BLITAR KAWENTAR – Produk UMKM Blitar masuk Indomaret menjadi tonggak penting bagi pengembangan usaha mikro di Kabupaten Blitar. Pemerintah Kabupaten Blitar resmi meluncurkan kemitraan antara pelaku UMKM lokal dengan jaringan ritel modern Indomaret sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
Peluncuran kerja sama tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini. Melalui kemitraan ini, berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM kini mulai dipasarkan di gerai-gerai Indomaret sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat.
Masuknya produk UMKM Blitar ke Indomaret menjadi bukti bahwa kualitas produk lokal terus mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga kemasan, standar produksi, hingga kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar modern.
Bupati Bangga Kualitas Produk Lokal
Dalam sambutannya, Mak Rini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang telah berhasil meningkatkan kualitas produknya hingga mampu masuk ke jaringan ritel modern.
Menurutnya, produk-produk UMKM Kabupaten Blitar saat ini memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan produk-produk manufaktur maupun pabrikan besar. Selain itu, tampilan kemasan juga dinilai semakin menarik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan, pendampingan, serta komitmen pelaku usaha untuk terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar.
Bupati berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya agar terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Target Perluasan Distribusi
Mak Rini menegaskan bahwa kerja sama dengan Indomaret diharapkan tidak berhenti di wilayah Kabupaten Blitar saja.
Ia berharap distribusi produk-produk unggulan daerah dapat diperluas ke wilayah sekitar, seperti Kabupaten Jombang, hingga akhirnya mampu menembus jaringan gerai Indomaret di seluruh Indonesia.
Menurutnya, semakin luas jaringan pemasaran, semakin besar pula peluang produk UMKM Blitar dikenal masyarakat di berbagai daerah.
Namun, perluasan pasar tersebut harus diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk sekaligus memastikan ketersediaan pasokan secara berkelanjutan.
Para pelaku UMKM pun menyatakan kesiapan mereka untuk menjaga keberlanjutan produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang lebih besar.
Baca Juga: Tinjau KDKMP di Blitar, Asrenum Panglima TNI: UMKM hingga Telur Peternak Siap Masuk Rantai Pasok
Pelaku UMKM Optimistis Produk Lokal Semakin Berkembang
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat program tersebut adalah Ibu Inti, produsen keripik nangka asal Kecamatan Kesamben.
Ia mengaku bersyukur atas pendampingan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Blitar, khususnya Bupati Blitar, sehingga produknya memperoleh kesempatan dipasarkan melalui jaringan ritel modern.
Menurutnya, program ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi perkembangan produk-produk lokal Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pelaku Usaha hingga April 2026
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal kualitas produk khas Blitar sehingga mampu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai daerah.
Keberhasilan produk UMKM masuk ke jaringan Indomaret menjadi bukti bahwa usaha mikro daerah memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan pembinaan, akses pemasaran, serta dukungan pemerintah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor ritel modern diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak produk unggulan Kabupaten Blitar yang mampu bersaing di pasar nasional. Dengan kualitas yang terus meningkat dan komitmen menjaga keberlanjutan produksi, UMKM Blitar optimistis dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah sekaligus mengangkat nama Kabupaten Blitar di tingkat nasional.
Editor : Regina Gavin Agata