Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Kisah Soekarno Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, Berkali-kali Dipenjara hingga Jadi Proklamator Bangsa

Brilian Syifa Almasih • Jumat, 3 Juli 2026 | 17:27 WIB
Dari Ruang Penjara Hingga Mimbar Proklamasi, Perjuangan Soekarno Membuktikan Bahwa Kemerdekaan Indonesia lahir Dari Keberanian dan Pengorbanan Tanpa Henti.
Dari Ruang Penjara Hingga Mimbar Proklamasi, Perjuangan Soekarno Membuktikan Bahwa Kemerdekaan Indonesia lahir Dari Keberanian dan Pengorbanan Tanpa Henti.

JAKARTA – Kisah Soekarno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu perjalanan paling penting dalam sejarah bangsa. Presiden pertama Republik Indonesia itu dikenal sebagai sosok yang tak pernah gentar menghadapi penjajah meski harus berkali-kali dipenjara dan diasingkan. Berkat semangat serta perjuangannya bersama para tokoh pergerakan, Indonesia akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Perjalanan Kisah Soekarno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dimulai sejak usia muda. Lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo, Soekarno berasal dari keluarga sederhana. Saat masih kecil, ia bahkan harus hidup dalam keterbatasan ekonomi. Setelah sempat menderita tifus, disentri, dan malaria, orang tuanya mengganti namanya menjadi Soekarno dengan harapan kesehatannya membaik.

Semangat nasionalisme Soekarno tumbuh ketika menempuh pendidikan di HBS Surabaya. Ia tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tokoh Sarekat Islam yang banyak memperkenalkannya pada dunia pergerakan nasional. Dari berbagai diskusi bersama para aktivis, Soekarno mulai memahami pentingnya persatuan bangsa dan perjuangan melawan penjajahan.

Baca Juga: Ibu Kota Kabupaten Blitar Belum Punya SMA Negeri, Ki Demang Community Desak Pemda Segera Bangun pada 2027

Setelah lulus dari Technische Hoogeschool te Bandoeng yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), Soekarno menyandang gelar insinyur sipil. Pada 1927, ia merumuskan ajaran Marhaenisme yang menekankan perjuangan rakyat kecil melalui konsep sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Di tahun yang sama, Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Organisasi ini bertujuan mewujudkan Indonesia yang merdeka dari penjajahan Belanda. Aktivitas politiknya membuat pemerintah kolonial menganggap Soekarno sebagai ancaman sehingga ia ditangkap pada 1929 dan dipenjara di Bandung.

Meski berada di balik jeruji besi, semangat perjuangannya tidak surut. Dalam persidangan, Soekarno menyampaikan pidato pembelaan berjudul Indonesia Menggugat yang kemudian menjadi salah satu dokumen penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Setelah bebas pada 1931, ia kembali aktif berjuang hingga bergabung dengan Partindo.

Namun perjuangan itu kembali terhenti ketika pemerintah kolonial menangkap dan mengasingkannya ke Ende, Flores, pada 1934. Empat tahun kemudian Soekarno dipindahkan ke Bengkulu sebelum akhirnya memperoleh kebebasan setelah Jepang menduduki Indonesia pada 1942.

Baca Juga: Autentikasi Taspen Error, Gaji Pensiunan PNS Juli 2026 Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi PT Taspen

Pada masa pendudukan Jepang, Soekarno memanfaatkan kesempatan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Tahun 1945 menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Ia terlibat dalam perumusan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan.

Setelah mendengar Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, situasi politik berubah sangat cepat. Sehari kemudian, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 1945, Soekarno bersama Mohammad Hatta membacakan teks Proklamasi yang menandai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehari setelahnya, melalui sidang PPKI, Soekarno ditetapkan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Hari Ini: Jerman dan Belanda Tersingkir Dramatis, Brasil, Prancis, Spanyol hingga Portugal Melaju ke 16 Besar

Setelah Indonesia merdeka, Soekarno masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik politik dalam negeri hingga peristiwa G30S 1965. Pada 11 Maret 1966, ia menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberikan kewenangan kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Setahun kemudian, tepatnya pada 22 Februari 1967, Soekarno mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI. Bung Karno wafat di Jakarta pada 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun akibat gagal ginjal. Meski telah tiada, semangat perjuangan dan pemikirannya tetap dikenang sebagai fondasi lahirnya Indonesia merdeka.

 

source : youtube AkuPaham - Biografi, Inspirasi, Motivasi

Editor : Brilian Syifa Almasih
#PNI #Proklamasi 17 Agustus 1945 #Kisah Soekarno #kemerdekaan indonesia #soekarno