BLITAR KAWENTAR – Penutupan Jalur Bendungan Lahor yang direncanakan dalam waktu dekat mulai diantisipasi jajaran Satlantas Polres Blitar. Kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mengurangi potensi kemacetan dan kebingungan pengguna jalan yang melintas di kawasan perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.
Meski lokasi penutupan Jalur Bendungan Lahor berada di wilayah administratif Kabupaten Malang, dampaknya diperkirakan akan dirasakan hingga jalur utama di Kabupaten Blitar. Karena itu, koordinasi lintas instansi mulai dilakukan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
Satlantas Polres Blitar memastikan seluruh langkah antisipasi disiapkan lebih awal agar arus kendaraan tetap lancar. Selain rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu-rambu penunjuk arah juga menjadi salah satu prioritas guna meminimalkan pengguna jalan yang terjebak di jalur yang nantinya ditutup.
Polisi Tunggu Surat Resmi
Kapolres Blitar melalui KBO Satlantas Polres Blitar, Iptu Putut Siswahyudi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai rencana penutupan akses di kawasan Bendungan Selorejo dan Bendungan Lahor.
Namun hingga kini kepolisian belum melakukan langkah teknis di lapangan karena masih menunggu surat keputusan resmi dari Perum Jasa Tirta I Karangkates selaku pengelola kawasan.
"Kami memang sudah mendengar informasi terkait rencana penutupan Bendungan Selorejo dan Bendungan Lahor. Namun sampai saat ini kami masih menunggu surat keputusan resmi dari Perum Jasa Tirta," ujarnya.
Baca Juga: Menyusul Lahor, PJT I Bersiap Batasi Akses Kendaraan Masuk Bendungan Wlingi raya dan Lodoyo Blitar
Menurut Putut, legalitas tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk menyusun pola pengamanan serta pengaturan arus kendaraan secara menyeluruh.
Koordinasi Lintas Instansi Disiapkan
Setelah surat resmi diterima, Satlantas Polres Blitar akan menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Perum Jasa Tirta.
Koordinasi itu bertujuan menentukan titik-titik strategis yang akan dipasangi rambu pengalihan arus maupun papan informasi bagi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting karena banyak pengguna jalan dari arah Blitar memanfaatkan jalur bendungan sebagai akses alternatif menuju wilayah Malang maupun sebaliknya.
Jika penutupan diberlakukan tanpa informasi yang memadai, pengendara berpotensi terjebak di depan portal penutupan sehingga menyebabkan antrean kendaraan.
Rambu Penunjuk Arah Jadi Prioritas
Satlantas Polres Blitar juga akan memetakan sejumlah simpang jalan yang dinilai strategis untuk dipasang rambu petunjuk arah menuju jalur alternatif.
Baca Juga: Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Titik Rawan Macet di Blitar saat Puncak Arus Balik Lebaran
Dengan adanya informasi sejak jauh hari, pengendara diharapkan dapat memilih rute lain sebelum memasuki kawasan yang ditutup.
Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, langkah tersebut juga bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat selama proses penutupan berlangsung.
"Kami akan menentukan titik-titik pemasangan rambu agar masyarakat tidak sampai terjebak menuju jalan yang sudah ditutup. Saat ini kami masih bersiap sambil menunggu surat resmi diterbitkan," jelas Putut.
Satlantas berharap masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas yang akan diumumkan setelah seluruh koordinasi selesai dilakukan.
Dengan persiapan tersebut, dampak penutupan akses Bendungan Lahor diharapkan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi kendaraan yang melintasi wilayah Kabupaten Blitar.(jar/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan