Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

BBM Naik Bikin Anggaran Bus Sekolah Kota Blitar Jebol, Dishub Siapkan Strategi agar Layanan Gratis Tetap Berjalan

M. Luki Azhari • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:00 WIB
Kenaikan harga BBM membuat anggaran operasional bus sekolah gratis di Kota Blitar terkuras lebih cepat. Dishub menyiapkan berbagai langkah agar layanan transportasi bagi pelajar tetap berjalan hingga akhir tahun.
Kenaikan harga BBM membuat anggaran operasional bus sekolah gratis di Kota Blitar terkuras lebih cepat. Dishub menyiapkan berbagai langkah agar layanan transportasi bagi pelajar tetap berjalan hingga akhir tahun.

BLITAR KAWENTAR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex sepanjang semester pertama 2026 membuat anggaran operasional bus sekolah gratis di Kota Blitar terkuras lebih cepat dari perkiraan. Kondisi tersebut memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar menyusun berbagai langkah antisipasi agar layanan transportasi gratis bagi para pelajar tetap beroperasi hingga akhir tahun.

Program bus sekolah gratis selama ini menjadi salah satu layanan yang banyak dimanfaatkan pelajar di Kota Blitar. Namun, lonjakan harga BBM membuat biaya operasional meningkat tajam sehingga anggaran yang semula disiapkan untuk satu tahun diprediksi habis hanya dalam tujuh bulan.

Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Terminal Dishub Kota Blitar Siswantoro mengatakan, saat ini Dishub mengoperasikan sembilan armada yang terdiri dari tujuh unit bus sekolah dan dua kendaraan Elf. Pada awal tahun anggaran 2026, operasional seluruh armada tersebut dialokasikan sebesar Rp221 juta untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun.

Baca Juga: 5 Mobil Keluarga Irit BBM yang Masih Jadi Favorit, Toyota Calya hingga Honda Mobilio, Cocok untuk Harian dan Mudah Dirawat

Namun, perubahan harga Pertamina Dex yang terus mengalami kenaikan membuat perhitungan awal tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Dengan kondisi BBM yang fluktuatif, alokasi awal sebesar Rp221 juta itu kami perkirakan habis pada Juli ini," ujarnya.

Harga Pertamina Dex Melonjak Tajam

Sepanjang 2026, harga Pertamina Dex mengalami perubahan yang cukup drastis. Pada Januari harganya turun menjadi Rp13.600 per liter, kemudian kembali turun menjadi Rp13.500 per liter pada Februari. Memasuki Maret, harga mulai naik menjadi Rp14.350 per liter.

Baca Juga: BBM Naik, Pemkot Blitar Pangkas Perjalanan Dinas demi Hemat Anggaran, Efisiensi Capai Rp185 Juta

Lonjakan terbesar terjadi pada April ketika harga mencapai Rp23.900 per liter. Pada Mei kembali meningkat hingga Rp27.900 per liter sebelum turun sedikit menjadi Rp24.800 per liter pada Juni.

Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional armada bus sekolah. Jika sebelumnya kebutuhan BBM setiap bulan berkisar Rp20 juta, kini tagihan meningkat hampir dua kali lipat.

Siswantoro mengungkapkan, pada Mei lalu tagihan BBM mencapai sekitar Rp41 juta. Dengan harga BBM yang masih tinggi, kebutuhan operasional pada Juni diperkirakan menembus lebih dari Rp50 juta.

Selama ini Dishub menerapkan sistem pembayaran berdasarkan penggunaan riil. Armada melakukan pengisian BBM secara berkala di SPBU rekanan, kemudian pihak SPBU mengirimkan tagihan sesuai harga yang berlaku saat pengisian dilakukan.

Anggaran Dialihkan demi Menjaga Operasional

Untuk memastikan layanan bus sekolah tetap berjalan, Dishub memanfaatkan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada tahun ini. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menggeser anggaran dari program yang sementara ditunda.

Baca Juga: 7 Mobil Paling Irit BBM di Indonesia, Honda Brio hingga Suzuki Ertiga Hybrid Jadi Pilihan Paling Hemat Bahan Bakar

Dana yang dialihkan berasal dari anggaran bantuan bingkisan Lebaran bagi abang becak senilai Rp193 juta. Karena program tersebut dipending akibat efisiensi, anggarannya direncanakan untuk menopang kebutuhan operasional bus sekolah.

Meski demikian, Siswantoro menjelaskan dana tersebut belum bisa langsung digunakan karena berasal dari pos anggaran yang berbeda. Penggunaannya harus menunggu proses administrasi melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Pos rekeningnya berbeda sehingga harus melalui proses penggeseran dan penetapan dalam PAK," jelasnya.

Baca Juga: Harga Toyota Calya 2026 Diperkirakan Naik Tipis, MPV LCGC Andalan Toyota Tetap Jadi Incaran Berkat Fitur dan Efisiensi BBM

Ajukan Tambahan Anggaran

Sembari menunggu PAK yang diperkirakan disahkan pada September atau Oktober mendatang, Dishub telah menjalin komunikasi dengan pihak SPBU agar pembayaran tagihan BBM dapat dilakukan secara lebih fleksibel.

Tagihan operasional pada Agustus nantinya akan dibayarkan setelah anggaran perubahan resmi disahkan. Selain penggeseran anggaran sebesar Rp193 juta, Dishub juga berencana mengusulkan tambahan anggaran murni sebesar Rp80 juta dalam PAK.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan operasional seluruh armada hingga akhir tahun tanpa mengurangi pelayanan kepada para pelajar.

"Kami luwes dengan penyedia BBM. Yang penting operasional bus sekolah tetap berjalan dan seluruh kewajiban pembayaran tetap dipenuhi. Harapan kami, layanan bus sekolah gratis tetap bisa melayani para pelajar secara maksimal," pungkas Siswantoro.

Keberadaan bus sekolah gratis menjadi salah satu fasilitas penting bagi pelajar di Kota Blitar karena membantu akses transportasi menuju sekolah sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, Dishub berupaya memastikan layanan tersebut tetap beroperasi meski menghadapi tekanan kenaikan biaya akibat melonjaknya harga BBM.

Editor : Regina Gavin Agata
#BBM naik #bus sekolah kota blitar #dushub kota blitar #Pertamina Dex #Anggaran Operasional