BLITAR KAWENTAR – Keberhasilan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blitar tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan gerai koperasi.
Lebih dari itu, tingginya jumlah anggota menjadi faktor utama yang akan menentukan besarnya modal usaha sekaligus keberlangsungan aktivitas koperasi di tingkat desa.
Saat ini mayoritas pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blitar telah rampung.
Namun, baru sebagian kecil koperasi yang benar-benar mulai beroperasi. Di tengah proses tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi perhatian karena koperasi hanya dapat berkembang apabila didukung partisipasi aktif para anggotanya.
Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Blitar pun mendorong seluruh kepala desa untuk mengedukasi masyarakat agar bersedia menjadi anggota Program Strategis Nasional Koperasi Desa Multi Pihak (KDMP).
Semakin banyak warga yang bergabung, semakin besar pula kekuatan modal yang dimiliki koperasi untuk menjalankan berbagai kegiatan usaha.
Baca Juga: Argentina Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Beri Perlawanan Sengit hingga Extra Time
Ketua PKDI Kabupaten Blitar, Rudy Puryono, mengatakan kepala desa memiliki peran strategis dalam menyampaikan manfaat koperasi kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan bangunan koperasi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila jumlah anggota masih sedikit.
Sebaliknya, koperasi akan berkembang apabila masyarakat ikut memiliki dan berpartisipasi aktif sebagai anggota.
"Tentu kami berharap seluruh kepala desa bisa mengedukasi kepada warganya untuk berkenan menjadi anggota KDMP di desanya masing-masing. Karena semakin banyak yang menjadi anggota di desanya, tentu modal yang diperoleh semakin besar dan perputaran keuangan akan semakin bermanfaat," ujarnya.
Ia menjelaskan, modal utama koperasi berasal dari simpanan dan partisipasi anggota. Karena itu, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tingginya kepercayaan masyarakat untuk bergabung.
Rudy menuturkan, konsep Koperasi Desa Multi Pihak dibangun dengan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat desa.
Dana yang dihimpun dari anggota akan dikelola sebagai modal usaha koperasi. Selanjutnya, keuntungan yang diperoleh diharapkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan pelayanan, pengembangan usaha, maupun pembagian sisa hasil usaha sesuai ketentuan koperasi.
Dengan pola tersebut, perputaran ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat desa secara lebih luas.
Karena itu, keberhasilan KDMP dinilai tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun koperasi sebagai lembaga ekonomi milik bersama.
Baca Juga: JLS Blitar-Tulungagung Jadi Primadona Baru, Hamparan Laut Biru Tosca dan Bukit Hijau Bikin Terpukau
Menurut Rudy, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pemahaman lebih jauh mengenai tujuan pembentukan KDMP.
Peran kepala desa dinilai sangat penting untuk menjelaskan bahwa koperasi dibentuk sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan sekadar program pemerintah yang bersifat sementara.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memahami manfaat menjadi anggota koperasi, mulai dari kemudahan memperoleh layanan usaha hingga peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Edukasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga mereka mau menjadi bagian dari koperasi di desanya," katanya.
Kepercayaan tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting agar koperasi mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pembangunan gerai KDMP di 220 desa di Kabupaten Blitar masih terus berjalan.
PKDI meminta seluruh pemerintah desa tetap optimistis meskipun proses pembangunan di beberapa lokasi belum selesai.
Sebab, pelaksanaan pembangunan berada di bawah kewenangan pihak terkait yang telah memiliki jadwal pekerjaan masing-masing.
Setelah pembangunan fisik selesai, tantangan berikutnya adalah menghidupkan aktivitas koperasi melalui peningkatan jumlah anggota serta pengembangan berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi desa.
PKDI berharap seluruh kepala desa dapat terus mendampingi proses tersebut agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.
Apabila jumlah anggota terus bertambah dan aktivitas usaha berjalan optimal, koperasi diyakini mampu memperkuat perekonomian desa, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, keberhasilan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blitar tidak hanya ditentukan oleh berdirinya gedung koperasi, melainkan oleh besarnya partisipasi warga yang menjadi pemilik sekaligus penggerak utama koperasi tersebut.(kho/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari