BLITAR KAWENTAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mematangkan persiapan penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8–12 Juli mendatang. Sejumlah aspek teknis, mulai penataan kawasan hingga pelibatan pelaku UMKM kini masih difinalisasi agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto mengatakan, persiapan dilakukan secara maksimal karena kegiatan tahunan tersebut diperkirakan kembali menyedot perhatian masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.
”Kami ingin mempersiapkan kegiatan ini dengan matang, sebab yang datang tidak hanya warga Kota Blitar saja, tetapi juga masyarakat dari luar kota,” ujarnya.
Baca Juga: Sosok Rahatri Yuniar Kembangkan Les Baca di Blitar, Cerdaskan Generasi Lewat Metode Belajar Edukatif
Menurut Parminto, salah satu yang masih disusun adalah petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan bazar. Karena itu, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan mengisi stan hingga kini masih belum ditetapkan.
”UMKM tetap kami libatkan dalam Bazar Blitar Djadoel. Namun, jumlah pesertanya masih dalam proses penyusunan juknis agar pelaksanaannya lebih tertata,” katanya.
Selain menyiapkan area bazar, Pemkot Blitar juga mengusung konsep baru dengan membagi lokasi kegiatan menjadi empat kawasan bertema sejarah. Masing-masing merepresentasikan perjalanan Kota Blitar mulai masa kerajaan, prakemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, hingga pascakemerdekaan.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Kawal Aspirasi Pembangunan SMA Negeri di Kanigoro hingga Pemprov Jatim
Parminto menjelaskan, konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. Tidak hanya menikmati sajian kuliner dan produk UMKM, masyarakat juga dapat mengenal perjalanan sejarah Kota Blitar melalui penataan kawasan yang telah disiapkan.
”Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sejarah dan perkembangan Kota Blitar,” pungkasnya.(bud/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah