Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Setelah 10 Tahun Dikelola Swasta, PSBI Blitar Akhirnya Kembali Berlabuh di Pangkuan Pemkab Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 4 Juli 2026 | 20:59 WIB
PSBI Blitar saat berlaga dalam sebuah kompetisi melawan Persenga Nganjuk beberapa waktu lalu.
PSBI Blitar saat berlaga dalam sebuah kompetisi melawan Persenga Nganjuk beberapa waktu lalu.

BLITAR KAWENTAR – Pengelolaan Persatuan Sepak Bola Blitar Indonesia (PSBI) resmi dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Langkah ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan klub bersejarah tersebut agar kembali berprestasi dan tetap lestari sebagai bagian dari warisan sepak bola nasional.

Direktur PT Bola Mandiri, Wima Brahmantya mengatakan, pengembalian pengelolaan PSBI sejatinya merupakan proses yang telah lama direncanakan. Menurutnya, selama ini pihaknya hanya menerima amanah untuk merawat dan menjaga eksistensi klub berjuluk Laskar Penataran tersebut.

”Sebetulnya PSBI ini milik masyarakat Blitar. Saya kemarin hanya diberi amanah untuk merawat. Pada saatnya memang harus dikembalikan ke asalnya," ujar Wima.

Baca Juga: Pemkot Blitar Matangkan Persiapan Bazar Blitar Djadoel 2026, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Dia mengatakan, upaya mengembalikan PSBI kepada pemerintah daerah sebenarnya telah dilakukan sejak 2015. Berbagai komunikasi dengan pejabat daerah mulai dari bupati hingga wakil bupati telah dilakukan. Namun, proses tersebut baru terealisasi setelah hampir satu dekade berjalan.

”Saya sudah melakukan upaya itu sejak 2015. Bertemu dengan pejabat bupati, wakil bupati. Ya, ternyata baru sekarang bisa terealisasi," katanya.

Wima berharap, dengan kembali dikelola pemerintah daerah, PSBI dapat terus eksis dan berkembang. Lebih dari sekadar prestasi, dia menegaskan bahwa PSBI merupakan bagian dari sejarah yang harus dijaga bersama.

Baca Juga: Bantuan Rastrada Kota Blitar 2026 Turun 50 Persen, KPM Kini Terima Rp195 Ribu per Triwulan

Menurut Wima, tantangan terbesar yang selama ini dihadapi pengelola klub sepak bola di Indonesia adalah persoalan pendanaan. Dia menyebut sepak bola nasional belum sepenuhnya mampu menjadi industri yang mandiri seperti di negara-negara Eropa.

”Tentu yang paling penting, PSBI ini adalah peninggalan sejarah yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai hilang, karena ini bukan hanya sejarah Blitar, tetapi juga sejarah Indonesia," tegasnya.

Wima mengungkapkan, kendala dalam mengola klub bola itu terkait anggaran. Menurutnya, sepak bola itu membakar uang karena menjual merchandise tidak mudah. Bahkan memastikan semua penonton yang datang ke stadion membayar tiket pun tidak mudah.

Baca Juga: Modifikasi Innova Reborn 2026 Full Spek Viral, MPV Asal Kalimantan Disulap Jadi Mobil Sultan

Dengan pengelolaan yang nantinya dapat didukung melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Wima berharap PSBI mampu kembali bersaing. Namun, dia mengingatkan bahwa dukungan APBD memiliki keterbatasan jika klub berhasil promosi ke kasta kompetisi yang lebih tinggi.

"Setidaknya untuk kondisi PSBI hari ini, dengan dukungan APBD, kita berharap prestasinya bisa meningkat lagi. Memang nanti harus dipikirkan kalau PSBI naik kasta, karena ada aturan yang berbeda. Tapi lebih baik kita selesaikan persoalan yang ada di depan mata daripada berangan-angan tanpa solusi," ujarnya.

Baca Juga: Mobil Listrik Ini Bisa Isi Daya Sendiri! Panel Surya hingga Physical Button Jadi Andalan Modifikasi Chery J6

Sementara itu, Wakil Bupati Blitar Bekky Herdihansah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi proses pengalihan pengelolaan tersebut. Menurutnya, amanah yang diterima Pemkab Blitar merupakan tanggung jawab besar untuk memajukan sepak bola daerah.

”Atas nama Pemkab Blitar, kami menyampaikan terima kasih kepada PSSI atas kepercayaan dan fasilitasi yang telah diberikan dalam proses pelimpahan ini. Amanah yang kami terima merupakan tanggung jawab besar untuk bersama-sama memajukan sepak bola di Kabupaten Blitar," pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#klub #swasta #sepak bola #psbi blitar #Pemkab Blitar