JAKARTA – Soekarno dipilih menjadi Presiden pertama Republik Indonesia bukan tanpa alasan. Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) secara aklamasi menetapkan Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden. Keputusan tersebut menjadi tonggak awal terbentuknya pemerintahan Indonesia yang baru merdeka.
Proses Soekarno dipilih menjadi Presiden berlangsung dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 di Gedung Cuo Sangi In yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Selain menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, sidang juga memilih Soekarno dan Hatta untuk memimpin Indonesia tanpa melalui proses pemungutan suara karena tidak ada calon lain yang diajukan.
Keputusan tersebut kemudian dikukuhkan kembali oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 29 Agustus 1945. Penunjukan Soekarno dinilai sebagai pilihan paling tepat karena kontribusinya yang besar dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk sebagai tokoh utama yang membacakan teks Proklamasi bersama Mohammad Hatta. Keberhasilannya memimpin berbagai tahapan persiapan kemerdekaan membuatnya memperoleh legitimasi kuat di mata para tokoh bangsa maupun rakyat Indonesia.
Baca Juga: Gaji PNS 2026 Dipastikan Belum Berubah, Ini Daftar Lengkap Besaran Gaji ASN Berdasarkan Golongan
Menjelang kemerdekaan, Indonesia dihuni oleh berbagai kelompok dengan latar belakang ideologi yang beragam, mulai dari nasionalis, Islam, sosialis, hingga komunis. Kondisi tersebut membuat bangsa yang baru lahir membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjadi pemersatu.
Soekarno dinilai memiliki kemampuan tersebut. Meski dikenal sebagai tokoh nasionalis dan pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI), ia juga memiliki hubungan yang erat dengan kalangan Islam melalui Sarekat Islam dan Muhammadiyah. Di sisi lain, gagasan Marhaenisme yang diperkenalkannya dianggap memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan rakyat kecil sehingga mampu diterima oleh berbagai kalangan.
Kemampuan Soekarno menjembatani perbedaan ideologi membuatnya memperoleh dukungan luas dari berbagai kelompok politik. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa PPKI memilihnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia.
Baca Juga: DBHCHT Kota Blitar Dipangkas Hampir 50 Persen, Sektor Kesehatan Tetap Jadi Prioritas Utama
Selain dikenal sebagai tokoh pemersatu, Soekarno juga memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sejak masa pergerakan nasional, ia aktif memimpin perjuangan melawan penjajahan Belanda hingga berkali-kali dipenjara dan diasingkan.
Menjelang kemerdekaan, Soekarno menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada 1 Juni 1945, ia menyampaikan pidato yang kemudian melahirkan konsep dasar negara Pancasila. Gagasan tersebut mendapat apresiasi luas dari anggota BPUPKI dan menjadi fondasi penting bagi berdirinya Republik Indonesia.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Masih Jadi Tanda Tanya, Ini Daftar Gaji ASN Terbaru Berdasarkan Golongan
Selain dikenal sebagai tokoh pemersatu, posisi Soekarno semakin kuat karena perannya sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Bersama Mohammad Hatta, Soekarno membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945 yang menandai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa bersejarah itu membuat namanya mendapat legitimasi kuat sebagai pemimpin bangsa yang baru merdeka.
Keberanian Soekarno memproklamasikan kemerdekaan di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian dinilai menjadi bukti kepemimpinannya. Tindakan tersebut membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan sekaligus memperkuat kepercayaan para tokoh nasional terhadap kapasitasnya memimpin pemerintahan.
Baca Juga: Daftar Gaji PNS 2026 Terbaru, Benarkah Naik? Ini Penjelasan Lengkap Besaran Gaji Sesuai Golongan
Faktor lain yang memperkuat terpilihnya Soekarno sebagai presiden adalah besarnya dukungan dari kalangan nasionalis, terutama Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikannya pada 1927. Sejak awal berdiri, PNI dikenal sebagai partai yang secara tegas memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.
Meski pemilu pertama baru digelar pada 1955, PNI telah memiliki basis massa yang luas di berbagai daerah. Besarnya pengaruh Soekarno di kalangan nasionalis menjadikannya sebagai figur yang paling menonjol dibandingkan tokoh-tokoh lain pada masa persiapan kemerdekaan.
Di samping itu, kiprah Soekarno dalam BPUPKI juga menjadi pertimbangan penting. Pada sidang 1 Juni 1945, ia menyampaikan gagasan mengenai dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Pemikirannya mendapat apresiasi dari banyak anggota BPUPKI dan menjadi salah satu fondasi utama berdirinya Republik Indonesia.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Berpeluang? Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Picu Harapan Baru
Setelah ditetapkan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno menghadapi tantangan besar untuk membangun pemerintahan di tengah ancaman kembalinya penjajah dan berbagai gejolak politik. Bersama Mohammad Hatta, ia memimpin Indonesia melewati masa revolusi mempertahankan kemerdekaan serta membangun sistem pemerintahan negara yang baru berdiri.
Soekarno menjabat sebagai Presiden hingga 1967. Masa kepemimpinannya berakhir setelah krisis politik yang terjadi pasca-peristiwa G30S/PKI. Sidang MPRS kemudian mencabut mandat kepresidenannya dan menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Soeharto.
Meski demikian, keputusan PPKI memilih Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia tetap dikenang sebagai salah satu keputusan paling bersejarah dalam perjalanan bangsa. Sosoknya dinilai mampu menyatukan berbagai golongan, memimpin perjuangan kemerdekaan, sekaligus meletakkan dasar-dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
source : youtube Kronik Rons
Editor : Brilian Syifa Almasih