Perempuan berusia 29 tahun yang bertugas di Staf Bagian Logistik Polres Blitar Kota itu mengaku awalnya tidak pernah membayangkan bisa naik podium. Target utamanya saat mengikuti Bhayangkara Run 2026 hanyalah menyelesaikan perlombaan dengan hasil terbaik. Namun, kerja keras selama masa latihan dan motivasi dari sang suami justru membawanya meraih hasil di luar dugaan.
Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan cerita sederhana yang menjadi penyemangat Novita selama menjalani persiapan. Sang suami, yang juga memiliki hobi berlari, memberikan tantangan sekaligus hadiah apabila Novita mampu meraih podium pada race pertamanya. Hadiah itu bukan uang ataupun barang mewah, melainkan sepasang sepatu lari baru yang memang sudah lama diinginkannya.
Novita mengungkapkan bahwa dirinya baru mulai serius berlatih sekitar satu bulan sebelum perlombaan digelar. Sebelumnya, ia hanya rutin berlari satu hingga dua kali dalam sepekan untuk menjaga kebugaran tubuh. Mendekati pelaksanaan lomba, intensitas latihan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali setiap minggu agar kondisi fisik lebih siap menghadapi race.
"Awalnya saya memang lari cuma seminggu sekali atau dua kali. Tapi karena mau ikut race ini, porsinya saya tambah jadi minimal dua sampai tiga kali seminggu," ujarnya.
Meski waktu persiapannya terbilang singkat, Novita berusaha disiplin menjalani latihan. Ia juga memperhatikan pola istirahat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menjelang hari perlombaan.
Motivasi terbesar Novita datang dari sang suami yang sejak awal mendukung keikutsertaannya dalam lomba tersebut. Suaminya berjanji akan membelikan sepatu lari baru apabila Novita berhasil meraih podium.
Janji sederhana itu justru menjadi penyemangat luar biasa selama proses latihan hingga perlombaan berlangsung. Bahkan saat berlari, hadiah sepatu tersebut terus terbayang di pikirannya sehingga membuatnya semakin bersemangat mencapai garis finis dengan hasil terbaik.
"Suami saya bilang, kalau ikut race pertama bisa podium nanti dibelikan sepatu. Jadi selama lomba yang kepikiran ya sepatu baru terus untuk memotivasi," katanya sambil tertawa.
Janji itu akhirnya benar-benar ditepati. Seusai perlombaan dan dinyatakan naik podium, Novita langsung mendapatkan hadiah sepatu baru dari sang suami sesuai kesepakatan mereka.
Menjelang perlombaan dimulai, Novita sempat menghubungi suaminya melalui telepon. Selain meminta doa, ia juga memperoleh sejumlah tips agar mampu mengatur ritme lari sejak awal hingga garis finis.
Sang suami mengingatkannya agar tidak memaksakan kecepatan pada kilometer pertama dan kedua. Menurutnya, menjaga irama napas menjadi kunci agar tenaga tetap terjaga hingga akhir lomba.
"Pesannya jangan terlalu nafsu di kilometer pertama dan kedua. Atur napas, jangan terlalu cepat. Terus diingatkan lagi kalau mau sepatu baru jangan lupa podium," kenangnya.
Strategi sederhana tersebut terbukti membantu Novita menyelesaikan perlombaan dengan baik hingga berhasil berdiri di atas podium pada race pertamanya.
Kegemaran Novita terhadap olahraga lari ternyata berawal dari kebiasaan sang suami yang lebih dulu aktif mengikuti berbagai kegiatan running. Saat suaminya sedang bertugas di luar daerah, Novita mulai mengisi waktu luang sepulang kerja dengan berlari pada sore hari.
Semula aktivitas itu hanya dilakukan sebagai teman berolahraga. Namun seiring waktu, ia justru mulai menikmati setiap sesi latihan hingga akhirnya memberanikan diri mengikuti perlombaan resmi.
"Awalnya karena ikut-ikutan suami saja. Tapi ternyata lama-lama suka," ungkapnya.
Kesuksesan di Bhayangkara Run 2026 justru membuat Novita semakin termotivasi untuk terus mengikuti berbagai ajang lari. Ia mengaku suasana perlombaan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan latihan rutin sendirian.
Menurutnya, atmosfer ribuan peserta yang berlari bersama-sama menghadirkan semangat tersendiri sehingga membuatnya ingin kembali merasakan euforia tersebut.
"Nagih ternyata. Euforianya beda sekali dibanding latihan sendiri. Rasanya senang banget," katanya.
Ke depan, Novita bersama sang suami berencana meningkatkan tantangan dengan mengikuti lomba kategori 10 kilometer. Meski belum memasang target podium, ia berharap dapat terus menjaga konsistensi berlatih dan menikmati setiap perlombaan. Untuk sementara, ibu muda yang masih memiliki bayi itu memilih mengikuti race yang digelar di wilayah Blitar sambil menunggu kesempatan mengikuti event di luar kota.
Editor : Azahra Meilisani Salma