Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Dikira Prank, Ribuan Burung Puyuh Gratis di Blitar Diserbu Warga, Ternyata Berasal dari Peternak Bangkrut

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:47 WIB
MUMPUNG GRATIS: Warga berebut mendapatkan puyuh yang dibagikan secara cuma-cuma di Kecamatan Selopuro, kemarin (1/7).
MUMPUNG GRATIS: Warga berebut mendapatkan puyuh yang dibagikan secara cuma-cuma di Kecamatan Selopuro, kemarin (1/7).

BLITAR KAWENTAR– Pembagian burung puyuh gratis di Blitar mendadak menjadi perhatian masyarakat setelah informasi tersebut viral di media sosial. Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Rabu (2/7), untuk mendapatkan burung puyuh yang dibagikan secara cuma-cuma.

Namun, warga yang sudah datang sejak pagi sempat mengira informasi tersebut hanya prank. Pasalnya, hingga menjelang siang belum terlihat adanya burung puyuh di lokasi. Kepastian baru datang sekitar waktu duhur ketika kiriman puyuh akhirnya tiba.

Peristiwa pembagian burung puyuh gratis di Blitar itu pun menjadi perbincangan luas karena jumlah unggas yang dibagikan mencapai ribuan ekor. Berdasarkan informasi yang diterima warga, puyuh tersebut berasal dari peternakan di Pasuruan yang mengalami kebangkrutan.

Baca Juga: KONI Kota Blitar Fokus Persiapan Popda, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas Meski Serah Terima Kantor Belum Rampung

Lukman, salah seorang warga setempat, mengaku datang ke lokasi setelah diminta membantu proses pembagian oleh temannya, Arif Fuadi. Ia mengatakan, informasi yang diterimanya menyebutkan burung puyuh tersebut dibeli dari seorang peternak di Pasuruan yang usahanya bangkrut, kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Menurut Lukman, pembagian dilakukan di rumah Arif Fuadi yang berada di Desa Jambewangi. Namun, saat kegiatan berlangsung, Arif diketahui sedang berada di Jawa Tengah sehingga tidak berada di lokasi.

Awalnya, jumlah puyuh yang dijanjikan mencapai sekitar 4.000 ekor. Akan tetapi, hingga siang hari baru sekitar 2.000 ekor yang dipastikan tersedia ditambah sekitar 150 ekor yang sudah lebih dulu berada di lokasi.

"Saya datang ke rumahnya memang masih ada lima boks puyuh. Informasi terakhir yang saya terima, barang masih di wilayah Malang dan sedang menuju ke sini," ujar Lukman.

Baca Juga: Bukan Sekadar Motor Listrik, Indomobil E-Motor Tirano Tampil Beda dengan Desain Adventure Futuristik

Lamanya kedatangan kiriman membuat sebagian warga memilih pulang karena menganggap informasi pembagian burung puyuh gratis tersebut tidak benar.

Tak lama setelah banyak warga meninggalkan lokasi, kendaraan pengangkut burung puyuh akhirnya tiba. Burung-burung tersebut kemudian langsung dibagikan kepada warga yang masih bertahan menunggu.

Salah seorang warga, Lia, mengaku mengetahui informasi pembagian itu melalui Facebook. Ia sempat datang sejak pagi, namun pulang karena mengira kegiatan tersebut dibatalkan.

Beruntung, Lia kembali ke lokasi setelah memperoleh kabar bahwa burung puyuh sudah datang. Ia pun berhasil membawa pulang lima ekor puyuh.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Tirano Resmi Mengaspal: Desain Adventure dan Fitur Canggih, Siap Libas Motor Listrik Lain!

"Alhamdulillah saya mendapatkan lima ekor burung puyuh. Rencananya akan dimasak untuk konsumsi keluarga," katanya.

Di sisi lain, Kepala Desa Jambewangi, Teguh Hariyanto, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan yang mengundang kerumunan tersebut. Ia baru mengetahui setelah menerima laporan dari masyarakat dan aparat setempat.

Saat tiba di lokasi, Teguh memastikan situasi tetap aman dan kondusif meski ratusan warga sempat memadati area pembagian.

Menurutnya, penyelenggara kegiatan tidak menyampaikan pemberitahuan kepada pemerintah desa maupun aparat keamanan sebelum acara berlangsung. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Buruan Sikat! Ini Daftar Motor Listrik yang Makin Murah Berkat Subsidi Rp5 Juta Juni 2026

Selain itu, penyelenggara diketahui sedang berada di luar daerah sehingga pemerintah desa kesulitan melakukan koordinasi secara langsung.

Teguh berharap masyarakat yang hendak menggelar kegiatan serupa terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dengan begitu, pengaturan arus masyarakat, pengamanan, hingga antisipasi berbagai kemungkinan dapat dipersiapkan lebih baik.

Ia menilai komunikasi antara penyelenggara dan pemerintah desa menjadi hal penting, terutama ketika sebuah kegiatan berpotensi menghadirkan ratusan hingga ribuan warga dalam waktu bersamaan. Koordinasi yang baik juga akan memudahkan aparat desa maupun kepolisian dalam menjaga ketertiban sehingga kegiatan sosial dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (jar/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
#Burung puyuh gratis Blitar #Peternak puyuh bangkrut #selopuro #desa jambewangi #viral blitar