BLITAR KAWENTAR – Program Sekolah Rakyat Kota Blitar mulai memasuki tahap persiapan pelaksanaan. Namun, di balik kesiapan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah, tantangan terbesar justru datang dari masih adanya keraguan para orang tua untuk melepas anak mereka tinggal di asrama.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengakui, proses sosialisasi program Sekolah Rakyat belum sepenuhnya berjalan mulus.
Banyak orang tua calon peserta didik yang masih mempertanyakan sistem pendidikan berasrama yang menjadi bagian dari konsep sekolah tersebut.
Baca Juga: Desa Bojong di Bandung Barat Makin Terang, BRI Peduli Hadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, mayoritas masyarakat belum memahami secara utuh konsep Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat.
Akibatnya, muncul berbagai kekhawatiran terkait keamanan, kenyamanan, hingga pola pengasuhan anak selama berada di lingkungan asrama.
"Kami memang butuh kerja ekstra keras untuk meyakinkan masyarakat. Mereka masih banyak bertanya apakah anaknya nanti benar-benar dirawat dengan baik di sana. Apalagi masih ada kekhawatiran karena mendengar berbagai kasus di sekolah berasrama," ujar Syauqul Muhibbin, Senin (7/7).
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Pemkot Blitar menyiapkan langkah lanjutan berupa kunjungan langsung orang tua ke lokasi Sekolah Rakyat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Melalui kunjungan tersebut, para calon wali murid diharapkan dapat melihat sendiri kondisi fasilitas pendidikan maupun asrama yang akan menjadi tempat tinggal anak-anak mereka selama mengikuti pendidikan.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Ibin itu, transparansi menjadi cara paling efektif untuk menghilangkan berbagai kekhawatiran yang berkembang di masyarakat.
"Nanti orang tua akan kami ajak langsung ke Sekolah Rakyat. Setelah melihat kondisi di sana, mereka bisa menilai sendiri apakah anaknya siap sekolah di sana atau tidak," katanya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai sistem pendidikan, pengawasan, hingga fasilitas yang disediakan pemerintah sehingga orang tua tidak hanya memperoleh informasi dari cerita maupun asumsi yang beredar.
Mas Ibin menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program yang diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Baca Juga: 10 HP Oppo dan Vivo RAM 8 GB ROM 256 GB Paling Worth It 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Sasaran utama program ini meliputi anak-anak dari keluarga kategori desil 1, anak yang putus sekolah, hingga anak-anak yang berasal dari keluarga tidak utuh maupun yatim piatu.
"Prioritasnya memang anak-anak desil 1, anak putus sekolah, kemudian anak-anak yang orang tuanya tidak lengkap atau bahkan sudah tidak memiliki kedua orang tua," jelasnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap kesenjangan akses pendidikan dapat ditekan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Baca Juga: Ciri-Ciri Sertifikat Tanah Palsu yang Wajib Diwaspadai, Begini Cara Cek Keasliannya Secara Online
Selain mendapatkan pendidikan formal, peserta didik juga akan memperoleh pembinaan karakter melalui sistem pembelajaran berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Meski fasilitas terus dipersiapkan, Pemkot Blitar menilai tantangan utama bukan lagi persoalan sarana maupun prasarana. Fokus pemerintah saat ini adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap konsep pendidikan berbasis asrama.
Hal itu terutama dirasakan pada orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar. Banyak di antara mereka yang masih merasa berat jika harus berpisah dengan anak untuk tinggal di asrama dalam jangka waktu tertentu.
Baca Juga: Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan Ahli Waris
Menurut Mas Ibin, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena sebagian besar orang tua masih memiliki ikatan emosional yang kuat, terutama terhadap anak-anak yang masih berusia dini.
Karena itu, sosialisasi akan terus dilakukan secara bertahap agar masyarakat memahami bahwa sistem Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus mendukung perkembangan karakter peserta didik.
"Kendalanya orang tua masih belum merelakan anak-anaknya tinggal di asrama, khususnya yang masih SD. Karena itu, sosialisasi akan terus kami lakukan supaya mereka benar-benar memahami konsep Sekolah Rakyat," pungkasnya.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka melalui kunjungan langsung ke lokasi sekolah, Pemkot Blitar optimistis kepercayaan masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat akan meningkat sehingga lebih banyak anak dari keluarga rentan dapat memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.(bud/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari