Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Biografi Soekarno Lengkap, Perjalanan Sang Proklamator dari Aktivis Pergerakan hingga Presiden Pertama Indonesia

Brilian Syifa Almasih • Jumat, 3 Juli 2026 | 17:34 WIB
Perjalanan Hidup Soekarno Membuktikan Bahwa Keberanian, Pemikiran, dan Semangat Juang Mampu Mengubah Sejarah Serta Mengantarkan Indonesia Menuju kemerdekaan.
Perjalanan Hidup Soekarno Membuktikan Bahwa Keberanian, Pemikiran, dan Semangat Juang Mampu Mengubah Sejarah Serta Mengantarkan Indonesia Menuju kemerdekaan.

JAKARTA – Biografi Soekarno selalu menjadi topik yang menarik untuk dipelajari karena memuat perjalanan panjang seorang tokoh yang berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Republik Indonesia itu dikenal sebagai orator ulung, pemimpin pergerakan nasional, sekaligus Proklamator yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Di balik perannya tersebut, Soekarno juga memiliki perjalanan hidup yang penuh tantangan, mulai dari masa kecil, pendidikan, perjuangan politik, hingga kiprahnya di panggung internasional.

Dalam Biografi Soekarno, diketahui bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Masa kecilnya dihabiskan di Tulungagung dan Mojokerto sebelum melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS). Berkat bantuan H.O.S. Tjokroaminoto, Soekarno kemudian diterima di Hogere Burger School (HBS) Surabaya. Selama tinggal di rumah Tjokroaminoto, ia mulai mengenal berbagai tokoh pergerakan nasional yang membentuk jiwa nasionalismenya.

Semangat belajar membawa Soekarno melanjutkan pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia berhasil meraih gelar insinyur pada 1926. Pendidikan teknik itu tidak hanya membentuk kemampuan akademiknya, tetapi juga memengaruhi pemikirannya dalam membangun Indonesia, terutama di bidang arsitektur dan tata kota setelah negara ini merdeka.

Baca Juga: PT Taspen Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Peserta Kini Bisa Akses Beragam Layanan Digital dengan Mudah

Sejak masih berstatus pelajar, Soekarno aktif mengikuti berbagai organisasi pemuda, termasuk Jong Java. Kemampuannya berpidato mulai dikenal luas karena berani menyuarakan gagasan nasionalisme di tengah dominasi pemerintah kolonial Belanda. Selain aktif berorganisasi, Soekarno juga menulis di sejumlah media yang dipimpin H.O.S. Tjokroaminoto.

Pada 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung sebagai wadah diskusi kaum intelektual. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927. Melalui PNI, Soekarno secara terbuka menyerukan cita-cita Indonesia merdeka sehingga aktivitas politiknya mendapat perhatian serius dari pemerintah Hindia Belanda.

Akibat aktivitas tersebut, Soekarno ditangkap pada akhir 1929 dan dipenjara di Banceuy, Bandung. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Sukamiskin dan menyampaikan pidato pembelaan berjudul Indonesia Menggugat, yang hingga kini dikenang sebagai salah satu dokumen penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Setelah dibebaskan pada 1931, perjuangannya kembali berlanjut hingga akhirnya diasingkan ke Ende, Flores, lalu Bengkulu sebelum bebas pada masa pendudukan Jepang.

Baca Juga: PT Taspen Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Peserta Kini Bisa Akses Beragam Layanan Digital dengan Mudah

Memasuki masa pendudukan Jepang pada 1942, Soekarno kembali tampil sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Pemerintah Jepang melibatkan Soekarno bersama Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansyur, dan sejumlah tokoh nasional dalam berbagai organisasi bentukan Jepang. Meski langkah tersebut menuai pro dan kontra, Soekarno memanfaatkannya sebagai jalan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Ia berperan dalam penyusunan dasar negara, perumusan Undang-Undang Dasar 1945, hingga penyusunan naskah Proklamasi. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945, Soekarno bersama Mohammad Hatta dibawa para pemuda ke Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan Jepang.

Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta akhirnya membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Sehari kemudian, melalui sidang PPKI, Soekarno ditetapkan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, sementara Mohammad Hatta menjadi Wakil Presiden. Kepemimpinannya kemudian menjadi simbol persatuan bangsa pada masa awal kemerdekaan.

Baca Juga: PT Taspen Permudah Layanan Informasi Publik, Peserta Kini Bisa Ajukan Klaim dan Cek Data Secara Online

Sebagai presiden, Soekarno tidak hanya fokus mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda, tetapi juga membangun identitas Indonesia di mata dunia. Ia menjadi penggagas terselenggaranya Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung dan menjadi tonggak solidaritas negara-negara Asia-Afrika.

Bersama sejumlah pemimpin dunia seperti Josip Broz Tito, Gamal Abdel Nasser, Jawaharlal Nehru, dan Kwame Nkrumah, Soekarno juga berperan dalam lahirnya Gerakan Non-Blok. Di dalam negeri, gagasannya melahirkan berbagai bangunan ikonik seperti Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal, Hotel Indonesia, Gedung Sarinah, Wisma Nusantara, hingga Tugu Selamat Datang yang menjadi simbol Jakarta sebagai ibu kota negara.

Baca Juga: Layanan Informasi Publik PT Taspen Makin Mudah, Begini Cara Ajukan Permohonan Data dan Klaim Secara Online

Perjalanan politik Soekarno mulai berubah setelah situasi nasional memanas pada pertengahan 1960-an. Setelah menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), kekuasaan pemerintahan secara bertahap beralih kepada Soeharto. Pada 1967, MPRS resmi mencabut mandat Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kondisi kesehatannya yang terus menurun akibat gangguan ginjal membuat Bung Karno harus menjalani perawatan hingga akhirnya wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta dalam usia 69 tahun. Meski masa kepemimpinannya telah berakhir, pemikiran, perjuangan, dan jasa Soekarno tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah lahir dan berkembangnya Republik Indonesia. Sosoknya tidak hanya dihormati di dalam negeri, tetapi juga diakui dunia sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika meraih kemerdekaan.

 

source : youtube Noah Decade

Editor : Brilian Syifa Almasih
#presiden pertama RI #proklamator indonesia #Biografi Soekarno\ #soekarno #sejarah indonesia