Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Rehab Irigasi Kabupaten Blitar Dapat Suntikan Rp 19 Miliar, Delapan Titik di Wilayah Selatan Jadi Prioritas Dukung Swasembada Pangan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 6 Juli 2026 | 12:15 WIB
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
BANTU PETANI: Pegawai Dinas PUPR Kabupaten Blitar meninjau salah satu irigasi hasil rehabilitasi beberapa waktu lalu.
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
BANTU PETANI: Pegawai Dinas PUPR Kabupaten Blitar meninjau salah satu irigasi hasil rehabilitasi beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Program rehab irigasi Kabupaten Blitar mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dipastikan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp 19 miliar untuk merehabilitasi sekaligus meningkatkan jaringan irigasi di delapan titik yang tersebar di wilayah selatan Kabupaten Blitar.

Anggaran tersebut menjadi kabar baik bagi sektor pertanian di Bumi Penataran. Pasalnya, rehab irigasi Kabupaten Blitar diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas petani semakin meningkat.

Baca Juga: Bengkel Modifikasi Mobil Listrik Ini Bikin Heboh, Chery J6 Punya Panel Surya hingga Physical Button

 Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Pemerintah menilai keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kualitas benih dan pupuk, tetapi juga pada infrastruktur pengairan yang memadai.

 Karena itu, rehab irigasi Kabupaten Blitar menjadi salah satu program prioritas yang mendapat perhatian pemerintah pusat melalui dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Baca Juga: Modifikasi Mobil Listrik Makin Gila! Bengkel Ini Sulap Chery J6 hingga J5 dengan Fitur yang Tak Dimiliki Pabrikan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengatakan usulan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang diajukan pemerintah daerah telah memperoleh persetujuan dari Balai Besar Wilayah Sungai.

Persetujuan tersebut menjadi dasar pengalokasian anggaran sekitar Rp 19 miliar yang nantinya digunakan untuk memperbaiki jaringan irigasi pada delapan daerah irigasi di wilayah selatan Kabupaten Blitar.

"Usulan yang diajukan pemerintah daerah sudah mendapatkan persetujuan. Anggaran sekitar Rp 19 miliar itu akan digunakan untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di delapan titik irigasi," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu tahapan pelaksanaan program agar pembangunan dapat segera dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Agus menjelaskan, pembangunan infrastruktur irigasi merupakan salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Blitar.

Selama ini wilayah selatan dikenal memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berbagai komoditas pangan maupun hortikultura menjadi penopang ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Namun, keberhasilan produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.

Baca Juga: Modifikasi Toyota Innova Reborn G Bikin Geger! Pakai TE37, BBK 6 Pot & Kamera 360

Karena itu, pemerintah memandang rehabilitasi jaringan irigasi menjadi investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi petani.

"Infrastruktur irigasi yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Air harus dapat mengalir secara optimal hingga ke lahan pertanian masyarakat," jelasnya.

Selain memperbaiki saluran irigasi yang mengalami kerusakan, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan agar mampu memenuhi kebutuhan air pertanian yang semakin berkembang.

Baca Juga: Honda dan Nissan Bangun Aliansi Baru, Strategi Lawan Dominasi Mobil Listrik China Terungkap

Tidak hanya dimanfaatkan untuk tanaman pangan seperti padi, jaringan irigasi tersebut juga akan menunjang pengembangan komoditas hortikultura hingga sektor perkebunan.

Menurut Agus, salah satu komoditas yang turut mendapat manfaat adalah tanaman tebu yang menjadi bahan baku industri gula nasional.

"Program ini diarahkan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Tidak hanya tanaman pangan, tetapi juga komoditas hortikultura serta sektor perkebunan seperti tebu sebagai bahan baku gula," katanya.

Baca Juga: Hai akhirnya mobil ini bisa dilihat di great otomotif bersama dengan bro hartoko oke gue manggilnya apa nih artoko aja artoko atau Koko JG totobola well eniwei perkenalkan dong mob

Dengan dukungan infrastruktur pengairan yang lebih baik, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap proses rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Perbaikan saluran irigasi diyakini mampu memperlancar distribusi air hingga ke lahan pertanian yang selama ini mengalami kendala akibat kerusakan jaringan maupun penurunan kapasitas saluran.

Baca Juga: Pidato Hari Bhayangkara ke-80: Presiden Tegaskan Polri untuk Masyarakat, Soroti Hukum, Korupsi hingga Ketahanan Pangan

Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak positif terhadap peningkatan hasil panen, efisiensi pengelolaan lahan, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

Selain mendukung produktivitas pertanian, keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik juga akan memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Blitar dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

"Kami berharap proses rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi tersebut dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, khususnya para petani di wilayah selatan Kabupaten Blitar," pungkas Agus.

Baca Juga: Beberapa waktu lalu beberapa dari kita mungkin cukup terkejut dengan berita Honda dan Nissan yang akan melakukan merger. Alasannya cukup jelas. Honda dan Nissan ingin menggabungkan

Program rehabilitasi irigasi senilai Rp 19 miliar ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pertanian.

 Dengan infrastruktur pengairan yang semakin baik, Kabupaten Blitar diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkokoh perannya sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Jawa Timur.(jar/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
#Irigasi Blitar #Rehab Irigasi Kabupaten Blitar #PUPR Kabupaten Blitar #pertanian blitar #swasembada pangan