Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Bulog Bantah Isu Kelangkaan MinyaKita, Pasokan di Blitar Dipastikan Aman, Distribusi Rutin Setiap Pekan ke Pasar Tradisional

Noormalady Usman • Senin, 6 Juli 2026 | 14:15 WIB
Petugas mendata stok MinyaKita di salah satu toko penyalur di Kota Blitar. Bulog memastikan pasokan minyak goreng bersubsidi tetap aman dan distribusi ke pasar tradisional dilakukan secara rutin setiap pekan.
Petugas mendata stok MinyaKita di salah satu toko penyalur di Kota Blitar. Bulog memastikan pasokan minyak goreng bersubsidi tetap aman dan distribusi ke pasar tradisional dilakukan secara rutin setiap pekan.

BLITAR KAWENTAR – Isu kelangkaan MinyaKita yang sempat beredar di masyarakat dipastikan tidak benar. Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung menegaskan stok minyak goreng bersubsidi tersebut masih mencukupi dan distribusinya ke wilayah Blitar Raya tetap berjalan normal setiap pekan.

Kepastian itu disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan MinyaKita di pasaran. Bulog memastikan pasokan minyak goreng bersubsidi tetap tersedia di toko-toko yang telah ditunjuk, khususnya di pasar tradisional, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.

Wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Seluruh daerah tersebut tetap mendapatkan alokasi distribusi MinyaKita secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Distribusi MinyaKita di Kabupaten Blitar Capai 75.660 Liter, Pasar Kanigoro Terima Pasokan Terbanyak

Distribusi MinyaKita Dilakukan Setiap Minggu

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan distribusi MinyaKita terus dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, setiap toko yang telah terdaftar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memperoleh alokasi lima dus MinyaKita setiap minggu. Pola distribusi tersebut dilakukan secara berkesinambungan agar pasokan di pasar tradisional tetap terjaga.

"Satu toko yang sudah terdaftar mendapatkan alokasi lima dus setiap minggu," ujarnya.

Yonas menjelaskan, setiap dus berisi 12 liter minyak goreng bersubsidi. Seluruh pasokan tersebut disalurkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh MinyaKita dengan harga yang sesuai ketentuan.

Baca Juga: Satgas Pangan Kabupaten Blitar Sidak MinyaKita di Pasar Kanigoro, Ini Hasil Temuannya

Bulog sendiri menyalurkan MinyaKita dengan harga Rp14.500 per liter, mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan harga yang terjangkau.

Belum Ada Temuan Penimbunan

Selain memastikan stok aman, Bulog juga membantah adanya isu penimbunan MinyaKita di wilayah kerjanya. Hingga saat ini, belum ditemukan praktik penimbunan yang dapat mengganggu distribusi maupun memicu kelangkaan barang di pasaran.

Menurut Yonas, sempat muncul informasi mengenai kenaikan harga minyak goreng di sejumlah tempat. Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak berasal dari MinyaKita yang disalurkan Bulog.

Ia menegaskan seluruh distribusi MinyaKita berjalan sesuai prosedur dan terus dipantau agar tepat sasaran. Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkala, Bulog berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

"Kami belum menemukan adanya penimbunan MinyaKita. Informasi kenaikan harga yang sempat beredar bukan berasal dari minyak goreng yang kami distribusikan," katanya.

Masyarakat Diminta Tidak Khawatir

Bulog memastikan stok MinyaKita di gudang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu mendatang. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap isu kelangkaan yang beredar.

Distribusi rutin akan terus dilakukan setiap pekan agar pasokan di pasar tradisional tetap tersedia. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng bersubsidi sekaligus memastikan masyarakat dapat membeli MinyaKita sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan pasokan yang terus dijaga, Bulog berharap tidak terjadi kepanikan maupun aksi pembelian berlebihan yang justru dapat mengganggu distribusi di lapangan.

Baca Juga: Sidak Migor MinyaKita di Pasar Kota Blitar, Satgas Pangan Temukan Selisih Volume dengan Label Kemasan

Bulog juga mengajak masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi apabila menemukan kabar mengenai kelangkaan ataupun kenaikan harga MinyaKita. Informasi yang akurat dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selama distribusi berjalan normal dan stok di gudang tetap tersedia, Bulog optimistis kebutuhan minyak goreng bersubsidi di wilayah Blitar Raya dapat terpenuhi. Distribusi mingguan akan terus dilakukan ke toko-toko yang telah ditunjuk sehingga masyarakat tetap mudah memperoleh MinyaKita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#Stok MinyaKita #Minyak Goreng Bersubsidi #MinyaKita #pasar tradisional #blitar