan diyakini memiliki sebab masing-masing dan tidak berkaitan dengan mitos yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Cair 1 Juli 2026, Benarkah Rapel Gaji Ikut Masuk? Ini Penjelasan PT Taspen yang Bikin Terang

Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak menjadikan mitos sebagai alasan utama dalam menentukan pasangan hidup.

Dalam tayangan tersebut juga diceritakan pengalaman seorang pria yang berasal dari wilayah timur Sungai Brantas dan ingin menikahi perempuan yang tinggal di sisi barat sungai.

Keinginan itu sempat mendapat penolakan keras dari keluarganya, terutama sang ayah yang sangat mempercayai mitos tersebut.

Baca Juga: Karya Favorit Event Aku dan Bus Sekolah Dapat Doorprize Apresiasi Spesial dari Tim Bang Anjar Dishub Kabupaten Blitar

Bahkan, menjelang hari pernikahan, sang ayah dikisahkan meninggalkan rumah selama beberapa hari karena tidak menyetujui keputusan anaknya.

Meski menghadapi berbagai penolakan, pasangan tersebut tetap melangsungkan pernikahan karena meyakini tidak ada larangan agama mengenai perbedaan lokasi tempat tinggal.

Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan berumah tangga, pasangan tersebut dikisahkan tetap hidup harmonis dan telah dikaruniai anak.

Baca Juga: Benarkah Rapel Gaji Pensiunan Juli 2026 Cair Bersamaan Gaji 1 Juli? Ini Fakta PP dan Klarifikasi Resmi PT Taspen

Pengalaman itu dijadikan contoh bahwa pernikahan lintas sisi Sungai Brantas tidak selalu berakhir dengan musibah sebagaimana yang diyakini dalam mitos.

Cerita tersebut juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan rumah tangga lebih ditentukan oleh komitmen, saling menghormati, dan tanggung jawab pasangan, bukan oleh kepercayaan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Mitos merupakan bagian dari budaya yang hidup di tengah masyarakat dan menjadi warisan cerita dari generasi ke generasi. Namun, masyarakat diharapkan dapat menyikapinya secara bijaksana.

Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan Juli 2026 Benarkah Cair Bersamaan Gaji 1 Juli? Ini Fakta Resmi dari PT Taspen yang Wajib Diketahui

Menghormati tradisi bukan berarti harus mempercayainya secara mutlak, terutama apabila bertentangan dengan keyakinan agama atau menghambat seseorang dalam mengambil keputusan penting, termasuk menentukan pasangan hidup.

Dengan semakin terbukanya akses informasi dan pendidikan, banyak masyarakat kini mulai memandang mitos sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan sebagai cerita rakyat, bukan sebagai aturan yang harus diikuti.

Pada akhirnya, keputusan untuk menikah tetap menjadi hak setiap individu. Selama memenuhi ketentuan agama dan hukum yang berlaku, perbedaan wilayah tempat tinggal, termasuk dipisahkan oleh Sungai Brantas, tidak menjadi penghalang untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan bahagia.

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
#Mitos Sungai Brantas #Mitos Menikah Jawa Timur #Pernikahan Adat Jawa #sungai brantas #Tradisi Jawa