Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Serapan Jagung SPHP di Kabupaten Blitar Tembus 11,7 Juta Kg, Sisa Kuota 69 Juta Kg Terus Dikejar

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:15 WIB
DIBUTUHKAN PETERNAK: Pemerintah menggelontor jagung SPHP untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam petelur, salah satunya di Blitar.
DIBUTUHKAN PETERNAK: Pemerintah menggelontor jagung SPHP untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam petelur, salah satunya di Blitar.

BLITAR KAWENTAR – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung di Kabupaten Blitar terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran jagung untuk kebutuhan peternak ayam petelur telah mencapai 11.741.900 kilogram atau sekitar 11,7 juta kilogram. Meski demikian, pemerintah masih berupaya mempercepat penyerapan sisa kuota yang mencapai hampir 70 juta kilogram agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh para peternak.

Program SPHP Jagung menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan bahan baku pakan di tengah fluktuasi harga komoditas. Dari total alokasi 83.151.700 kilogram yang disediakan untuk Kabupaten Blitar, sebagian besar kuota masih tersedia sehingga proses distribusi terus dipacu melalui koperasi dan asosiasi peternak yang telah ditetapkan sebagai mitra penyalur.

Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Andy Mulya mengatakan, realisasi penyaluran hingga pertengahan Juni menjadi indikator bahwa program SPHP Jagung mampu menjadi bantalan bagi peternak ayam petelur dalam memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga: SPMB Kota Blitar Usai, Sembilan Sekolah Negeri Masih Sepi Peminat, Dispendik Ungkap Penyebabnya

"Realisasi yang telah menyentuh 11,7 juta kilogram menjadi bukti bahwa program SPHP Jagung berjalan sesuai harapan. Kami terus mengawal agar sisa kuota sekitar 69.860.300 kilogram dapat terserap secara konsisten dan tepat sasaran," ujarnya.

Menurut Andy, mekanisme penyaluran dilakukan melalui koperasi dan asosiasi peternak yang telah dipetakan berdasarkan kebutuhan anggotanya. Pola tersebut dipilih agar distribusi lebih efektif sekaligus memastikan jagung SPHP benar-benar dimanfaatkan oleh peternak yang membutuhkan. Dengan pasokan pakan yang terjaga, produktivitas peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar diharapkan tetap stabil.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menunjukkan, Koperasi Produsen Unggas Manunggal Sejahtera (ULTRA) menjadi penerima dengan realisasi distribusi terbesar, yakni 1.170.000 kilogram. Posisi berikutnya ditempati Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional (PPN) yang telah menyerap 1.156.000 kilogram jagung SPHP.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kota Blitar Mulai Dibuka, Pemkot Hadapi Keraguan Orang Tua Lepas Anak Tinggal di Asrama

Sementara itu, Koperasi Produsen Berkah Telur Blitar mencatat realisasi distribusi sebesar 1.010.000 kilogram. Adapun Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar (PUTERA) telah menerima penyaluran sebanyak 434.600 kilogram. Penyaluran melalui koperasi dinilai mampu mempermudah distribusi sekaligus memastikan bantuan diterima sesuai kebutuhan anggota.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan selama proses distribusi berlangsung. Pengawasan dilakukan mulai dari gudang penyedia hingga koperasi dan peternak penerima untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan serta menghindari penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Andy menegaskan, pihaknya berharap seluruh sisa kuota dapat dimanfaatkan secara optimal hingga akhir pelaksanaan program pada 2026. Dengan pasokan jagung yang tetap terjaga, peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar diharapkan mampu mempertahankan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan telur di pasaran. (kho/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Jagung SPHP Kabupaten Blitar Dinas Peternakan Blitar pakan ternak peternak ayam petelur