BLITAR KAWENTAR - Siklus tahunan menjelang tahun ajaran baru mulai berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat di Bumi Bung Karno. Memasuki pekan kedua libur sekolah, grafik permintaan modal cepat dari masyarakat tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Fenomena ini terlihat dari pergerakan transaksi di Pegadaian Cabang Blitar sejak masa liburan dimulai pada 22 Juni lalu. Hingga akhir Juni (30/6), tercatat ada kenaikan frekuensi transaksi yang dipicu oleh akumulasi kebutuhan musiman masyarakat.
Asisten Manajer Non Gadai Pegadaian Cabang Blitar, Reza Shauma Yudha, membenarkan adanya pergeseran ritme transaksi tersebut. Menurutnya, momen libur sekolah yang berdekatan dengan masa daftar ulang sekolah selalu menjadi fase sibuk.
Baca Juga: Pemkot Blitar Matangkan Persiapan Bazar Blitar Djadoel 2026, Antisipasi Lonjakan Pengunjung
“Karena masih awal fase libur dan tahun ajaran baru, peningkatan transaksi saat ini terpantau di kisaran 10 hingga 18 persen," katanya.
Dari total transaksi yang masuk, pemenuhan dana untuk urusan pendidikan anak disinyalir menjadi faktor pendorong utama. Untuk mendapatkan dana tersebut, mayoritas warga memilih menjaminkan aset simpanan domestik mereka, khususnya sektor logam mulia.
“Sejauh ini yang mendominasi masih perhiasan emas dan emas batangan. Meskipun ada juga komoditas lain seperti kendaraan atau barang elektronik, perhiasan tetap yang tertinggi," jelasnya.
Baca Juga: Ketua KONI Kota Blitar Angkat Bicara Terkait Belum Lakukan Audiensi dengan Pemkot
Selain emas, pergerakan barang jaminan dalam sepekan terakhir juga diikuti oleh kendaraan roda dua, sepeda, hingga alat elektronik seperti televisi. Sementara untuk nilai transaksi, nominal yang bergulir di masyarakat bergerak di berbagai tingkatan angka.
"Untuk nilai transaksi gadai yang paling rendah rata-rata berada di angka sekitar Rp 3 juta. Tapi ada juga yang lebih rendah untuk alat elektronik seperti HP,” pungkasnya.
Hal itu diakui salah satu nasabah asal Kecamatan Sananwetan. Ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya ini mengaku terpaksa mendatangi kantor pegadaian demi menutup biaya pendaftaran sekolah anaknya yang masuk SMA.
Baca Juga: Setelah 10 Tahun Dikelola Swasta, PSBI Blitar Akhirnya Kembali Berlabuh di Pangkuan Pemkab Blitar
“Anak saya masuk sekolah baru, jadi biayanya lumayan banyak untuk seragam dan daftar ulang. Karena tabungan belum cukup, terpaksa perhiasan emas dicairkan dulu, yang penting anak bisa tetap sekolah," akunya.(mg1/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah